Bahayanya Langsung Minum Setelah Makan

1. Menguras banyak energi


Pakar kesehatan menyarankan, ketika seseorang usai makan setidaknya memberikan jeda sedikitnya 30 menit baru kemudian minum. Hal itu dimaksudkan agar sistem pencernaan tidak bekerja lebih keras. Kebiasaan langsung minum usai makan dapat membuat sistem pencernaan bekerja hingga tiga kali lipat dari normal. Tentu akan menguras banyak energi, padahal makanan belum dicerna dengan sempurna.

2. Mudah lapar


Tubuh manusia membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mencerna makanan yang baru saja dimakan dengan sempurna. Dalam situasi ini, sistem pencernaan akan menjaga keseimbangan antara cairan dan material makanan padat untuk menyerap nutrisi dengan baik.ADVERTISEMENT

Jika usai makan seketika langsung minum, maka keseimbangan tersebut akan terganggu. Hal itu berakibat makanan tidak dapat dicerna dengan baik. Bahkan dalam banyak kasus, hal tersebut membuat orang akan mudah merasa lapar meski sudah makan cukup banyak.

3. Meningkatkan risiko obesitas


Ketika banyak energi yang terkuras akibat sistem pencernaan bekerja lebih keras, maka seseorang akan mudah mengantuk. Jika seseorang melayaninya, tentu akan memicu terjadinya obesitas. Belum lagi jika mudah merasa lapar, maka jalan praktisnya adalah makan. Dengan makan secara terus-menerus maka bisa diketahui bagaimana akhirnya.ADVERTISEMENT

4. Berisiko masalah malnutrisi

Langsung minum usai makan juga akan memengaruhi enzim yang bekerja dalam sistem pencernaan. Hal itu dapat menjadikan penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi tidak maksimal. Jika hal tersebut sering terjadi, maka akan memicu risiko mengalami malnutrisi meskipun makanan yang dikonsumsi bergizi tinggi.

5. Berisiko terkena diabetes


Tujuan dari mengkonsumsi makanan adalah untuk mencukupi energi dan beberapa zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Langsung minum usai makan dapat memengaruhi kualitas makanan yang dikonsumsi di dalam perut. Jika hal itu terjadi, dikhawatirkan akan memengaruhi kadar kolesterol di dalam tubuh atau bahkan meningkatkan risiko terkena diabetes.