3 Makanan Penyebab Diare yang Harus Dihindari Saat Perut Kosong

Makanan penyebab diare harusnya benar-benar diperhatikan untuk dihindari. Apalagi jika perutmu sedang kosong. Mengonsumsi makanan yang tidak bersih atau makanan tertentu merupakan beberapa penyebab diare.

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang bisa dibilang sangat berbahaya dan berdampak buruk buat kesehatan jika tidak segera diatasi dengan baik. Menjaga kebersihan tangan dan makanan dalam hal ini merupakan hal yang terpenting.

Kopi

Penyebab diare saat perut kosong yang pertama adalah kopi. Banyak orang yang sangat menyukai kopi, bahkan sampai kecanduan. Rasanya yang khas dan aromanya yang wangi membuat kopi disukai oleh hampir semua orang.

Tapi tahukah kamu, konsumsi kopi di saat perut masih kosong bisa meningkatkan risiko masalah diare. Tak hanya itu saja, konsumsi kopi saat perut masih kosong juga dikaitkan dengan risiko maag yang lebih tinggi. Kandungan kafein dan zat asam di dalam kopi dipercaya mampu mengiritasi lapisan lambung jika ia dikonsumsi saat lambung atau perut masih kosong.

Makanan Pedas

Selain itu, makanan pedas termasuk pada jenis makanan penyebab diare yang harus dihindari saat perut kosong. Buat kamu yang sangat suka dengan makanan pedas, usahakan untuk senantiasa hati-hati saat konsumsi makanan pedas. Jangan sampai, kamu konsumsi makanan pedas ketika perut atau lambung masih kosong.

Konsumsi makanan pedas saat lambung masih kosong bisa meningkatkan risiko diare yang sangat tinggi. Ini juga bisa menyebabkan nyeri perut dan perut kembung. Jadi, sebaiknya kamu harus benar-benar memperhatikan konsumsi makanan saat perut masih kosong.

Buah Jeruk

Buah jeruk tentunya dikenal dengan manfaatnya yang kaya akan vitamin C dan sangat baik buat kesehatan. Tapi, konsumsi buah jeruk di saat perut masih kosong justru berbahaya dan bisa meningkatkan risiko diare.

Zat asam yang sangat tinggi di dalam buah jeruk dipercaya mampu mengiritasi lapisan lambung dan mengacaukan sistem pencernaan jika ia dikonsumsi saat perut masih kosong.