Untuk Para Ibu yang Memasak dengan Cinta
KOMPAS.com- Sisca Soewitomo, pakar kuliner di Indonesia, hari ini (3/10/2013), menerbitkan buku resep masakan terbarunya berjudul Dapur Enak,  250 Resep Masakan Terlezat. Ini menjadi buku resep ke-106 yang sudah ia tulis dengan penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Membuat buku resep masakan hingga lebih dari 100 buku tentunya punya alasan tersendiri.  Begitu juga yang dirasakan Sisca Soewitomo. Menurut perempuan kelahiran Surabaya ini, setiap ibu yang memasak untuk anak-anaknya setiap, pagi, siang dan malam, mereka itu memasak dengan cinta. Walaupun memasak makanan yang ringan sekalipun, misalnya telor ceplok.

“Memasak dengan rasa cinta itulah yang menjadi inspirasi saya dalam setiap kali membuat buku resep,” ujar Sisca Soewitomo,  dalam  peluncuran buku terbarunya yang bertempat di Kinokinuya, Sogo, Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

Buku Dapur Enak berisi 250 Resep Masakan Terlezat yang dibuat Sisca Soewitomo, terbagi dalam 23 set menu. Mulai dari set menu sop dan soto,  sajian Nasi Liwet, sajian nasi uduk, sajian botok dan pepes, sajian Nasi gudeg, dan sajian sambal.

KOMPAS.COM/RAHMAN INDRA Sisca Soewitomo, menerbitkan buku resep masakan ke-106, berjudul
Tiap set menu terdiri atas beberapa resep, misalnya set menu sajian nasi kuning, terdiri atas resep soto ayam, sambal goreng spesial, nasi kuning, kering tempen perkedel, ayam panggang bumbu rujak, ayam panggang kecap, tumis dendeng sapi, ayam goreng gurih, dan tumis hati ampela petai.

“Memasak menu makanan Indonesia itu tidak sulit, sekali mencoba akan terbiasa,” ujar Sisca meyakinkan.

Ibu dari tiga anak ini sudah 17 tahun berkecimpung di dunia kuliner. Selama kurang lebih 10 tahun, celebrity chef yang juga kerap disebut pesohor boga ini, menampilkan keahliannya melalui demo masak di acara Aroma di Indosiar. Kini, dia memandu acara demo masak di B Channel setiap hari Minggu pagi, pukul 9.30 WIB.

Tumpeng, Ikon Kuliner Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menetapkan 30 kuliner Indonesia. Nantinya, daftar kuliner ini akan dikembangkan lagi, sehingga tak berhenti di jumlah 30 saja.

“Nanti akan dikembangkan lagi. Tentu ada persyaratan kuliner yang masuk dalam daftar. Misalnya masalah ketersediaan bahan baku untuk membuatnya, apa bisa didapat di luar negeri. Karena ini dipromosikan lingkup nasional dan internasional,” kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Firmansyah, ketiga puluh kuliner tersebut akan dipromosikan ke masyarakat Indonesia. Sebab, lanjutnya, banyak orang Indonesia yang belum tahu 30 kuliner Indonesia tersebut.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Event Kemenparekraf Achyaruddin, menuturkan bahwa berdasarkan studi yang pernah dilakukan UGM diperoleh 2.000 kumpulan resep masakan Indonesia. Sedangkan nama jenis masakan Indonesia yang berhasil dikumpulkan mencapai 5.000 nama.

“Ketika kami diminta mengembangkan kuliner Indonesia, terpilih 72 menu. Lalu dicari nutrition facts dan bahan bakunya harus jelas,” tutur Achyaruddin.

Setelah itu, dikerucutkan lagi menjadi 30 kuliner. Dari 30 kuliner tersebut kemudian dicari masakan utama. “Kami lalu mulai sibuk dengan rendang. Tapi, rendang identik dengan Rendang Pandang. Kita inginnya masakan yang bisa mewakili semua daerah. Semua sepakat tumpeng. Sebab setiap ada acara, pasti potong tumpeng,” katanya.

Achyaruddin menuturkan maskapai nasional Garuda akan menyajikan nasi tumpeng versi mini di penerbangan rute internasional. Rendang tentu saja tetap masuk dalam daftar 30 kuliner.

“Kalau standar, 30 ikon kuliner itu sudah standar. Resep rendang kita sudah bikin standar. Sama saja seperti tomyam, itu di Thailand ada lima ersi. Tapi Thailand mempromosikan keluar sudah distandarisasi,” tutur Chef Vindex Tengker.

