Menanti Kuliner Nusantara Mendunia
SIAPA bilang Indonesia kalah segalanya dari negara lain. Untuk yang satu ini, Indonesia harus berbangga. Banyak orang menyukai, bahkan rela jauh-jauh menyeberang samudra hanya untuk mendapatkannya, yakni menikmati kuliner asli Indonesia.

Saya selalu membutuhkan yang asli buatan Indonesia. Pemasok bahan saya dari Bandung dan setahu saya ia mengambilnya dari Jawa Timur. Tanpa itu, rasa masakan ada yang kurang, ujar Bahar Riand Passa, direktur sekaligus pengelola bisnis keluarga Ayam Penyet Presiden di Singapura, awal April lalu.

Terasi dan petis. Dialah si kecil yang sekilas remeh, tetapi penting bagi kenikmatan cita rasa masakan Indonesia ala Bahar. Tanpa terasi dan petis Indonesia, ia tidak akan bisa menyajikan Ayam Penyet Presiden yang sudah dibangunnya sejak 2009. Kini, Ayam Penyet Presiden sudah buka di tiga tempat di Singapura, yaitu di kawasan Jalan Orchard, Serangoon, dan di Tampines.

Dalam sehari, satu restoran keluarga Bahar tersebut bisa dikunjungi 600-an konsumen, baik orang Indonesia yang berada di Malaysia maupun orang Singapura, serta orang AS dan Eropa. Tinggiya minat terhadap masakan Indonesia membuat Bahar berencana membuka cabang ayam penyet lagi tahun ini.

Jika masakan Indonesia ala Bahar mewakili era kekinian, ada juga masakan Indonesia yang sudah berkembang sejak tahun 1940-an di Singapura. Dialah sate Sudi Mampir milik Pak Johan, warga asli Klaten yang saat itu mengadu nasib di Singapura.

ARSIP DOYANKULINER.COM Sate ayam madura di Blok S, Jakarta Selatan. Warung Sudi Mampir menyediakan sate ayam dan sate babat favorit orang Singapura. Warung tersebut kini diteruskan oleh anaknya, Pak Gunawan (65). Lokasinya berada di food court Jalan Haig, Singapura. Warung ini buka pukul 10.30-17.00 waktu setempat (Rabu dan Kamis tutup). Namun, biasanya pukul 15.00 WIB, sate sebanyak 3.000-an tusuk yang dibawa Pak Gunawan sudah ludes terjual.

Masakan Indonesia itu luar biasa. Rasanya sangat nikmat sehingga banyak orang suka, mulai dari warga biasa hingga penghuni istana, ujar Gunawan menceritakan kisah sate Sudi Mampir yang pernah menjadi suguhan di istana negara Singapura.

Jika Bahar dan Gunawan adalah pelaku usaha kuliner Indonesia berdarah Indonesia, lain halnya dengan Fiona (55). Ia adalah warga Singapura tetapi pencinta sejati masakan Indonesia. Mulai tahun 2000, ia membuka rumah makan masakan Indonesia Cumi Bali di daerah Tanjong Pagar.

Fiona menjual menu di antaranya lodeh, tahu tempe balado, sate, rendang, tahu telor, ikan asam pedas, es cendol, dan bubur ketan hitam. Ia yang dibantu dua koki asal Indonesia (Padang dan Bintan) berusaha menyuguhkan aneka masakan khas Indonesia dengan cita rasa asli.

Untuk mendapatkan rasa otentik, saya harus mendapatkan gula jawa dari Indonesia. Gula merah di sini berbeda, tidak memberikan rasa nikmat seperti gula jawa dari Indonesia. Untuk bumbu lain, saya bisa dapatkan dari Singapura atau Batam, ujar Fiona.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Hidangan empal gentong di sebuah warung makan milik di Jalan Raya Indramayu – Cirebon, Eretan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Empal gentong adalah kuliner berupa daging sapi dengan kuah yang merupakan makanan khas setempat yang bisa didapat di sepanjang jalur pantai utara dari Indramayu menuju Cirebon. Untuk mengetahui resep masakan Indonesia, Fiona rajin berkunjung ke Indonesia. Di sana, ia mencicipi beragam kuliner Nusantara dan memprediksi bumbu-bumbunya. Saat kembali ke Singapura, Fiona membeli rempah-rempah yang diinginkan. Di negaranya, Fiona pun mempraktikkan masakan yang telah dicicipinya tersebut.

Bahar, Gunawan, dan Fiona adalah beberapa pelaku usaha masakan Nusantara yang sudah memiliki nama di Singapura. Dari mereka-mereka inilah, kuliner Nusantara dikenalkan. Harapannya, banyak pelaku usaha masakan Indonesia lain hingga ke seluruh pelosok dunia.

Jambore kuliner

Selain kuliner tersebut, sebenarnya upaya mengenalkan kuliner Nusantara juga dilakukan oleh Kecap Bango. Pekan lalu, tepatnya 8-12 April 2015, Bango mengusung empat masakan tradisional Indonesia untuk mengikuti jambore kuliner di ajang World Street Food Congress (WSFC) 2015 di kawasan terbuka Bugis, Singapura.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Ayam Taliwang Empat masakan itu adalah soto ambengan Pak Sadi, Surabaya; gudeg Yu Nap, Bandung; kupat tahu gempol, Bandung; dan ayam taliwang, Lombok. Masakan tradisional Nusantara tersebut buka stan mulai 8-12 April 2015 mulai pukul 17.00-22.00 waktu setempat.

