Batuk Makin Parah? Hindari Makanan Berikut ini!

1. Makanan yang digoreng

Mungkin Anda sering kali mendengar anjuran untuk menghindari makanan yang digoreng saat sedang batuk. Ternyata hal ini memang benar adanya. Sebenarnya bukan makanannya yang memperparah batuk, melainkan minyak yang digunakan untuk menggoreng.

Minyak, terutama minyak jelantah yang telah dipakai berulang kali, menghasilkan senyawa akrolein yang akan memicu rasa gatal menyiksa di tenggorokan. Semakin sering dan banyak jumlah minyak yang digunakan, maka akan semakin buruk kualitas minyak dan berbahaya untuk kesehatan. Tidak hanya itu, tekstur kasar dari gorengan juga bisa membuat dinding tenggorokan mengalami iritasi. Dampaknya akan lebih parah jika Anda mengalami batuk kering.

Selain itu, gorengan bukan hanya memicu batuk secara langsung. Alasan lain kenapa gorengan menjadi makanan yang perlu dihindari saat batuk karena dapat menyebabkan naiknya asam lambung dan alergi makanan. Refluks asam lambung yang naik dapat memicu terjadinya penyempitan saluran napas kemudian menyebabkan batuk.

Jadi, selama kondisi batuk belum juga membai, sebaiknya hindarilah konsumsi makanan yang dilarang saat batuk ini.

2. Minuman yang mengandung kafein

Selain makanan, terdapat juga jenis minuman yang perlu dihindari konsumsinya secara berlebihan saat batuk, beberapa di antaranya adalah minuman yang mengandung kafein. Pasalnya, kafein akan memicu gas asam dari lambung naik kembali ke tenggorokan. Kondisi ini yang kemudian mengakibatkan tenggorokan gatal akibat batuk Anda semakin memburuk dan tidak kunjung sembuh.

Kafein sendiri terdapat dalam kopi, teh, dan soda perlu dihindari konsumsinya selama batuk berlangsung. Untuk meredakan batuk, anda tidak harus berhenti mengonsumsi minuman kafein, tapi penting untuk mengendalikan konsumsinya. Oleh karena itu, konsumsi minuman berkafein secukupnya saja, misalnya satu gelas kopi per harinya.

3. Makanan olahan

Anda bisa membantu proses penyembuhan batuk dengan menjauhi makanan olahan, meliputi makanan kemasan, fast food, keripik, dan lain sebagainya. Bukan tanpa alasan, sebuah studi yang diterbitkan oleh British Journal of Nutrition, menyatakan bahwa nutrisi punya peran penting untuk mendukung kerja sistem kekebalan tubuh yang akan melawan infeksi.

Dengan kata lain, asupan nutrisi yang optimal dalam tubuh akan membantu meredam batuk dengan cara memperkuat sistem kekebalan dan mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya. Jika ingin batuk cepat sembuh, sebaiknya makanan olahan dihindari konsumsinya dan diganti dengan makanan yang padat gizi untuk mengoptimalkan fungsi tubuh saat sakit.

Konsumsi makanan yang dilarang saat batuk ini bisa diganti dengan makanan yang kaya kandungan nabati seperti kacang kedelai dan sayuran. Makanan ini dapat membantu melawan infeksi virus penyebab batuk.

4. Makanan pemicu alergi

Berbagai masalah kesehatan dapat menyebabkan batuk. Selain infeksi virus, batuk menjadi salah satu gejala dari reaksi alergi. Kondisi alergi terjadi ketika terjadi reaksi berlebihan dari sistem imun terhadap zat di dalam makanan.

Ada beberapa makanan penyebab alergi sehingga memperburuk kondisi batuk Anda. Makanan tersebut dapat berupa makanan laut, telur, kacang, dan lainnya. Mengenali makanan yang bisa memicu alergi dalam tubuh sekaligus menghindarinya, adalah salah satu cara tepat untuk meredakan batuk yang mengganggu.

Selain menyebabkan batuk, terus mengonsumsi makanan penyebab alergi juga dapat memicu reaksi alergi yang lebih serius seperti kejang dan sesak napas. Makanan pemicu alergi dengan bahan dasar susu juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada anak-anak dan balita.