Tumpeng, Ikon Kuliner Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sudah menetapkan 30 kuliner Indonesia. Nantinya, daftar kuliner ini akan dikembangkan lagi, sehingga tak berhenti di jumlah 30 saja.

“Nanti akan dikembangkan lagi. Tentu ada persyaratan kuliner yang masuk dalam daftar. Misalnya masalah ketersediaan bahan baku untuk membuatnya, apa bisa didapat di luar negeri. Karena ini dipromosikan lingkup nasional dan internasional,” kata Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Firmansyah Rahim, beberapa waktu yang lalu.

Menurut Firmansyah, ketiga puluh kuliner tersebut akan dipromosikan ke masyarakat Indonesia. Sebab, lanjutnya, banyak orang Indonesia yang belum tahu 30 kuliner Indonesia tersebut.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Wisata Minat Khusus, Konvensi, Insentif, dan Event Kemenparekraf Achyaruddin, menuturkan bahwa berdasarkan studi yang pernah dilakukan UGM diperoleh 2.000 kumpulan resep masakan Indonesia. Sedangkan nama jenis masakan Indonesia yang berhasil dikumpulkan mencapai 5.000 nama.

“Ketika kami diminta mengembangkan kuliner Indonesia, terpilih 72 menu. Lalu dicari nutrition facts dan bahan bakunya harus jelas,” tutur Achyaruddin.

Setelah itu, dikerucutkan lagi menjadi 30 kuliner. Dari 30 kuliner tersebut kemudian dicari masakan utama. “Kami lalu mulai sibuk dengan rendang. Tapi, rendang identik dengan Rendang Pandang. Kita inginnya masakan yang bisa mewakili semua daerah. Semua sepakat tumpeng. Sebab setiap ada acara, pasti potong tumpeng,” katanya.

Achyaruddin menuturkan maskapai nasional Garuda akan menyajikan nasi tumpeng versi mini di penerbangan rute internasional. Rendang tentu saja tetap masuk dalam daftar 30 kuliner.

“Kalau standar, 30 ikon kuliner itu sudah standar. Resep rendang kita sudah bikin standar. Sama saja seperti tomyam, itu di Thailand ada lima ersi. Tapi Thailand mempromosikan keluar sudah distandarisasi,” tutur Chef Vindex Tengker.

Taman Bermain Anak dan Ruang Khusus Menyusui Ada di Restoran Ini
JAKARTA, KOMPAS.com – Alternatif tempat hiburan keluarga di Jakarta memang tak banyak variasi. Alhasil banyak keluarga yang memilih mal sebagai tempat untuk berkumpul mengisi waktu berkualitas. Namun yang didapat justru sebaliknya, seperti Sonata Gozali, ibu muda dari dua orang anak berusia 3,5 tahun dan 15 bulan.

"Kalau ke mal akhirnya anak-anak main ke playground bersama pengasuh dan di sana tidak ada tempat duduk layak juga makanannya banyak yang tak sehat. Akhirnya saya dan suami justru ke kafe. Saya berpikir bagaimana ya caranya agar orang tua muda yang kerja full time bisa menghabiskan akhir pekan bersama anaknya?" kata Tata saat dijumpai di restoran miliknya, Harlequin Bistro, Kemang, Jakarta, Rabu (21/9/2016). 

Apalagi, menurut Tata, uang yang dikeluarkan untuk berakhir pekan ke mal tidaklah murah, lewat perhitungannya minimal ia harus menghabiskan Rp 800.000 untuk makan dan main kedua orang anaknya. 

Kompas.com/Silvita Agmasari Sudut berfoto di Harlequin Bistro, Kemang.Lewat pengalaman tersebut, Tata akhirnya berinisiatif mendirikan Harlequin Bistro yang terletak di Jalan Kemang I nomor 10 a-b, Kemang, Jakarta Selatan. Konsep restoran miliknya terbilang unik, tak hanya menyajikan makanan rumahan, restoran Harlequin Bistro memberikan fasilitas untuk menunjang kebutuhan setiap anggota keluarga. 

Harlequin Bistro ini memiliki konsep separate togetherness di mana baik ibu, ayah atau anak-anak bisa memiliki me time mereka sendiri tetapi tetap di dalam satu tempat dan waktu yang bersamaan. Si ibu bisa foto-foto cantik, ayah bisa mengobrol bersama ayah lain, dan anak-anak bisa bermain," kata Tata.