Keempat masakan khas Indonesia tersebut menyajikan 100-300 porsi makanan siap jual setiap hari. Pada Rabu (8/3/2015) malam seusai pembukaan, masakan Indonesia langsung diserbu pembeli, baik warga lokal Singapura maupun WNI yang tinggal atau belajar di Singapura. Para pembeli rela menunggu berdiri berjajar hanya untuk bisa membeli makanan Indonesia dengan tarif 8-10 dollar Singapura per porsi.

Erlia Anom (35), WNI yang sudah memiliki residen permanen di Singapura, datang bersama suami hanya untuk menikmati empat makanan itu. Jarak rumah ke lokasi acara sekitar 20 kilometer dan ditempuh dengan dua kali naik MRT tidak menyurutkan niat pasangan itu untuk menikmati kuliner Tanah Air tersebut.

Empat masakan Indonesia tersebut setidaknya mengobati kerinduan saya akan cita rasa asli masakan Indonesia. Di sini, meski dijual masakan Indonesia, rasanya beda, ujarnya. Erlia berharap, makanan Indonesia yang dipromosikan ke luar negeri lebih banyak lagi.

Sylvia bersama teman yang tinggal di daerah Yishun juga rela antre hanya agar bisa membungkus empat porsi gudeg. Saya memang suka gudeg. Datang ke sini untuk mencicipi masakan gudeg ini, ujar Sylvia, warga Singapura yang pernah berkunjung ke Yogyakarta.

KOMPAS/ALIF ICHWAN Surabi Ajang WSFC sudah digelar dua kali. Kegiatan pertama digelar tahun 2013. Saat itu, Indonesia menyertakan lima makanan, yaitu kue pancong dan kue pukis, kerak telor betawi, masakan manado RM Tambala, masakan minang, dan sate sapi Hj Diding Jakarta. Dalam WSFC 2015 ini setidaknya ada 24 stan dari sejumlah negara.

Kegiatan ini bertujuan membuka jaringan kerja sama, memberikan ide baru terkait usaha kuliner, dan terutama merayakan budaya makanan jalanan sedunia. Setiap makanan jalanan ini bisa menjadi duta bagi negaranya masing-masing. Semakin banyak orang mengenal masakan suatu negara, ia akan penasaran dan diharapkan akan datang ke negara tersebut untuk menikmati kuliner tersebut, tutur KF Seetoh, penggagas WSFC sekaligus penemu situs kuliner dunia Makansutra.

Arie Parikesit, konsultan kuliner Bango dari Kelanarasa, mengatakan, empat legenda kuliner Indonesia tersebut dipilih mewakili aneka masakan Nusantara yang beragam. Makanan Indonesia bukan hanya nasi goreng, gado-gado, sate, dan rendang. Masih banyak kuliner Nusantara dari Sabang sampai Merauke yang bisa dikenalkan kepada pencinta kuliner di seluruh dunia, ujarnya.

WWW.REKOMENDASI.ME Gudeg ayam paha bawah. Arie menambahkan, selain bertujuan mengenalkan makanan Nusantara ke dunia internasional, ajang tersebut diharapkan juga mengangkat rasa bangga pelaku usaha kuliner Tanah Air. Rasa bangga menjadi pelaku usaha kuliner itu penting untuk terus melestarikan dan mengembangkan kuliner itu sendiri. Apalagi, di tengah gempuran makanan Barat yang mencoba menggeser kuliner asli Nusantara di hati penikmatnya, ujar Arie.

Selama ini, kuliner Nusantara, menurut Arie, masih kalah terkenal dibandingkan dengan kuliner Thailand dan Vietnam. Selama kita giat mempromosikannya, pemerintah mendukung, generasi muda turut mencintai kuliner dalam negeri, saya optimistis kuliner Indonesia bisa setenar masakan negara lain, ujar Arie.

Perhatian pemerintah

Dalam ajang jambore kuliner WSFC 2015 terlihat Pemerintah Singapura memiliki perhatian serius terhadap bisnis makanan. Setiap peserta jambore harus lolos sertifikasi penanganan kebersihan dan kehigienisan makanan.

Semua peserta dalam waktu sehari diajari menangani makanan dengan baik. Selanjutnya, mereka akan menjalani tes tertulis. Jika gagal, mereka harus mengulang ujian tersebut hingga lolos dan baru bisa berjualan makanan.

Hartono Sadi (40), anak dari Pak Sadipenjual soto ambenganmengatakan, sebelum bisa berjualan mereka, dilatih mengenai lima hal yang bisa mengontaminasi makanan. Hal itu dimulai dari individu, makanan, peralatan, pemasakan, dan penyajian atau penyimpanannya.

Kami diajari cara cuci tangan yang benar, menyajikan makanan di udara terbuka maksimal empat jam, makanan masak saat disimpan harus di atas makanan yang mentah, dan beberapa aturan yang kami tidak tahu bahwa itu penting untuk kesehatan masakan, ujar Hartono.

Selama ini, di Singapura para penjual makanan harus mengantongi sertifikat dari National Environment Agency (NEA) sebagai tanda makanan yang dijual higienis. Sertifikat terbaik adalah A dan paling rendah C. Sertifikat biasanya dipasang di bagian depan gerai. Jika tidak mengantongi sertifikat, mereka tidak bisa mendapatkan tempat di food court atau gerai di mana pun di Singapura.

KOMPAS/FRANS SARTONO Sroto sokaraja yang aromanya saja sudah bikin orang bergairah menyantap. Jika tidak mendapat tempat di food court, mereka akan sulit berjualan. Tahun 1970-an pemerintahan mendiang Lee Kuan Yew membuat kebijakan memasukkan seluruh penjual makanan jalanan ke dalam food court. Sejak saat itu, penjaja makanan jalanan tidak lagi bertebaran di pinggir-pinggir jalan Singapura.

