Rempah yang Memiliki Khasiat Paling Tinggi

Kunyit

Menurut Rick Hay, ahli gizi dan dosen dalam manajemen berat badan di College of Naturopathic Medicine di London, kunyit adalah rempah termogenik, secara harfiah berarti menghasilkan panas.

Kunyit memiliki efek pembakaran lemak pada tubuh karena panas yang tercipta setelah makan dan selama proses pencernaan.

Kunyit juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit, termasuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dan mengurangi sekresi minyak oleh kelenjar sebaceous.

Penggunaan kunyit secara teratur bahkan dapat menghilangkan bekas jerawat. Sifat antiseptik dan anti-inflamasinya mempercepat penyembuhan luka dan menenangkan iritasi kulit.

Kayu manis

Rick Hay menjelaskan, kayu manis memberi nutrisi pada sistem saraf dengan menenangkan kadar gula darah, termasuk bagi penderita diabetes tipe 2.

Mengutip Dr Axe, kayu manis dapat mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung yang paling umum, termasuk tingkat kolesterol tinggi, kadar trigliserida tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa manfaat kesehatan lain dari kayu manis adalah mengurangi beberapa faktor risiko penyakit jantung yang paling umum, termasuk tingkat kolesterol tinggi, kadar trigliserida tinggi, dan tekanan darah tinggi.

Kayu manis juga dapat melindungi kesehatan gigi serta menyegarkan napas. Minyak esensial kayu manis juga digunakan pada beberapa produk kecantikan, sampo, dan parfum untuk membantu melawan infeksi serta menambahkan wangi yang khas.

Cabai

Dalam penelitian yang dilakukan pada perempuan Thailand, ditemukan bahwa cabai dapat dengan segera meningkatkan metabolisme sebesar 20 persen dan mempertahankannya hingga tiga puluh menit. Ini karena cabai memiliki efek thermogenik yang dapat meningkatkan metabolisme saat Anda memakannya dan setelahnya.

Cabai mengandung sampai tujuh kali kadar vitamin C dari jeruk dan memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, seperti melancarkan pencernaan, membantu meringankan migrain dan nyeri otot, serta dianggap sebagai pendorong metabolisme potensial untuk menurunkan berat badan.

Kelabat (fenugreek)

Nama kelabat atau fenugreek mungkin belum familier di telinga Anda. Bentuknya adalah daun hijau muda dengan bunga putih kecil. Ini termasuk keluarga kacang polong (fabaceae) dan juga dikenal sebagai jerami Yunani (trigonella foenum-graecum).

Benih kelabat rasanya agak pahit, tetapi jauh lebih enak ketika dimasak. Daunnya juga sering digunakan dalam memasak. Kelabat juga bisa diminum atau diolah menjadi bentuk pasta untuk dioles ke kulit.

Ketika mencobanya, Anda akan merasakan langsung berbagai khasiat, seperti membantu mengurangi peradangan internal dan eksternal, memperbaiki kehidupan seks dan fungsi reproduksi, dan memberikan dampak signifikan terhadap gairah, energi dan stamina seksual. Kelabat juga dapat meningkatkan nafsu makan.

Kelabat bahkan disarankan pada penderita anoreksia nervosa. Rekomendasi dari University of Maryland Medical Center adalah 250 sampai 500 miligram kelabat, dikonsumsi tiga kali sehari. Namun, ini mungkin tak aman bagi anak, berkonsultasi dengan dokter tetap diperlukan.

Jahe

Jahe dapat membantu mengaktifkan sistem produksi panas tubuh Anda, meningkatkan metabolisme. Jahe juga dapat menenangkan perut, melalui bahan kimia yang disebut gingerol yang membantu kontraksi perut.

Sebuah penelitian tahun 2010 yang dipublikasikan di jurnal Bioorganic and Medicinal Chemistry menemukan bahwa jahe mungkin mengikat reseptor serotonin otak yang bisa memiliki efek menenangkan pada kecemasan.

Jahe juga dapat bermanfaat untuk mengurangi nyeri dan rasa sakit otot. Menurut penelitian, mengonsumsi 2 gram jahe per hari, selama 11 hari, secara signifikan mengurangi nyeri otot pada orang yang melakukan latihan siku.

Dampaknya mungkin tidak langsung, tetapi efektif untuk mengurangi perkembangan nyeri otot pada hari ke hari.

Jintan hitam

Penelitian 2010 yang dilakukan di India terhadap 94 pasien diabetes tipe-2, hasilnya ditemukan bahwa konsumsi jintan hitam 2,5 miligram setiap hari dapat membantu menyeimbangkan kadar gula darah mereka.

‘Jinten hitam mengandung timol yang sangat bagus untuk fungsi pencernaan dan juga telah digunakan untuk mengobati masalah pernapasan dan kondisi kulit,’ kata Rick Hay.

Sebuah studi pada “Phytotherapy Research” menemukan adanya bahan kimia dalam biji jintan hitam yang menawarkan manfaat antioksidan, terutama thymoquinone kimia.

Mengonsumsi biji jintan hitam juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebuah studi pada Juni 2010 tentang “Imunofarmakologi dan Imunotoksikologi” mengevaluasi penggunaan biji jintan hitam pada sistem kekebalan tubuh subyek penelitian yang terpapar radiasi gamma.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa subjek yang diberi minyak biji jintan hitam secara oral mengalami lebih sedikit gangguan sistem kekebalan tubuh akibat paparan radiasi daripada subyek penelitian yang tidak diobati.

Penelitian ini menunjukkan minyak dari biji jintan hitam menawarkan perlindungan sistem kekebalan tubuh dari paparan radiasi