Harlequin Bistro ditata dengan apik dengan interior klasik dan bunga-bunga cantik. Di bagian belakang restoran terdapat ruang bermain yang cukup luas, sekitar 120 meter persegi bertema bajak laut. Ada ayunan, perosotan, trampolin, dalam bentuk perahu pinisi. Tentunya aman untuk anak-anak karena tempat bermain di Harlequin Bistro telah dilengkapi dengan busa pengaman.

Kompas.com/Silvita Agmasari Salah satu menu andalan dari Harlequin Bistro, steak dari bagian rib eye sapi wagyu.Fasilitas lain yang menarik dari Harlequin Bistro adalah tempat menyusui dan shalat untuk para ibu. Sofa empuk, karpet bulu yang lembut dan boneka berukuran besar dijamin membuat para ibu menjadi betah karena nyaman. 

Untuk makanan Harlequin Bistro menyajikan makanan homemade dengan menu asia, western, dan Indonesia. Beberapa sajian seperti bubur ayam oriental, Harlequin Le Entrecote Steak, Ikan dengan sambal jambal begitu nikmat dan patut Anda coba! Resep masakan menurut Tata adalah ciptaannya sendiri dan beberapa di antaranya adalah turunan dari keluarga. 

Kompas.com/Silvita Agmasari Bubur ayam oriental dari Harlequin Bistro.Ada juga makanan penutup seperti powder snow beignet atau donut goreng ala Perancis, brownies coklat, dan kue pisang dengan saus karamel asin sangat menggungah selera dan tambah nikmat disantap dengan kopi sebagai pendamping. 

Harga makanan di Harlequin Bistro termasuk terjangkau, mengingat fasilitas yang diberikan cukup lengkap. Dimulai dari Rp 35.000 untuk menu makanan utama, Rp 20.000 untuk makanan penutup, dan Rp 20.000 untuk minuman. Harlequin Bistro juga menerima pemesanan untuk pesta perayaan seperti bridal shower, baby shower dan ulang tahun untuk kapasitas maksimal 150 orang. 

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis "Take Me Anywhere 2". Pemenang akan mendapatkan kesempatan liburan gratis yang seru ke Yogyakarta selama tiga hari dua malam.

Hadiah sudah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Catat, 6 Tips "Selfie" Saat Liburan ala "Take Me Anywhere 2"

Surga Para Perempuan Hobi Memasak
KOMPAS.com Umumnya, setelah berkeluarga ada keinginan para perempuan untuk memasakkan makanan bagi anak dan suami tercintanya. Ada kalanya kesenangan memasak kemudian menjadi keasyikan tersendiri. Bahkan dapat berlanjut menjadi hobi.

Berlatar belakang pemikiran itulah, Shierly memulai usaha mendirikan toko perlengkapan kue dan peralatan memasak di tahun 2004. Waktu itu masih menumpang di tempat lain. Namun, sejak tahun 2008, keberadaan toko perlengkapan kue dan peralatan memasak In.gre'di.ents: ini menempati lokasi sendiri. Cabang kedua kemudian dibuka tahun 2009 di Muara Karang Raya, Jakarta Utara. Belum lama ini hadir pula cabang ketiga di daerah Radio Dalam, Jakarta Selatan.

Komplet dan berkualitas
Toko ini terdiri atas dua lantai. Di lantai dasar tersedia berbagai bahan kebutuhan untuk membuat kue serta perlengkapannya, dari cetakan-cetakan, loyang, hingga alat masaknya. Penggemar memasak datang tidak saja untuk mencari bahan-bahan kue dan peralatan masak, ada juga yang sekadar melihat-lihat barang-barang yang ada di toko. Maklumlah, di situ banyak ditemui pernak-pernik dapur dan perlengkapan masak-memasak yang menarik, unik, dan lucu-lucu bentuknya.

"Selain saya hobi masak, juga senang belanja dan hunting barang-barang unik dan menarik untuk di toko. Mungkin ada toko perlengkapan kue dan peralatan memasak yang bagus dan barang-barangnya impor, tapi harganya mahal. Di sini barang-barang berkualitas namun harganya terjangkau," ungkap Shierly, yang rutin setiap tahunnya berburu peralatan masak ke Singapura, Hongkong, China, bahkan Amerika.

