Kurangin Makan Makanan yang Terlalu Manis Jika Tidak Mau Terkena Penyakit ini

1.Tidak bisa berhenti makan

Leptin merupakan protein yang dibuat dalam sel-sel lemak, beredar dalam aliran darah, dan diedarkan ke otak. Leptin adalah suatu hormon penanda bahwa Anda sedang lapar atau kenyang. Sebuah studi menemukan bahwa kadar gula yang berlebihan dalam tubuh Anda akan meningkatkan risiko resistensi leptin. Akibatnya, Anda tidak akan berhenti untuk makan karena otak Anda tidak akan merasa kenyang meskipun Anda sudah makan banyak. Resistensi leptin inilah yang akan membuat Anda terus makan yang dapat berakibat pada meningkatnya risiko obesitas.

2.Meningkatkan risiko diabetes dan obesitas

Robert Lustig, seorang pediatrik neuroendokrinologis, menyatakan bahwa terlalu banyak konsumsi makanan manis akan menumpuk lemak perut yang berbahaya dan membuat otak Anda selalu berpikir bahwa Anda sedang lapar. Akibatnya, timbunan lemak di bagian perut dapat menjadi tanda kesehatan yang buruk, seperti masalah peradangan dan tekanan darah tinggi. Selain itu, studi yang dilakukan oleh John L. Sievenpiper et al menyatakan bahwa kalori dalam gula jauh lebih berbahaya. Menambahkan gula dalam makanan dan minuman akan memberikan dampak yang lebih membahayakan. Fruktosa dikaitkan dengan memburuknya tingkat insulin dalam tubuh dan menyebabkan toleransi glukosa, yang merupakan faktor penentu kondisi pradiabetes ataupun obesitas.

3.Merusak jantung

Tidak hanya dapat meningkatkan risiko peningkatan berat badan, terlalu banyak makanan manis juga dapat mengembangkan penyakit jantung koroner. Studi yang diterbitkan dalam Journal of American Heart Association (2013) menemukan bahwa molekul pada gula yaitu glukosa 6-fosfat- dapat menyebabkan perubahan otot jantung yang dapat berujung pada gagal jantung. Selain itu, studi yang diterbikan dalam JAMA: Internal Medicine juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi gula 17-21% dari total kalori akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi gula 8% dari total kalori.

4.Meningkatkan risiko kanker

Setiap sel dalam tubuh Anda membutuhkan gula (glukosa) untuk digunakan sebagai energi. Glukosa tersebut nantinya akan dialirkan ke setiap sel dalam tubuh Anda untuk meningkatkan fungsi otak. Bahkan, tanpa karbohidrat, tubuh Anda akan tetap membuat gula dari sumber lain, termasuk protein dan lemak. Sehingga jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, Anda akan mengalami peningkatan berat badan. Kelebihan berat badan ternyata dapat menyebabkan perubahan kadar hormon seks atau insulin yang dapat meningkatkan risiko pengembangan kanker payudara, usus besar atau kanker rahim. Selain itu, sebuah studi juga menemukan bahwa terlalu banyak asupan gula dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, seperti kanker kerongkongan.