Manfaat Bawang Merah

1. Menurunkan demam Demam sebenarnya bukan suatu penyakit, melainkan keadaan peningkatan suhu tubuh. Keadaan ini sering kali menjadi tanda adanya infeksi virus maupun bakteri pada tubuh. Setelah infeksi disembuhkan, suhu tubuh biasanya akan turun dengan sendirinya. Beberapa penyakit dengan gejala demam, di antaranya batuk, pilek, infeksi tenggorokan, diare, gondongan, campak, cacar.  Untuk menurunkan demam, bawang merah bisa digunakan dengan cara dikonsumsi maupun menjadi obat balur. Ketika ingin dikonsumsi, bawang merah bisa ditumbuk dengan air perasan jeruk nipis. Bawang merah juga bisa dipanggang, kemudian dihaluskan dan ditambahkan madu sampai terbentuk larutan kental. Larutan itu bisa diminum 1-2 sendok teh 3 kali sehari. Sedangkan untuk obat balur, bawang merah mentah bisa ditumbuk lebih dulu kemudian dicampur dengan jahe. Setelah itu, bahan tersebut tinggal dioleskan di sekeliling tengkuk secara merata. Bawang merah diketahui mengandung senyawa turunan alkaloid yang bersifat antipiretik. Senyawa tersebut bisa menurunkan demam, sekaligus berperan sebagai antibiotik alami terhadap kuman penyebabnya. 2. Menyembuhkan sariawan Sariawan atau moniliasis adalah infeksi jamur yang terjadi pada kulit dan lapiran mukosa mulut. Sariawan ini bisa disebabkan oleh jamur jenis Candida yang biasa ditemukan di daerah kelamin. Bentuk infeksi yang sering ditemukan yakni peradangan pada jaringan mulut, yang ditandai oleh tukak kecil berwarna putih dan nyeri di bagian mulut.  Untuk mengatasi sariawan, bawang merah bisa direbus dengan ditambahkan dengan belimbing wuluh, daun sariwan dan adas pulasari. Air rebusan bawang merah diketahui mengandung asam kaprilat yang berfungsi sebagai bahan antiseptik alami dan antijamur sehingga bisa mengatasi masalah candidiasis. Sedangkan, belimbing wuluh mengandung asam askorbat yang berguna untuk mengurangi inflamasi atau radang. Semantara, daun sariawan dan adas pulsari memiliki khasiat menyembuhkan sariawan. 3. Menyembuhkan pilek Pilek bisa dipahami sebagai kondisi tersumbatnya rongga hidung akibat infeksi saluran pernapasan bagian atas. Kondisi ini disebabkan oleh bermacam-macam jenis virus. Gejalanya bahkan bisa berupa sakit ternggorokan, demam, mata dan hidung berair, serta batuk. Untuk mengatasi pilek, bawang merah bisa dimanfaatkan dengan cara dihirup aromanya atau diminum dengan campuran air perasan jeruk nipis. Uap bawang merah yang ditimbulkan oleh kandungan senyawa eteris diketahui berfungsi sebagai dekongestan, yaitu mengencerkan lendir dan ingus. Dengan cara ini, lendir bisa dikeluarkan dari rongga hidung. 4. Mencegah masuk angin dan perut kembung Masuk angin bisa dipahami sebagai istilah awam untuk menggambarkan kondisi badan yang tidak enak, termasuk pada perut. Orang-orang biasanya menyebut demam ketika mendapati gejala mual, ingin muntah, hingga perut kembung.Demam bisa saja disebabkan oleh gangguan pencernaan, kurang tidur, dan beberapa faktor lainnya yang mengakibatkan gangguan fisiologis pada lambung. Sedangkan, kembung adalah suatu kondisi saat gas terkumpul di dalam lambung atau usus melebihi keadaan normal. Kondisi itu biasanya disertai dengan perasaan tidak nyaman dan bisa juga disertai dengan rasa sakit.  Untuk mencegah gejala tersebut makin parah, bawang merah bisa dimanfaatkan sebagai obat balur atau baik juga bila dikonsumsi. Ketika dijadikan obat balur, bawang merah bisa ditumbuk lebih dulu, kemudian dicampur dengan minyak kayu putih secukupnya. Ramuan tersebut lantas bisa digosokkan pada bagian leher, punggung, dada, dan perut. Sedangkan ketika akan digunakan sebagai obat oral, bawang merah bisa diperas kemudian airnya dicampur dengan air rebusan daun halba. Tambahkan dua sendok makan madu dan minum sehari sekali selagi masih hangat. 5. Mengobati cacingan Bawang merah diketahui mengandung senyawa alisin dan aliin yang memiliki efek antelmintik, yakni mampu membunuh cacing. Kedua senyawa itu memiliki efek farmakologi yang hampir sama dengan obat sintetik pirantel famoat, yang juga sering dipakai sebagai obat anticacing. 6. Mengobati disentri Disentri merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala, seperti, diare yang mengandung lendir serta darah, muntah-muntah, dan sakit perut. Kurangnya sanitasi kebersihan lingkungan disinyalir menjadi penyebab utama penyakit ini bisa diderita oleh seseorang. Di mana, orang-orang akhirnya bisa mengonsumsi makanan yang tidak higienis. Dalam kasus ini, bawang merah diyakini bisa hadir sebagai obat alternatif untuk mengatasi penyakit disentri.