Untuk cetakan dan loyang ada beragam bentuk, ukuran, dan motif. Bahan cetakan dan loyang pun beragam. Ada yang terbuat dari aluminium, stainless steel, dan ada juga dari silikon yang bisa tahan panas lebih dari 200 derajat celsius. Selain itu bisa ditemui pula perangkat makan dan minum yang unik-unik, bisa untuk anak dan dewasa. Contohnya, cangkir kopi yang ada tempat untuk menyelipkan cookies-nya, peralatan sendok garpu lucu untuk anak belajar makan sendiri, dan sebagainya. Bagi para perempuan yang senang menghias dapur tersedia pula pernak-pernik aksesori yang dapat diletakkan dan digunakan mempercantik ruang dapur.

Tersedia kelas memasak
"Di sini juga dijual buku-buku resep masakan, tapi buku-buku impor. Pertimbangan saya, kalau yang resep masakan Indonesia sudah banyak tersedia di toko buku," Shierly beralasan. Selain itu, konsumen yang datang ke tokonya kerap bertanya cara membungkus kue. "Akhirnya saya menghubungi beberapa chef atau baker untuk mengajarkan para ibu dan ada juga anak, membuat kue atau masakan."

Biasanya kelas memasak ini diadakan setiap bulan. Jadwalnya sudah disusun dan dibuat untuk dua bulan ke depan, sehingga mereka yang berminat untuk memasak kue atau masakan tertentu bisa memilihnya. Acara demo masak dilakukan di lantai dua toko ini, berlangsung pukul 10.00-12.00. Pesertanya terbatas sekitar 15-25 orang dengan biaya sebesar Rp 75.000. Ada empat macam resep yang didemokan, dan para peserta dapat membawa pulang hasil karyanya.

In.gre'di.ents:
Jalan Pesanggrahan Raya No 72
Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Telp. 021-587 2829

(Tabloid Nakita/Dedeh Kurniasih)

Sukses dengan Kepiting
RUDY Setiawan (58) pernah melakoni pekerjaan sebagai tukang bangunan, pesuruh kantor, karyawan kantor, bahkan berjualan nasi pecel dan steak. Kini, ia memiliki restoran Dandito di Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan menu andalan kepiting yang populer.

Wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan biasanya membawa kepiting sebagai buah tangan. Sebagian wisatawan mungkin membeli di Dandito dengan alasan rasa masakan kepiting yang sesuai selera.

Susah mencari resep yang pas. Saya perlu waktu tiga bulan dan selama itu penuh komplain dari pembeli karena rasanya tidak karuan. Ada yang mengeluh kepedasan, keasinan, atau terlalu manis. Namanya saja coba-coba, ya, dicoba terus sampai berhasil, ujar Rudy di Balikpapan, beberapa waktu lalu.

Jauh sebelum membuka restoran yang sudah berjalan 15 tahun ini, Rudy mencoba berbagai usaha kuliner. Ia membuka warung nasi campur, pecel, soto, steak, hingga kafe yang menyediakan menu masakan barat. Namun, warungnya selalu tidak laku dan gulung tikar.

Ibaratnya, tahun pertama membuka warung sudah menuju kondisi bangkrut. Tahun kedua, jatuh menyusup. Lebih dari 10 kali usaha kuliner saya gagal. Saya mulai melihat ke kanan dan ke kiri. Ada dua restoran kepiting di Balikpapan yang ramai pembeli, kata Rudy.

Terlintas ide membuka restoran kepiting karena kepiting banyak tersedia di Balikpapan. Rudy yang tidak pernah memasak kepiting sempat ragu, tetapi akhirnya nekat. Dengan modal yang nyaris habis, pilihan usaha kuliner yang bisa dijalankan hanya tinggal kepiting.

Saya mencari resep masakan kepiting melalui internet, mulai dari meracik hingga belajar membuat saus. Ada teman yang bisa masak, saya ajak gabung, lalu saya beri baju koki. Tiga bulan pertama sangat kacau. Namun, setiap kritikan dan masukan pembeli saya catat, ujarnya.

Lambat laun, racikan kepiting saus buatan Rudy diterima pasar. Dandito pun mulai berkembang. Kini, dalam sehari, Dandito memerlukan setidaknya 300 kilogram kepiting. Selain di Balikpapan, Dandito mempunyai gerai di Bali.

Sebenarnya, Rudy sempat memiliki empat gerai di Balikpapan. Namun, karena susah mengendalikan semua gerai itu, akhirnya dijadikan satu gerai saja.

Pada Agustus, menu kepiting Dandito menjadi salah satu sajian kuliner di Istana Negara dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan RI. Itu kebanggaan bagi saya, juga semakin melecut semangat untuk menjadi lebih baik, ujar Rudy.

