Kecap ABC dalam Kemasan Dinamis-Modern
KOMPAS.com – Kecap adalah salah satu bahan makanan yang jadi kesukaan banyak orang di segala usia. Untuk mempertahankan eksistensi dan kenikmatan citarasanya di tengah keluarga, Kecap manis ABC Mantaap meluncurkan desain kemasan terbaru yang lebih modern dan dinamis.

"Re-desain ini sebenarnya bertujuan untuk memberi kesan yang lebih segar dan moden. Pengembangan konsep untuk menyesuaikan dengan keadaan saat ini agar lebih mudah diingat," ungkap Chatrin Christina, Brand Manager PT Heinz ABC Indonesia, saat peluncuran desain baru Kecap Manis ABC Mantaap di Graha CIMB Niaga, Sudirman, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Ia menambahkan, meski varian kecap ini dihadirkan dengan desain kemasan baru, tak ada perubahan komposisi dan rasa dalam kecap manis ini. Heinz ABC sampai saat ini tetap mempertahankan citarasa kecap yang gurih dan nikmat sesuai dengan resep aslinya yang dibuat pada tahun 1975.

Salah satu bahan rahasia pembuatan Kecap ABC adalah penggunaan kedelai kuning dan gandum. Dalam pembuatan kecap ini, gandum berperan untuk menambah rasa gurih dalam kecap, dan menambah kandungan protein.

Gurih dan manisnya kecap ternyata juga menginspirasi para chef untuk menciptakan aneka masakan modern. "Kecap manis ini memungkinkan kami bebas berkreasi menciptakan resep-resep masakan pilihan. Tidak hanya yang berakar pada masakan tradisional, tapi juga makanan modern," ungkap Chef Degan Septoadji, dalam acara yang sama.

Selain meluncurkan kemasan dengan desain baru, Heinz ABC juga mengadakan berbagai acara dengan tema "Masakan Ibu Selalu Jadi Pilihan Keluarga". Acara ini diikuti oleh para ibu rumah tangga dari berbagai latar belakang. Rangkaian acara dimulai dengan talkshow bersama Arzetti Bilbina dan psikolog Anna Surti Ariani, untuk membahas kebiasaan makan keluarga. Acara diselingi demo masak dari Chef Degan.

Junita, Sosok di
KOMPAS.com - Berbagai buku resep karya para instagramer yang kerap berbagi resep olahan dapur, mulai bermunculan.

Salah satu buku yang tengah hits adalah "Home Cooking ala Xander's Kitchen" terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Buku ini kini telah memasuki cetakan ke-11 dan masih terus di buru.

Sosok di balik buku ini adalah Junita (41), si empunya akun Instagram @ xanderskitchen, dengan followers lebih dari 400 ribu.

Bagaimana kisah Junita dan buku resep hitsnya?

Awalnya tak tertarik masak

 Semua orang bisa memasak. Familiar dengan kalimat tersebut?

Kalimat andalan dari film animasi Ratatouille itu mungkin menjadi inspirasi bagi mereka yang punya mimpi sukses di dunia kuliner.

Baca juga: Berawal dari Ngeblog, Endang Just Try and Taste Hasilkan 6 Buku Resep

Kalimat ini pula yang jadi pegangan Junita. Resep-resep yang dibagikannya, kerap diikuti oleh para followers @xanderskitchen.

Melalui akun ini, Junita berbagi cerita hidup dan kecintaannya dalam dunia memasak.

Dok. Junita Junita, pemilik akun @xanderskitchen.Junita, yang dihubungi Kompas.com, Senin (25/6/2018), mengaku, awalnya ia tidak bisa memasak.

Ketertarikannya pada dunia masak memasak baru dimulai sekitar 6 tahun lalu. 

Sampai lulus pun enggak bisa masak, karena mungkin belum terpanggil jiwanya. Waktu di rumah anak-anak masih kecil, ya saya bisa masak, cuma masak sekadarnya aja, kata lulusan Akademi Pariwisata Trisakti, Jakarta, ini.

Ia mengatakan, resep masakan yang kerap dibagikannya merupakan masakan yang mudah, simpel, dan membangkitkan memori.

Itulah masakan yang dulu saya makan, kata dia.

Berawal dari niat iseng ingin mengabadikan dan menyimpan foto hasil masakan, Junita kemudian membuat akun Instagram atas saran anaknya.

Setiap kali selesai memasak, ia selalu memotret dan mengunggah hasil masakannya.

Awalnya, dokumentasi ini hanya bertujuan untuk menyimpan hasil kreasinya.

Dari beberapa hasil unggahan foto masakan oalahan Junita, ternyata banyak yang menanyakan resepnya.

Kemudian, ibu tiga anak ini pun selalu menyertai postingannya lengkap dengan resep masakan tersebut.

Baca juga: Kreatif, Donat dan Cake Zaman Now Ala Ayu Widya

Ketika resep Killer Soft Bread milik Victoria Bakes viral, Junita juga turut membuat dan mengunggahnya ke Instagram.

