Serba Italia, O lala Nikmatnya…

Serba Italia, O lala Nikmatnya...
SIAPA tak kenal piza, makanan asal Italia yang cukup populer di Indonesia. Tetapi, Italia tak hanya punya piza. Ada beragam makanan lain berasal dari beras atau tepung dipadu keju, aneka makanan laut, daging ayam, atau sapi. Segelas wine atau kopi akan menyempurnakan acara makan Anda.

Jika Anda hanya mengenal piza sebagai makanan Italia, cobalah sesekali jenis makanan lain dari negeri yang terkenal klub sepak bola dengan pemain tersohor di dunia itu.

Seperti negara di belahan barat dunia lain, kuliner Italia juga memiliki urutan makanan pembuka sampai penutup. Tentu saja karena iklim di sana berbeda dengan iklim tropis Indonesia, orang Italia biasa menutup menu makanan dengan segelas champagne, wine atau bir. Untuk kita, bisa memilih secangkir kopi espresso atau cappucino yang tak kalah nikmatnya.

Kali ini ditampilkan dua resto penyaji makanan khas Italia yang memiliki kelebihan masing-masing sehingga memudahkan Anda memilih hendak datang ke resto yang mana.

Makanan klasik

Apabila mau makanan klasik yang rasanya murni makanan Italia, datanglah ke Caffe Italia yang berlokasi di lantai dua Pusat Kebudayaan Italia (Istituto Italiano di Cultura) di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Di sana tersedia aneka piza, pasta, makanan utama, seperti steak, makanan pencuci mulut, wine, champagne, dan tak lupa kopi espresso yang aduhai sedapnya.

Sesungguhnya, Caffe Italia, yang tampil dengan gaya bersahaja untuk ukuran resto internasional, sama dengan Red Sapori Traditional Italian Beach Front Cafe, Lounge and Restaurant di Legian Bali.

Andrew Budoyo dari Caffe Italia, Kamis (6/5/2010), menjelaskan, restonya memiliki juru masak asli warga Italia, yakni Giuliano. Sekali pun tinggal di Bali, ia sering datang ke sini untuk memastikan rasa masakan Caffe Italia terjaga seperti di Red Sapori, tutur Andrew. Giuliano memercayakan pembuatan makanan kepada chef Syam dan Sunjaya sebagai bar supervisor. Dua anak muda inilah yang akan melayani tamu yang sebagian adalah siswa kursus bahasa Italia, warga Italia, atau tamu dari beberapa kedutaan di Jakarta.

Untuk lidah orang Indonesia, sajian masakan Caffe Italia memang agak aneh, tetapi tambahan minyak zaitun dicampur cabai tumbuk atau cabe kering dipadu saus akan memberikan sensasi di lidah. Makanan utama, seperti Lamb Shank yang terbuat dari kaki belakang kambing yang empuk karena dimasak selama empat jam, akan bertambah nikmat oleh tambahan cabai tadi.

Makanan lain, Pizza Mediterranea, disajikan tipis dengan bagian pinggir garing. Semula rasa asin mendominasi karena unsur anchories, semacam ikan teri khas Italia di dalam pizza. Namun, begitu ditambah cabai kering dengan minyak zaitun, rasanya amat berbeda. Terasa pas dan nikmat di lidah.

Tobias Angkawidjaja, eksekutif muda peserta kursus bahasa Italia yang sering makan malam di sana, menyatakan cocok dengan sajian Caffe Italia. Cocok di lidah saya, terutama saya tambahkan minyak zaitun campur cabai, kata Tobias menunjukkan cairan minyak zaitun dicampur cabai.

Soal selera memang tak bisa diperdebatkan. Jika Anda suka makanan Italia yang sedikit dimodifikasi dengan lidah kita, datang saja ke Nuzzys Mousse and Resto di Tribeca Park Central Park Mall, Jakarta Barat.

Berlokasi di sisi taman dalam lingkungan mal yang baru dibuka, Nuzzys kerap menjadi tujuan mahasiswa kongkow sambil ngenet (istilah bermain internet) pada siang hari. Pemilik resto, Adrianus Eka Saputra (21), memilih interior lebih meriah ketimbang Caffe Italia. Resto yang mengandalkan chef Jimmy Enggelete menyajikan puluhan menu masakan dan minuman yang selalu baru. Biar pengunjung tak bosan dengan menu lama, kata Sugema Nagasakti, Public Relation Nuzzys.

Menu andalan resto tersebut antara lain Deep Blue Sea Mussel berbahan kerang hijau dibalut tepung plus keju dan bahan lain yang disajikan panas- panas. Kelembutan daging kerang dengan rasa gurih akan membuat lidah Anda menari.

Jenis masakan lain, Paela, sejenis dengan resotto (nasi Italia), dan Canelloni. Masakan terakhir terbuat dari lembaran pasta yang digulung daging ayam, jamur, dan krim. Begitu Canelloni tersaji di meja, sebaiknya segeralah menyantapnya sebab sensasi gulungan pasta dipadu cabe kering dan minyak keburu hilang ketika masakannya dingin.

Adrianus yang menghiasi resto dengan kartun ciptaannya bernama Nuzzy (cerminan ia dan tiga adiknya) menjamin rasa masakan dan minuman di restonya cocok di lidah orang Indonesia sebab chef Jimmy yang pernah bekerja di kapal pesiar menambah sedikit rempah ke dalam menu mereka.

Anak muda berstatus mahasiswa penggemar makanan Italia itu fasih sekali menjelaskan rasa dan jenis makanan Italia. Saya mencari makanan Italia ke Napoli hingga ke daerah yang tak banyak diketahui turis. Untuk jenis piza, saya mencarinya ke New York, katanya.

Ia lalu membeli resep masakan Italia dari negara asalnya. Bersama Jimmy, Adrianus memodifikasi berbagai rasa makanan dan minuman yang unik dan tak tersedia di tempat lain.

Anda tertarik? Isilah akhir pekan ini dengan menyantap aneka makanan tersebut. (Soelastri Soekirno)

2018-10-11T12:14:02+00:00

ABOUT US

Vestibulum nec velit ante. Praesent dignissim interdum est, in lacinia elit pretium nec. Aliquam erat volutpat. Fusce laoreet mi leo. Vestibulum nec velit ante. Praesent dignissim interdum est, in lacinia elit pretium nec. Aliquam erat volutpat. Fusce laoreet mi leo.

Recent Works