Salah satu dukungan lain bagi bisnis kuliner adalah di negara Thailand. Era Thaksin Shinawatra, misalnya, pemerintah pernah memiliki kebijakan 10.000 dapur Thailand di dunia. Untuk itu, pemerintah mempermudah pengurusan kargo udara bagi aneka bumbu-bumbu masakan Thailand agar menjangkau banyak negara. Hasilnya, kini masakan Thailand pun mendunia.

Namun, dukungan pemerintah bukan satu-satunya. Dukungan itu perlu untuk mengangkat nama kuliner Nusantara di luar negeri. Namun, bukan berarti tanpa dukungan pemerintah, usaha kuliner tidak bisa berkembang. Masakan Vietnam, misalnya, saat ini dikenal di dunia seperti masakan Thailand.

Menurut Arie Parikesit, hal itu bermula saat banyak warga Vietnam lari ke luar negeri tahun 1975 karena konflik. Kira-kira 10 tahun kemudian, masakan Vietnam mulai dikenal di dunia.

Belajar dari itu semua, ada keyakinan masakan Indonesia pun bisa setenar masakan Thailand atau Vietnam di luar negeri. Namun, memang diperlukan kerja keras, termasuk promosi melalui duta-duta kuliner Tanah Air di berbagai pentas dunia.  (DAHLIA IRAWATI)

Memperkaya Kuliner dengan Perkawinan Indonesia-Amerika
KOMPAS.com – Indonesia kaya akan rempah. Tak ada yang bisa menandingi kesegaran dan keanekaragaman rempah di Indonesia. Sayangnya, tak banyak orang mengetahui kekayaan rempah, juga kuliner Indonesia. Rempah dari Indonesia, semakin kaya dengan diolah menggunakan bahan baku berkualitas tinggi. Inilah yang ingin disebarluaskan dewan chef dari Indonesia, didukung Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) melalui Foreign Agricultural Service (FAS) Jakarta, Indonesia.

FAS Jakarta membentuk dewan chef yang disebut USDA Chef of Council (CoC). Chef kenamaan Indonesia yang terpilih sebagai anggota dewan chef ini di antaranya chef Muchtar Alamsyah (chef Tatang), Ucu Sawitri, Haryanto Makmoer, Edwin Handoyo Lauwy (Edwin Lau).

Keempat chef ini dipinang FAS untuk menjalankan program Train the Trainer. Mereka berkesempatan belajar ilmu memasak di Amerika dengan dukungan penuh dari FAS. Chef Ucu berkesempatan lebih dahulu belajar di Amerika, pada Oktober 2010 lalu. Sedangkan Chef Tatang, Edwin, dan Haryanto baru saja kembali dari Amerika, September 2011.

Sepulang dari Amerika, keempatnya tak sabar ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada masyarakat Indonesia. Program roadshow pun segera digelar USDA CoC, mengajak empat chef kebanggaan Indonesia untuk mengenalkan "perkawinan" kuliner Indonesia dan Amerika selama beberapa bulan ke depan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

Sebelum terjun mengenalkan kuliner percampuran Indonesia-Amerika, empat chef ini kembali mendapatkan pelatihan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Chef Andrew Gold dari Institute of Culinary Education, New York, didatangkan langsung dari Amerika, untuk melatih dewan chef Indonesia selama lima hari di Jakarta.

Kagumi kencur
Chef Gold menuliskan resep makanan perpaduan bahan makanan Amerika dengan bahan dan bumbu rempah khas Indonesia. Chef Gold tak datang sendirian. Didampingi Chef Jill Sandique, anggota USDA CoC Filipina, Chef Gold mengembangkan resep baru Indonesia dengan menggunakan produk bahan makanan dari Amerika.

"Saya membuat resep untuk satu minggu begitu datang ke Jakarta. Saya memasak dengan kencur di Indonesia, rempah yang tak bisa saya temukan di Amerika. Rempah-rempah di Indonesia sangat segar, memiliki citarasa khas, dan menyehatkan," jelas Chef Gold kepada Kompas Female di sela konferensi pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Chef Gold melanjutkan, makanan dan bumbu-bumbu masakan di Indonesia juga lebih bervariasi. Masakan Indonesia akan lebih fantastis jika dikombinasikan dengan menggunakan bahan baku berkualitas, seperti bahan makanan dari Amerika yang dikenal dengan konsistensi kualitasnya karena diolah dengan menggunakan teknologi di laboratorium.

Tak bisa dipungkiri, program USDA CoC, Train the Trainers memang menjadi salah satu cara yang dipilih Dennis Voboril, Konsul Amerika urusan Pertanian di Jakarta, untuk mengenalkan bahan makanan Amerika. Seperti apel Washington, kismis, kurma Medjool, daging, kentang, dan lainnya.

Meski begitu, program pengembangan kuliner inisiasi Departemen Pertanian Amerika ini tak disia-siakan para pakar kuliner Indonesia. Selain memperkaya ilmu, program ini juga membuka kesempatan kepada chef Indonesia untuk mengenalkan makanan Indonesia di luar negeri.

"Butuh keberanian untuk memulai program ini. Bagi saya tujuannya jelas, melestarikan dan memperkenalkan masakan khas Indonesia, melalui program yang dibuat oleh negara lain, bukan negara sendiri. Melalui program ini, kita bisa membawa kuliner Indonesia ke tingkat internasional. Para pakar kuliner dunia bisa mengenal makanan khas Indonesia, selain juga rempah-rempah Indonesia yang bisa dikombinasikan dengan bahan makanan produksi mereka," kata Chef Ucu, pakar kuliner di bidang pastry.

