Daftar Bahan Rempah yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

1. Kayu manis (cinnamon)

Kayu manis merupakan salah satu rempah-rempah yang sangat sering dipakai untuk penambah rasa berbagai masakan dan minuman. Kayu manis mengandung cinnamaldehid yang digunakan untuk keperluan medis sebagai obat anti-bakteri atau anti jamur. Selain itu, kayu manis juga mengandung antioksidan yang dapat membantu mengobati inflamasi pada tubuh dan menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida dalam darah. Dari penelitian yang melihat hubungan konsumsi kayu manis dengan kesehatan jantung, diketahui bahwa mengonsumsi kayu manis setidaknya 120 mg per hari dapat menaikkan kadar kolesterol baik dalam darah.

Sebuah studi menyatakan bahwa kayu manis baik dikonsumsi bagi penderita diabetes karena dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Studi tersebut membuktikan bahwa penderita diabetes yang mengonsumsi kayu manis mengalami penurunan gula darah puasa sebanyak 10 hingga 29 persen. Ukuran kayu manis yang baik untuk dikonsumsi sehari adalah sebanyak setengah hingga dua sendok makan atau sekitar 1 hingga 6 gram. Kayu manis tersebut dapat menjadi penambah rasa pada makanan dan minuman yang Anda konsumsi.

2. Kunyit

Kunyit adalah jenis tanaman rimpang dengan warna kuning yang khas. Karena warna kuning yang pekat ini, kunyit sering dijadikan sebagai pewarna berbagai makanan. Zat antioksidan juga dimiliki oleh kunyit ini dapat melindungi tubuh dari efek radikal bebas dan mengurangi risiko terkena kanker. Selain itu, kunyit juga mengandung zat anti-inflamasi, yaitu zat yang mengurangi kadar histamin dan meningkatkan kortisone alami dalam tubuh. Hal ini dapat membantu tubuh dalam mengangani inflamasi dan infeksi dalam tubuh.

Rimpang kuning ini juga bisa menjaga kesehatan hati, mengonsumsi kunyit dapat membantu metabolisme lemak dan meningkatkan pengeluaran bilirubin oleh kelenjar empedu. Hal ini baik untuk mencegah batu empedu dan dapat membantu mengobati penderita batu empedu. Kunyit memiliki dampak baik untuk kesehatan jantung, sebuah penelitian yang dilakukan pada kelinci yang mengalami aterosklerosis menunjukkan bahwa konsumsi kunyit pada kelinci tersebut dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

3. Jahe

Jahe sering digunakan sebagai obat alternatif untuk mengobati berbagai penyakit. Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa jahe baik untuk mengobati gejala mual, termasuk gejala mual yang muncul pada ibu hamil, penderita kanker yang sedang menjalani kemoterapi, dan mabuk laut. Jahe juga bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan dapat mengurangi rasa nyeri yang muncul pada tubuh. Sebuah penelitian membuktikan bahwa jahe memiliki peran yang sama seperti aspirin ketika terjadi inflamasi pada tubuh. Bahkan dalam penelitian lain disebutkan bahwa menggabungkan jahe, kayu manis, dan minyak wijen bermanfaat untuk mengurangi nyeri dan ketegangan otot, sama seperti kerja aspirin atau ibuprofen yang dipakai untuk mengurangi nyeri.

4. Cengkeh

Cengkeh adalah tangkai bunga kering yang berasal dari keluarga pohon Myrtaceae. Banyak yang menyebutkan bahwa cengkeh memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan, namun memang penelitian akan manfaat cengkeh bagi kesehatan masih sedikit. Beberapa mengatakan bahwa cengkeh berguna untuk mengobati sakit gigi dan gusi, bahkan luka pada mulut. Berdasarkan penelitian yang dilaporkan di Journal of Dentistry, menunjukkan bahwa cengkeh dapat menjadi pengganti obat penahan rasa sakit, seperti benzocaine. Selain itu, Journal of Medical Microbiology menyatakan bahwa cengkeh dapat menghambat pertumbuhan jamur. Bahkan, beberapa penelitian lain menyebutkan cengkeh dapat mencegah ejakulasi dini pada pria.

5. Pala

Pala yang sering digunakan sebagai bumbu tambahan dalam masakan, ternyata bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri pada tubuh, sebagai zat anti-inflamasi, dan membantu menyembuhkan artritis. Selain itu, pala juga berguna untuk membantu merangsang gerakan peristaltik pada usus dan memicu pengeluaran asam lambung yang dapat membantu proses pencernaan berjalan lebih cepat. Di dalam pala, terdapat kandungan myristicin dan maceligan yang dianggap dapat menurunkan risiko terkena Alzheimer dan memperlambat penurunan kemampuan mengingat. Jika Anda tidak percaya diri dengan bau mulut, maka mengonsumsi pala dapat menjadi salah satu solusi. Mengonsumsi makanan yang mengandung pala, dianggap dapat mencegah bau mulut karena di dalam pala terdapat kandungan zat anti-bakteri. Oleh karena itu, pala kadang juga digunakan untuk campuran pasta gigi dan obat kumur.