Kenali Penyebab Anak Kurang Gizi dan Gejala Awal yang Timbul

1. Ketidaktahuan orang tua tentang gizi

Kurangnya pengetahuan orang tua terhadap pola makan sehat dan gizi yang seimbang merupakan penyebab paling umum kurang gizi pada anak. Bila orang tua tidak mengetahui jenis dan jumlah nutrisi yang dibutuhkan anak, asupan nutrisi yang diberikan bisa tidak mencukupi kebutuhan anak sehingga ia menjadi kurang gizi.

2. Tingkat sosial ekonomi yang rendah

Kondisi sosial ekonomi keluarga yang kurang baik juga bisa menjadi penyebab anak mengalami kekurangan gizi. Hal ini karena jika porsi dan jenis makanannya tidak memenuhi kebutuhan gizi dalam waktu yang lama, anak akan mengalami gizi kurang.

Namun, hal ini bisa diakali dengan mengetahui sumber-sumber makanan yang bergizi lengkap yang mudah ditemui. Sumber makanan ini tidak perlu mahal, tetapi tetap terjaga kebersihannya.

3. Kebersihan lingkungan yang buruk

Lingkungan yang tidak bersih juga dapat menyebabkan anak mengalami kekurangan gizi, sebab lingkungan yang kotor bisa membuat anak terserang beragam penyakit. Hal ini dapat menyebabkan penyerapan gizi terhambat, meskipun asupan makanannya sudah baik.

4. Menderita penyakit tertentu

Selain karena makanan, anak kurang gizi bisa juga disebabkan oleh suatu penyakit atau kondisi medis, terutama penyakit saluran pencernaan yang membuat tubuh anak sulit mencerna atau menyerap makanan. Contohnya adalah penyakit celiacpenyakit Crohn, dan radang usus.

Selain itu, penyakit jantung bawaan dan penyakit infeksi, seperti TB paru, juga bisa menyebabkan anak mengalami kurang gizi.

Gejala Awal Anak Kurang Gizi

Beberapa gejala berikut bisa dialami oleh anak yang mengalami kurang gizi:

  • Berat badan dan tinggi badan anak berada di bawah kurva pertumbuhan
  • Kurang nafsu makan
  • Pertumbuhannya terlambat
  • Mudah merasa lelah dan terlihat lesu
  • Lebih rewel
  • Kurang perhatian terhadap lingkungan sekitar
  • Kulit dan rambut tampak kering
  • Rambut mudah rontok
  • Pipi dan mata terlihat cekung
  • Jaringan lemak dan otot berkurang
  • Mulut dan gusi mudah terluka
  • Rentan terkena infeksi karena menurunnya sistem kekebalan tubuh
  • Proses penyembuhan luka lambat