Mempromosikan sekaligus memperkaya kuliner Indonesia
Menurut chef Ucu, dari pengalamannya bergabung dalam program ini, Indonesia justru bisa berbangga. "Indonesia paling kaya dari kulinernya. Surga kuliner ada di Indonesia," jelasnya.

Bagi chef Edwin, kesempatannya memelajari ilmu Food Science di Amerika menjadi ajang pertukaran budaya kuliner.

"Budaya kuliner Indonesia tak tersentuh. Saya belajar ilmu kuliner dari Amerika, namun saya juga membawa ilmu kuliner dari Indonesia. Banyak chef di luar negeri yang tidak mengetahui kuliner Indonesia," katanya.

Lain lagi dengan chef Haryanto, pakar di bidang baking. Selama mengikuti pelatihan di Amerika, ia tak pernah lupa membawa kue lapis legit khas Indonesia.

"Setiap kali pergi, saya selalu membawa lapis legit. Begitu pun saat saya ke Amerika. Tujuannya untuk mengenalkan makanan khas Indonesia di luar. Chef Amerika mengagumi lapis legit, dan ingin tahu bagaimana cara membuatnya," jelas chef Haryanto.

Para koki andal dari Indonesia ini tak sabar ingin segera berbagi pengalaman dengan kaum ibu di Indonesia. Harapannya, setiap rumah tangga bisa mengembangkan resep masakan Indonesia dengan kombinasi bahan makanan berkualitas tanpa meninggalkan rempah tradisional Indonesia.

"Saya ingin berbagi kepada kaum ibu melalui bincang-bincang seperti ini. Termasuk mentransfer ilmu yang saya dapatkan mengenai cara mengolah makanan yang sehat di rumah," jelas chef Tatang.

Ke depan, melalui program roadshow USDA CoC di beberapa kota di Indonesia, diharapkan industri rumah tangga kuliner Indonesia bisa lebih berkembang.

"Kombinasi bahan makanan berkualitas dengan harga lebih murah, dengan mempertahankan resep tradisional Indonesia bisa memberikan pilihan makanan yang lebih kaya dan inovatif untuk industri rumah tangga di bidang kuliner," kata chef Ucu, menambahkan program USDA Council of Chef ini ini juga menyasar industri rumah tangga di bidang kuliner seperti katering, untuk lebih mengembangkan kreasi masakannya.

Meghan Markle Luncurkan Buku Masak
KOMPAS.com – The Duchess of Sussex  alias Meghan Markle membuat projek untuk meluncurkan buku masakan dengan komunitas wanita di Menara Grenfell, Inggris, yang menjadi korban kebakaran tahun lalu.

Para wanita tersebut membuat makanan untuk komunitas mereka dan membantu memastikan kondisi finansial keluarganya.

Awalnya, para wanita yang tergabung dalam Hubb Community Kitchen tersebut hanya mampu menjaga pintu dapur terbuka untuk masyarakat selama dua hari seminggu karena kurangnya dana.

Namun, berkat kontribusi istri Pangeran Harry, selama beberapa bulan terakhir ini mereka dapat membuat dapur terbuka setiap harinya.

Meghan dan para wanita dalam komunitas itu akan merilis buku resep masakan dengan kata pengantar yang ditulis oleh Meghan sendiri.

Buku tersebut berjudul Together: Our Community Cookbook yang berisi berbagai resep, beberapa di antaranya sangat pribadi bagi wanita dalam komunitas itu.

Buku ini berisi 50 resep yang terinspirasi oleh hidangan dari seluruh Eropa, Timur Tengah, Afrika Utara dan Mediterania Timur.

Dalam kata pengantarnya, Meghan menjelaskan bagaimana Hubb Community Kitchen di London barat memberi pengaruh besar pada para wanita itu.

Komunitas tersebut telah memberi ruang aman bagi mereka yang terkena dampak kebakaran, di mana mereka bisa berbagi kebahagiaan dan kesedihan.

"Mengkombinasikan identitas budaya di bawah atap bersama, itu menciptakan ruang untuk merasakan rasa aman," tulisnya.

Menurut Meghan, kebutuhan universal untuk terhubung, menjaga dan berkomunikasi melalui makanan, melewati krisis atau kegembiraan adalah sesuatu yang bisa kita lakukan bersama lewat hal yang sederhana.

Uang hasil penjualan buku tersebut akan dipantau oleh Royal Fondation, di mana Meghan-Harry serta Kate-William berperan sebagai pelindung.

Hasil penjualan buku akan didistribusikan untuk Hubb Community Kitchen dan proyek lain yang berkaitan.

Buku masak yang dibuat dengan kolaborasi ini adalah proyek perdana Meghan sejak menjadi anggota keluarga kerajaan.

Banyak orang yang terkesima dengan langkah Meghan ini, salah satunya Serena William yang merupakan teman dekatnya.

Lewat akun twitternya, petenis asal Amerika ini menyampaikan kekagumannya pada Meghan.

Aku tidak bisa lebih bersemangat tentang hal itu dan bangga padamu," tulis Serena William.

Serena mengaku jika proyek ini sangat indah dan mampu menggambarkan keragaman, inklusivitas, persatuan dalam kesedihan atau kebahagiaan.

I used to call you Meghan (and I still do) but dear Duchess of Sussex your first project Together a cookbook bringing women of all cultures together. I could not be more excited about it and proud of you.
Its beautiful – diversity, inclusivity, coming together in grief or joy pic.twitter.com/RkB2O35qmG
Serena Williams (@serenawilliams) 17 September 2018
Sejak dahulu, Meghan selalu tertarik untuk terlibat dengan berbagai komunitas wanita.

