Mengenal Diet Tradisional Ala Jepang Beserta Manfaatnya

Seperti apa diet ala Jepang?

Nah, seperti halnya makanan yang mungkin pernah Anda jumpai di restoran-restoran Jepang, diet ini biasanya terdiri atas makanan pokok yang dilengkapi dengan sup, lauk, dan menu pendamping atau sampingan.

Komposisi diet ala Jepang antara lain:

  • Makanan pokok: nasi, mi, udon, atau soba.
  • Sup: dapat terdiri dari tahu, rumput laut, seafood, sayuran, dan kuah kaldu.
  • Lauk: ikan, seafood, tahu, atau tempe. Dapat Anda lengkapi dengan sedikit produk hewan lainnya, seperti telur atau daging merah.
  • Menu sampingan: sayuran mentah, rebus, tumis, atau kukus. Bisa juga berupa buah-buahan.

Sepintas, mungkin menu di atas terlihat seperti menu makanan sehari-hari saat Anda sedang tidak diet. Namun, yang membedakan adalah cita rasanya.

Diet ala Jepang menghindari bumbu-bumbu penyedap, seperti garam, gula, vetsin, kecap, ataupun sambal. Hal ini bertujuan untuk menonjolkan cita rasa asli dari bahan-bahan masakan dalam diet ini, yang disebut oleh orang Jepang dengan umami.

Sebagai tambahan, minuman yang dapat Anda pilih adalah teh hijau hangat. Anda juga tidak dianjurkan terlalu sering makan camilan saat menjalani diet ini.

Apa saja manfaat dari diet ala Jepang?

Berikut adalah berbagai manfaat yang dapat Anda peroleh dari diet Jepang:

1. Mengandung nutrisi dan senyawa yang bermanfaat

Menurut sebuah studi dari Tohoku University School of Public Health, Jepang, Anda dapat memperoleh beragam nutrisi dan senyawa yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti serat, kalsium, kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin A, C, dan E.

Tidak hanya itu. Teh hijau dalam diet Jepang ini juga merupakan sumber antioksidan yang tinggi, sehingga tubuh Anda dapat terlindungi dari berbagi penyakit dan kerusakan sel-sel.

2. Baik untuk sistem pencernaan

Tingginya kandungan serat dalam diet ini dapat membantu melancarkan pencernaan Anda, sehingga Anda terhindar dari risiko sembelit atau susah BAB.

Selain itu, dengan mengonsumsi banyak sayur dan buah yang kaya akan probiotik, Anda juga dapat mencegah terjadinya diare, perut kembung, serta gas berlebih.

3. Menjaga berat badan sehat

Porsi dalam diet ini terhitung kecil serta mengandung sedikit gula dan lemak. Maka itu, asupan kalori ke dalam tubuh Anda pun dapat berkurang.

Budaya makan orang Jepang juga mengajarkan bahwa Anda sebaiknya cukup merasa 80% kenyang saat makan. Dengan kebiasaan ini, Anda dapat mengontrol berat badan Anda dengan baik.

4. Mencegah penyakit kronis

Dengan menjalani diet ala Jepang, Anda juga mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi yang terdapat di Journal of Atherosclerosis and Thrombosis. Dalam penelitian tersebut, 33 orang menjalani diet ini selama 6 minggu.

Sebanyak 91% mengalami penurunan berat badan, kadar kolesterol jahat, serta faktor-faktor risiko diabetes di dalam tubuhnya.