Bahaya Mengkonsumsi Gandum Secara Rutin dan Berlebihan

1. Memicu kadar gula darah
Produk yang dibuat menggunakan biji-bijian olahan, seperti roti putih, memicu kadar gula darah karena dicerna dengan cepat, yang menyebabkan melonjaknya kadar gula darah. Ketika mengkonsumsi produk biji-bijian, gandum utuh terdiri dari serat. Semakin banyak serat, semakin lambat kadar gula darah dipicu. Tetapi, ketika biji-bijian direduksi menjadi partikel yang lebih halus maka cenderung dicerna dengan cepat dan mengakibatkan naiknya kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti diabetes, obesitas, penyakit kardiovaskular.

2. Menyebabkan alergi terkait gluten
Gluten adalah bentuk protein yang ditemukan dalam berbagai biji-bijian, termasuk gandum. Protein ini memberikan elastisitas pada adonan gandum. Banyak orang menderita intoleransi gluten. Konsumsi gluten dengan cara apa pun mengarah ke masalah terkait pencernaan seperti diare, gas, atau sakit perut.

Beberapa orang yang menderita penyakit otoimun, seperti penyakit celiac, juga kesulitan dalam mencerna makanan karena usus kecil menjadi lebih sensitif terhadap gluten. Orang dengan intoleransi gluten atau penyakit celiac harus berkonsultasi dengan dokter untuk beralih ke pengganti yang lebih aman.

3. Mengurangi penyerapan mineral oleh tubuh
Biji mengandung zat yang disebut asam fitat, yang memiliki kemampuan untuk menyerap mineral penting oleh tubuh. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan Desember 2002 dalam jurnal American Family Physician, serat gandum dapat memicu defisiensi vitamin D dengan membakar vitamin D yang disimpan oleh tubuh.

Gandum utuh mengandung lebih banyak asam fitat dibandingkan dengan gandum olahan. dan membuat tubuh kurang menyerap beberapa mineral, seperti kalsium, zat besi, seng, dan magnesium.

4. Memicu risiko penyakit jantung
Ada berbagai jenis kolesterol jahat (LDL), tergantung pada ukuran molekulnya. Jenis-jenis ini dapat didefinisikan sebagai pola A dan pola B. Mereka yang memiliki tingkat tinggi pola B kolesterol, juga dikenal sebagai partikel LDL padat, berada pada risiko lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan dengan pola A.

Sesuai penelitian yang diterbitkan di NCBI (Pusat Informasi Bioteknologi Nasional) pada Agustus 2002, penelitian selama 12 minggu dilakukan yang melibatkan 36 pria obesitas yang termasuk dalam kelompok usia 50 hingga 75 tahun, yang dibagi menjadi dua kelompok.

Salah satu kelompok diberi oat sementara kelompok lainnya diberi tepung terigu dari gandum utuh. Faktor risiko yang terkait dengan penyakit jantung diskalakan dan ditemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi oat mengalami penurunan LDL total, LDL padat kecil, bersama dengan jumlah partikel LDL. Sedangkan, kelompok yang mengonsumsi tepung terigu mengalami lonjakan LDL 8 persen, peningkatan serta pemicu 14,2 persen dalam jumlah partikel LDL.

5. Penyakit otak
Penelitian telah mengungkapkan bahwa ada hubungan antara konsumsi gandum dan penyakit otak. Penyakit otak ini disebabkan karena asupan gluten.