Ketika ia menikah dengan Pangeran Harry bulan Mei tahun ini, pasangan tersebut meminta hadiah pernikahan berupa sumbangan untuk badan amal, salah satu badan amal tersebut adalah yayasan Myna Mahila.

Yayasan itu mewadahi wanita di daerah kumuh Mumbai, India dengan dukungan dan akses produk sanitasi.

Tahun 2005 Meghan juga memberikan pidato di PBB saat Hari Perempuan Internasional tentang kesetaraan gender.

Baca juga: Gaya Busana dan Sikap Meghan Markle Disebut Mirip Angelina Jolie

"Saya bangga menjadi seorang wanita dan seorang feminis," ucap Meghan dalam momen tersebut.

Buku masakan tersebut dijual dengan harga 9,99 poundsterling atau sekitar Rp 195 ribu.

Beberapa resep yang ditampilkan dalam buku proyek perdana Meghan ini, misalnya kari ayam kelapa, aubergine masala dan kue bolu karamel.

Masakan Olahan dari Hati Sapi
KOMPAS.com – Hati sapi punya tekstur yang berbeda dengan daging sapi biasa. Daging sapi cenderung kerasa setelah direbus. Aromanya juga berbeda dan agak amis. Karena itu pengolahan daging sapi harus khusus dan berbeda.

Hati sapi bisa langsung ditumis bersama bumbu, tetapi hati sapi yang mentah relatif lebih sulit dipotong secara rapi, dan dagingnya tidak ajek ketika diiris. Begitu pun ketika diaduk, agak menempel di wajan. Karena itu beberapa resep masakan menyarankan agar hati direbus dulu, setidaknya setengah matang. Beberapa lagi menyarankan agar disangrai dahulu.

Sebetulnya perebusan dan penyangraian selain mempermudah pemotongan dan pengadukan juga untuk mengurangi bau amisnya. Karena ketika direbus atau disangrai, kita bisa menambahkan jahe atau salam.

Bumbu
Orang Indonesia punya banyak masakan yang dibuat dari hati sapi. Masakan western atau masakan Asia lain tak banyak atau malah tak ada yang menggunakan hati sapi. Dalam kuliner western, hati biasanya hanya dijadikan pate.

Karena itu kita mengolahnya dalam bumbu tradisional seperti sambal goreng, rendang, dendeng balado, atau masak kecap. Dalam olahan yang sederhana, bisa dibuat saus tiram hanya dengan bumbu bawang putih dan jahe.

Untuk bahan lainnya, hati sapi paling enak dikombinasikan dengan kentang, sayuran keras seperti buncis, kacang merah, atau kerecek.

Yang harus diperhatikan:
* Jangan merebus hati sapi terlalu lama agar tidak semakin keras.
* Jangan memotong dalam potongan yang terlalu tebal agar proses pematangan dan peresapan tidak butuh banyak waktu.

(Saji Sedap)

Makanan Tepat untuk Misi Mars Diteliti
NEW YORK, KOMPAS.com – Salah satu impian manusia adalah menjejakkan kaki di Mars dan membangun koloni di salah satu planet yang dipandang layak huni tersebut. Namun, dengan perjalanan ke Mars yang minimal ditempuh selama 6 bulan, misi ke Mars harus didukung dengan persediaan makanan yang pas dan tepat.

Ilmuwan dari Cornell University dan Universoity of Hawaii, Manoa, merencanakan penelitian untuk memecahkan persoalan makanan di Mars. Selain untuk mengetahui jenis makanan yang tepat, penelitian juga dilakukan agar astronot tak merasa bosan dengan menu makanan dalam perjalanan panjang tersebut.

Untuk melakukannya, akhir Mei ini ilmuwan dari dua universitas itu akan memilih 6 sukrelawan, dengan dua cadangan. Pada awal 2013, para sukarelawan akan diminta tinggal di wilayah terisolasi dan minim vegetasi di Big Island, Hawaii. Mereka diharuskan memakai spacesuit dan tentu saja tak boleh ke supermarket untuk membeli makanan.

Ilmuwan akan menggunakan ragam bahan makanan, makanan instan maupun yang dimasak di tempat. Mereka akan mengukur asupan nutrisi para sukarelawan selama 4 bulan. Dari penelitian ini, ilmuwan berharap dapat menyusun resep masakan dan tips memasak untuk misi Mars ke depan.

Pembukaan pendaftaran untuk menjadi sukarelawan masih akan dilakukan hingga akhir bulan Februari 2012. Untuk mendaftar, syaratnya harus sehat, tidak merokok, tidak pilih-pilih makanan, memiliki kemampuan penelitian di lapangan dan memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Tertarik? Buka manoa.hawaii.edu/hi-seas.

Tetapi, jangan harap langsung bisa pergi ke Mars. Sebab, meski NASA telah merencanakan pendaratan ke Mars pada tahun 2030, sejauh ini belum ada langkah riil. Justru, Barack Obama, Presiden Amerika serikat, memotong budget misi ke Mars. Kalau berhasil  menjadi sukarelawan, setidaknya pernah hidup di lingkungan Mars palsu.

Mak Frida dan
KOMPAS.com – Sejumlah akun di media sosial, terutama Instagram, memiliki banyak pengikut karena kegemarannya berbagi resep-resep masakan.

Media sosial menjadi wadah saling berbagi dan menginspirasi.

Salah satunya adalah akun @fridajoincoffee, milik Frida Rezania (35).

Frida, yang di dunia maya kerap disapa "Mak Frida", telah berbagi ribuan resep kepada 320 ribu pengikut melalui akunnya.