Setelah ia mengunggah foto Killer Soft Bread, para followers banyak yang menanyakan resep roti itu. Akun @xanderskitchen semakin dikenal.

Hampir setiap hari, Junita membagikan aneka resep masakannya.

Dok. Junita Ayam goreng tepung, salah satu masakan yang dibagi Junita dalam akunnya, @xanderskitchen.
Junita juga sering berbagi cerita kesehariannya.

Perjalanan wisata ke beberapa tempat di NTT, khususnya kehidupannya bersama keluarga kecilnya ketika masih tinggal di Pulau Lembata, menjadi salah satu konten di akunnya..

Jadi kehidupan sehari-hari juga, Instagram saya enggak fokus ke masakan saja, ujar Junita.

Di Lembata, kisah Junita, keadaannya berbeda dari Pulau Jawa. Untuk mendapatkan bahan makanan yang diinginkan, misalnya, ia mengaku harus pergi ke ibu kota provinsi, Kupang.

Di Pulau Lembata bahan makanan terbatas, sayuran juga enggak selalu ada. Sayuran seperti brokoli enggak ada, ujar dia.

Baca juga: Fitur Swipe-up di Instagram Stories Jadi Andalan Selebgram dan Media

Setelah menghabiskan waktu selama 1 tahun 7 bulan di Pulau Lembata, Junita kini sudah kembali ke Jakarta.

Buku "Home Cooking ala Xander's Kitchen"

Kini, resep-resep yang pernah dibagikan Junita melalui akun Instagram-nya, bisa ditemukan dalam buku resep "Home Cooking ala Xander's Kitchen: 100 Resep Hits di Instagram.

Buku yang sudah memasuki cetakan ke-11 sejak diluncurkan pada Januari 2018 ini, menjadi pencapaian besar dalam dunia buku resep masak.

Bahkan, mendapat predikat Mega Bestseller dengan penjualan lebih dari 40 ribu kopi selama 5 bulan sejak diluncurkan.

Saat ditanya mengenai resep sukses bukunya, Junita mengatakan, hal tersebut tak lepas dari followers di Instagram yang juga ikut mempromosikan.

Terima kasih banyak kepada teman2 …buat kiriman foto recook , foto buku , display buku di Gramedia , cerita2 positif ttg buku sy …Hari ini sy diberi data sales buku per 1 – 20 Juni buku terjual sebanyak 4.336 eks sangat2 luar biasa buat sy ….Tuhan memang luar biasa ya. Siang ini ada yg memborong buku sy sebanyak 200 eks di Gramedia Puri Indah…entah utk apa tp semoga buku itu bermanfaat buat yg membaca Sy pikir ini libur Lebaran pada mudik ga ada yg beli buku termyata malah makin banyak ???? tiap2 hari puluhan DM sy terima isinya semua cerita teman2 ttg buku sy …rupanya banyak yg pakai uang THR buat beli buku. Terharuu …Senang banget dapat kiriman foto masakan Lebaran teman2 yg isinya bisa 1 meja full hasil recook resep2 dr buku…malah banyak yg selama ini ga pernah masak buat Lebaran tp berhasil masak dg modal resep2 di buku ???? Buku baru restock minggu kemarin tp di Surabaya dan beberapa cabang lain sudah kosong

A post shared by Xander's Kitchen (@xanderskitchen) on Jun 21, 2018 at 4:30am PDT

Mereka yang membeli bukunya, kata Junita, selalu mengunggah di media sosial. Hal ini membuat orang tertarik dan kemudian memutuskan untuk membeli buku itu.

Mereka beli, mereka masak, mereka posting, dari situ kan ramai. Jadi tiap hari menambah rasa penasaran, ujar Junita.

Junita mengatakan, proses penulisan bukunya terbilang cukup lama. Junita membutuhkan waktu satu tahun untuk menyelesaikan resep masakan yang ditampilkan dalam buku tersebut.

Resep-resep masakan Nusantara cukup dominan dalam buku ini.

Itulah masakan yang dulu saya makan. Rasa di buku mengembalikan memori dan kenangan masa kecil, ujar Junita.

Dalam proses lahirnya buku ini, Junita terlibat aktif, dalam penulisan resep, termasuk dokumentasi foto.

Baca juga: Cerita Selebgram Kebanjiran Follower dalam Satu Malam

Yang menarik, foto-foto yang ditampilkan dalam buku resep itu diambil hanya dengan menggunakan kamera ponsel.

Ke depannya, Junita berencana menerbitkan buku kumpulan resep khusus kue. Ia masih mengumpulkan resep-resepnya.

Junita juga memberikan tips bagi pemula yang ingin belajar memasak.

Ia menekankan, pada prinsipnya, semua orang bisa memasak. Untuk bisa memasak, kata dia, yang terpenting adalah kemauan.

Apalagi, sekarang ini sangat mudah menemukan resep masakan di internet dan media sosial.

Jika sudah terbiasa masak, lama-lama kemampuannya meningkat. Yang hari ini cuma nyontek resep, sekarang bisa buat resep, kata Junita.