Manfaat Buah Kelengkeng

1. Menjaga berat badan

Kalori adalah salah satu faktor yang menentukan berat badan. Jika kamu memiliki berat badan berlebih dan ingin mencapai berat badan ideal, salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengurangi makanan yang mengandung tinggi kalori, misalnya nasi putih, kue, es krim, dan fast food.

Sebagai gantinya, buah kelengkeng bisa kamu jadikan sebagai bagian dari menu diet kamu, sebab buah ini tidak mengandung banyak kalori. Di dalam 100 gram buah kelengkeng, hanya terdapat sekitar 200 kalori.

Selain itu, kandungan serat dalam kelengkeng juga bisa membuat tubuh merasa kenyang lebih lama. Hal ini bisa mencegah kamu untuk ngemil dan membantu menjaga berat badanmu.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Manfaat buah kelengkeng baik untuk menjaga daya tahan tubuh berkat kandungan antioksidan dan vitamin C yang cukup tinggi di dalamnya. Kedua jenis nutrisi ini berperan dalam membuat sel darah putih bekerja lebih baik, serta membantu meringankan peradangan.

Ketika sel darah putih bekerja dengan baik, maka tubuh pun dapat melawan bakteri dan virus penyebab infeksi. Dengan demikian, tubuh tidak akan mudah jatuh sakit.

3. Menangkal efek radikal bebas

Radikal bebas bisa menumpuk di dalam tubuh jika sering terpapar zat beracun, sinar matahari dalam waktu lama, atau polusi, seperti asap rokok dan kendaraan bermotor.

Jika jumlahnya terlalu banyak, radikal bebas bisa memicu kerusakan sel tubuh yang lama kelamaan berisiko menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit kardiovaskular dan kanker.

Untuk mencegah kerusakan organ tubuh berlanjut akibat radikal bebas, tubuh membutuhkan asupan antioksidan untuk menangkal efek radikal bebas. Salah satu buah yang kaya akan kandungan antioksidan adalah buah kelengkeng.

4. Menjaga kesehatan mata dan kulit

Karena kandungan nutrisi dan antioksidannya, buah kelengkeng bermanfaat juga untuk menjaga kesehatan mata dan kulit. Pada mata, antioksidan dan vitamin C dapat mengurangi peradangan, mencegah kerusakan mata, dan menurunkan risiko untuk terkena penyakit mata terkait penuaan, seperti katarak dan degenerasi makular.