Belum lama ini, Frida menghasilkan sebuah karya buku resep berjudul "Resep Simple Frida" yang berisi 55 resep cemilan tradisional, cemilan kekinian, dan aneka kukis.

Buku ini telah memasuki cetakan kedua. Selain itu, ada pula versi buku digitalnya. 

Bagaimana kisah Frida dan pengalamannya membuat kreasi cemilan?

Dok. Frida Salah satu resep pada buku Resep Simple FridaKepada Kompas.com, Frida mengisahkan, telah memiliki hobi masak sejak kecil.

Kemudian, ia mulai mengembangkan hobinya memasak setelah lulus kuliah.

"Baru bisa mengembangkan hobi memasak sejak lulus kuliah atau punya dapur sendiri alias setelah menikah. Karena setelah lulus, saya langsung menikah..hehe," ujar alumni Institut Pertanian Bogor ini.

Resep-resep yangd dibagikan Frida merupakan hasil belajar secara otodidak, tak pernah mengikuti kursus memasak.

Ia mengaku banyak belajar soal masak memasak dari berbagai blog dan pengalaman para blogger.

Kegagalan juga pernah dialaminya dalam memasak. Tetapi, ia tak pernah putus asa dan terus mencoba hingga berhasil.

Frida pun mendokumentasikan makanan-makanan hasil olahan dapurnya dengan foto-foto yang apik.

"Pas itu pengen ikut seru-seruan foto di Instagram. Kemudian ada yang komen nanyain resep. Jadi sejak itu sampai sekarang setiap kali share foto makanan, saya selalu menyertakan resepnya," ujar ini empat anak ini.

"Semua anak saya doyan banget ngemil. Jadi kadang kalau mereka bosen, aku sendiri yang cari ide supaya bisa menyajikan cemilan baru buat mereka," kata Frida.

Dok. Frida Salah satu resep di buku Resep Simple FridaSelain itu, ide lain juga ia dapatkan dari permintaan ibu-ibu yang mengirimkan DM kepadanya.

"Ada aja request yang unik-unik. Jadi yang sebelumnya tidak terpikirkan menu unik, jadi kepikiran untuk bikin," ujar dia.

Tak hanya di Instagram, Frida berinisiatif membagikan foto dan resep-resepnya melalui Cookpad dan Facebook.

"Jadi untuk ibu-ibu yang tidak aktif di Instagram juga bisa mencoba resep-resep di kedua aplikasi tersebut," kata Frida.

Suka duka

Setelah 3 tahun eksis di dunia maya, Frida mengaku, lebih banyak suka daripada dukanya.

"Menurutku, malah nyaris gak ada duka dalam menjalani hal masak-memasak ini. Apalagi kalau ini sudah jadi hobi kita, semuanya akan dilakukan dengan tulus dan senang," ujar dia.

Hal yang paling membuat Frida senang jika ada pengikut yang membagi hasil praktik resepnya. Sebagian besar mengirimkan pesan bahwa telah berhasil mencoba dan bahkan berniaga dengan produk yang menggunakan resepnya.

Mengetahui hal itu, Frida merasa sangat senang dan bersyukur bahwa apa yang telah dibagikannya bermanfaat bagi orang lain.

Lebih Praktis Ketahui
KOMPAS.com – Bentuk adonan kue cokelat yang berproses mengembang sedikit demi sedikit dari dalam oven terlihat sangat menggiurkan. Seorang karyawan swasta, Rini (24), melihat perubahan kue kesukaannya tersebut bukan secara langsung, melainkan melalui layar smartphone.

Sebagai karyawan dengan rutinitas berangkat pagi pulang malam, menonton video memasak merupakan keasyikan tersendiri baginya. Terlebih lagi, ketika menghabiskan waktu di kereta arah pulang.

Walau tidak hobi memasak, melihat berbagai bahan kue, seperti mentega, baking powder, cream cheese, dan tepung dituangkan, diaduk-aduk sampai jadi dan sampai pada tahap mendekorasinya menginspirasi Rini agar bisa meluangkan waktu untuk membuat kue seperti yang ada dalam video tersebut.

Thinkstock/NikiLitov Ilustrasi bahan-bahan memasak kue.Lain lagi dengan Hana (31), ibu rumah tangga sekaligus pebisnis baju muslim ini mengandalkan video-video memasak di Youtube untuk memudahkannya mengolah masakan setiap hari. Hal yang dulu diterapkan melalui buku resep sudah tak berlaku baginya. Ini zamannya mencontoh resep masakan lewat video.

(Lewat) video jadi lebih praktis karena step by step-nya jelas dan bisa di-pause. Mencari video resep masakan di internet juga mudah karena tersedia banyak sekali, ujar Hana.

Melalui pengalaman kedua perempuan tersebut, tergambar kalau mengakses resep makanan di zaman sekarang sangatlah mudah. Berbagai food channel di Youtube bisa menggantikan posisi buku resep.

Karenanya, jika Anda hendak mencari resep makanan menarik atau sekadar ingin menontonnya, ada beberapa food channel di Youtube yang bagus untuk diikuti. Berikut di antaranya:

Tasty

Video makanan buatan Tasty biasanya mudah pula ditemukan dari media sosial Instagram atau Facebook dan media Buzzfeed.com. Sudah ada banyak sekali jenis makanan yang masuk dalam video resep di Tasty, mulai dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup. Hidangannya pun beragam, mulai dari kuliner Barat sampai kuliner Asia.

Menariknya, ada pula Tasty 101 yang berisi instruksi tips dan trik khusus seputar proses memasak makanan sederhana agar tetap terasa lezat dan enak dipandang.

Thinkstock Ilustrasi menggoreng telur.Misalnya, ada cara bagaimana menggoreng telur mata sapi yang sempurna, lima cara mudah memasak ikan, dan cara menggoreng makanan dengan sempurna. Karena itu, Tasty 101 cocok untuk anak kos yang mau memasak sendiri.

Tastemade

Tastemade juga menjadi salah satu saluranYoutube favorit para pencinta makanan. Selain menyajikan tutorial, Tastemade juga memiliki konten food travel di tempat tertentu yang dikemas dalam cerita singkat seru berjudul Alice in Paris.

Ada juga The Scoop, acara tempat bintang tamu seperti penyanyi Gwen Stefanie atau Imagine Dragon mencampur es krim kesukaan mereka dengan berbagai topping sambil menjawab pertanyaan menarik dari tim Tastemade.

Brother Green Eats

Brother Green Eats juga salah satu food channel di Youtube yang menarik dan kreatif. Melansir dari Lifehacker.com, Rabu (9/3/2016), ada beberapa videonya yang populer sekaligus bermanfaat untuk bisa diterapkan di rumah.

Beberapa di antaranya adalah cara menyajikan 10 masakan berbeda hanya menggunakan telur dan juga cara mengubah mi instan cup menjadi masakan yang lebih nikmat untuk disantap.

Kemudian, channel ini tak hanya berisi tips memasak dan seputar resep makanan, melainkan juga tips hidup sehat seperti cara untuk tetap memakan makanan bergizi dengan budget tipis.

Dok. Oppo Ilustrasi fitur Split BoardMenonton berbagai video makanan, tutorial memasak, dan kuliner dari tempat keren di Youtube itu bisa saja menjadi hobi Anda. Video pun bisa hadir dengan gambar yang lebih tajam jika smartphone memiliki resolusi layar Full High Definition (FHD+) yang super-full screen. Menonton pun jadi lebih asyik.

Sayangnya, menonton video bisa bikin orang lupa waktu sehingga urusan yang harusnya dilakukan malah dilupakan. Apalagi kalau menontonnya lewat layar smartphone yang juga jadi benda penunjang komunikasi dengan partner kerja, teman, dan keluarga. Jangan sampai, komunikasi seperti chat di media sosial dengan mereka terputus karena Anda keasyikan menonton video.

Notifikasi dalam smartphone kerap kali tak terlihat saat menonton video. Lebih-lebih kalau Anda mengatur tayangan video selayar penuh. Karenanya, pastikan notifikasi diatur sedemikian rupa agar tak mudah diabaikan oleh Anda saat menonton video. Dengan memasang suara atau mengaktifkan getar misalnya.

Kemudian, smartphone yang juga mempunyai dukungan Artificial Intelligence (A.I) Board, sebuah fitur split screen, seperti pada Oppo F7, memungkinkan pengguna membuka dua aplikasi secara bersamaan. Anda dapat melakukan aktivitas lain sekaligus, meskipun tontonan video yang dilihat diatur untuk satu layar penuh.

Membalas chat teman atau merespons jawaban atas tugas dari grup chat kantor jadi lebih mudah karena fitur tersebut. Jadi, Anda masih bisa tetap menonton videonya sambil membalas chat yang muncul dalam layar pop up kecil. Dengan begitu, tugas-tugas tak terabaikan dan keasyikan Anda menonton video food channel tak terganggu.

Selain itu, siapa tahu resep makanan yang dilihat dalam video bisa pula sambil dipraktikkan pada kemudian hari. Ketika masakan sudah jadi, langsung chat sahabat untuk datang ke rumah Anda dan mencicipi masakan tersebut.

Korea Utara Hanya Punya 28 Situs Web
KOMPAS.com – Korea Utara (Korut) memiliki jaringan internet yang hanya bisa diakses oleh dari dalam negeri. Penduduk negara tersebut pun tak dapat mengakses situs-situs asing sehingga isi internet Korut selama ini tidak diketahui dunia luar.

Namun, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Gizmodo, Kamis (22/9/2016), belakangan dilaporkan terjadi kesalahan yang menyebabkan jaringan internet Korut bisa diintip dari luar negeri.

Salah satu server top-level name Korut keliru dikonfigurasikan sehingga membuka transfer zona DNS global, sebut seseorang yang mengungkapkan kejadian tersebut di situs developer GitHub.

Dari sini diketahui bahwa jaringan internet Korut ternyata hanya memiliki 28 situs yang semuanya tampak seperti dibuat oleh pihak pemerintah dengan domain resmi .kp.

Jenis ke-28 situs tersebut bisa coba diterka dari nama dan URL masing-masing, misalnya Cooks.org.kp yang berisi resep masakan, situs berita pemerintah Kcna.kp, dan sebuah situs lain bernama Friends.com.kp yang mirip jejaring sosial.

Begitu sedikitnya jumlah situs web yang bisa diakses warga Korut, sampai-sampai situs yang bisa dibuka dari dalam game komputer saja masih lebih banyak.

Korea Utara -28 website. GTA V -83 website. Saya pikir San Andreas lebih canggih dibanding Korea Utara, komentar seorang pengguna forum online Reddit.

Situs-situs Korut tersebut sempat kebanjiran pengunjung dari seluruh dunia ketika aksesnya tak sengaja dibuka, hingga akhirnya tumbang.

Kisah Perjalanan Si Pemburu Rendang
KOMPAS.com – Setelah diakui sebagai makanan paling lezat di dunia, popularitas rendang di tanah air semakin meningkat. Ketenaran rendang tak hanya di tanah kelahirannya, Minang, saja, tetapi juga di pelosok nusantara dan dunia.

"Citarasa yang nikmat, sedikit pedas, dan full rempah membuat rendang banyak disukai masyarakat," tukas Reno Andam Sari, pemilik usaha Rendang Uni Farah kepada Kompas Female, di Gramedia Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (8/6/2012) lalu.

Meski rendang kini sudah mendunia, dalam pengamatan Reno belum ada yang satu pun buku yang mengulik asal-usul rendang. "Ketika bicara buku tentang rendang, pasti semuanya adalah buku resep. Padahal rendang itu bukan sekadar resep masakan, tetapi juga merupakan salah satu warisan budaya yang sarat makna sosial budaya," paparnya.

Berangkat dari rasa penasarannya mengenai rendang, Reno pun bertekad untuk menelusuri asal-usul rendang langsung dari tempat kelahirannya, Sumatera Barat. Perjalanannya selama satu bulan menyusuri seluruh pelosok Sumatera Barat menghasilkan temuan beragam jenis rendang tradisional. Dari situ ia melakukan inventarisasi rendang yang tersebar di Sumatera Barat, dari Painan, Padang, Pariaman, Batusangkar, Bukittinggi, sampai Payakumbuh. Hasil penelusurannya tersebut lalu dirangkumnya dalam sebuah buku berjudul Rendang Traveler.

Dalam buku ini Reno menceritakan sekitar 15 jenis rendang tradisional, misalnya rendang daun kayu, rendang tumbuk, rendang belut, rendang runtiah, rendang lokan, sampai bareh randang. Bahkan ia juga menemukan rendang sapuluik itam yang terbuat dari tepung ketan hitam yang dimasak dengan tambahan bumbu rendang.

"Saya pikir awalnya rasanya manis, tapi ternyata tidak dan justru mirip seperti rasa rendang hati. Dan rendang jenis ini cocok sekali sebagai rendang vegetarian," tukasnya.

Selain membahas jenis-jenis rendang di ranah Minang, Reno juga menggali sisi sosial budaya di balik rumitnya proses pembuatan rendang. Dari kerja keras para pemetik kelapa untuk membuat santan, ibu-ibu penghalus lado (cabe) di pasar, pelengkap makan rendang, sampai cerita rendang tradisional yang menjadi salah satu makanan utama, atau menjadi "raja makanan" dalam suatu pesta adat.

Meski buku ini menyingkap bertuahnya rendang Minang, dan banyak bercerita tentang perjalanan Reno untuk mengulik beragam jenis rendang, namun jangan pikir buku ini terkesan seperti buku ilmiah. Buku ini justru ditulis dengan gaya bahasa bertutur yang cair.

"Ini tidak hanya sebuah buku kuliner, tapi juga merupakan buku yang bercerita tentang kehidupan sosial budaya rendang yang belum banyak diketahui orang," tukasnya.

Serunya, buku ini juga menghadirkan banyak foto kuliner, serta dokumentasi perjalanan Reno di Sumatera Barat untuk berburu rendang. "Karena buku ini baru menampilkan 15 jenis rendang, ada kemungkinan akan ada buku lanjutannya. Setelah buku ini terbit, ternyata ada banyak orang yang menghubungi saya dan memberitahu jenis rendang unik lainnya," pungkas Reno.

Kisah Para Pegiat Literasi dan Janji Jokowi...
JAKARTA, KOMPAS.com – Pegiat literasi atau mereka yang gemar membaca yang diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/5/2017), punya banyak kisah menarik.

Pian Sopian (36), misalnya.

Ayah dua anak asal Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Bandung Selatan, Jawa Barat itu berprofesi sebagai sopir angkot jurusan kawasan wisata Soreang-Bandung sejak 2003.

Perbincangan pada suatu malam dengan sang istri pada Agustus 2016, mengubah hidupnya.

"Saya berdiskusi dengan istri saya, kenapa enggak taruh buku di dalam angkot supaya penumpang bisa baca-baca," ujar Pian ketika berbincang dengan Kompas.com, usai makan siang bersama Presiden, Selasa siang.

Sang istri, Elis Ratna, juga pegiat gemar membaca di kampungnya.

Menggunakan motor, Elis Ratna berkeliling kampung, menyambangi anak-anak untuk memberikan bahan bacaan.

(Baca: Pegiat Gemar Membaca Apresiasi Janji Jokowi yang Siap Beri 10.000 Buku)

Akhirnya, Pian memasang rak kecil di dalam angkot milik rekan yang masih dalam tahap pelunasan.

Letaknya di bagian belakang, menyatu dengan kaca belakang mobil. Pian menaruh 40 buku berbagai tema untuk bacaan penumpang.

"Yang baca lumayan banyak. Ada sekitar 20 penumpanglah. Kalau anak-anak kebanyakan baca komik, kalau dewasa biasanya ngambil novel. Kalau ibu-ibu biasanya baca resep masakan," ujar Pian, yang merupakan tamatan SMP itu.

Apalagi, jalur Soreang-Bandung pada waktu-waktu tertentu cukup padat.

Saat lalu lintas macet, waktu akan habis di jalan, tetapi bisa dimisi dengan membaca buku-buku Pian.

Di balik upayanya mewujudkan masyarakat gemar membaca, tetap ada suara sumbang atas hal yang dilakukan Pian. Terutama sesama sopir angkot.

"Begitu saya masuk terminal, mereka suka mencemooh, mau narik apa jualan buku? Saya diam saja. Saya cuma berpikir anak-anak yang naik angkot saya dapat manfaat. Daripada main HP, mending baca buku kan," ujar Pian.

(Baca: Telepon Menteri BUMN, Jokowi Minta Ada Hari Kirim Buku Gratis)