Perjalanan panjang

Rudy sudah menempuh perjalanan panjang sebelum memantapkan diri berwirausaha di bidang kepiting. Pada 1979, ketika berusia 19 tahun, ia nekat merantau meninggalkan Jember, Jawa Timur, menuju Samarinda, Kalimantan Timur. Modalnya dengkul dan nyali, katanya.

Suami Tak Izinkan Nadia Vega Menyerah
JAKARTA, KOMPAS.com – Artis peran Nadia Vega sempat ingin menyerah, ketika hasil riset produk kecantikannya mandek selama lima tahun.

Namun sang suami, Sultan Yaar Jorik Dozy, sangat vital tak pernah berhenti memberikan suntikan semangat untuk Nadia.

"Dia mengatakan sebelumnya bahwa dia ingin menyerah," kata Sultan ketika menghadiri peluncuran produk kecantikan Vega Organics di Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).

Sultan mengatakan, ia mendukung penuh kegiatan sang istri, tidak hanya di dunia hiburan, melainkan juga di ranah bisnis.

Sultan justru terus mengingatkan Nadia, agar tak pernah menyerah ketika melakukan sesuatu.

"Jadi dia (Nadia) jangan menyerah, kamu harus melakukannya," kata Sultan.

Baca juga: Nadia Vega Mulai Diprotes Suaminya

Nadia mengaku tersanjung dengan dukungan sang suami yang merupakan warga negara Singapura.

Ia juga berterima kasih kepada sang suami, yang rela datang ke acara peluncuran produknya di Indonesia.

"Hari ini senang dia datang. Dan hari ini bahkan dia bawa kerjaannya ke sini," kata Nadia.

Menurut Nadia, sang suami baru tiba di Indonesia kemarin dan akan pulang ke Singapura pada Jumat ini.

Sementara selepas acara peluncuran ini, Nadia akan menetap beberapa hari di Indonesia sebelum kemudian pulang kembali ke Singapura.

Sejak menikah dengan Sultan pada 2015 lalu, Nadia Vega menetap di Singapura.

Baca juga: Lebaran di Singapura, Nadia Vega Bawa Resep Masakan dari Indonesia

Serba Italia, O lala Nikmatnya...
SIAPA tak kenal piza, makanan asal Italia yang cukup populer di Indonesia. Tetapi, Italia tak hanya punya piza. Ada beragam makanan lain berasal dari beras atau tepung dipadu keju, aneka makanan laut, daging ayam, atau sapi. Segelas wine atau kopi akan menyempurnakan acara makan Anda.

Jika Anda hanya mengenal piza sebagai makanan Italia, cobalah sesekali jenis makanan lain dari negeri yang terkenal klub sepak bola dengan pemain tersohor di dunia itu.

Seperti negara di belahan barat dunia lain, kuliner Italia juga memiliki urutan makanan pembuka sampai penutup. Tentu saja karena iklim di sana berbeda dengan iklim tropis Indonesia, orang Italia biasa menutup menu makanan dengan segelas champagne, wine atau bir. Untuk kita, bisa memilih secangkir kopi espresso atau cappucino yang tak kalah nikmatnya.

Kali ini ditampilkan dua resto penyaji makanan khas Italia yang memiliki kelebihan masing-masing sehingga memudahkan Anda memilih hendak datang ke resto yang mana.

Makanan klasik

Apabila mau makanan klasik yang rasanya murni makanan Italia, datanglah ke Caffe Italia yang berlokasi di lantai dua Pusat Kebudayaan Italia (Istituto Italiano di Cultura) di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat. Di sana tersedia aneka piza, pasta, makanan utama, seperti steak, makanan pencuci mulut, wine, champagne, dan tak lupa kopi espresso yang aduhai sedapnya.

Sesungguhnya, Caffe Italia, yang tampil dengan gaya bersahaja untuk ukuran resto internasional, sama dengan Red Sapori Traditional Italian Beach Front Cafe, Lounge and Restaurant di Legian Bali.

Andrew Budoyo dari Caffe Italia, Kamis (6/5/2010), menjelaskan, restonya memiliki juru masak asli warga Italia, yakni Giuliano. Sekali pun tinggal di Bali, ia sering datang ke sini untuk memastikan rasa masakan Caffe Italia terjaga seperti di Red Sapori, tutur Andrew. Giuliano memercayakan pembuatan makanan kepada chef Syam dan Sunjaya sebagai bar supervisor. Dua anak muda inilah yang akan melayani tamu yang sebagian adalah siswa kursus bahasa Italia, warga Italia, atau tamu dari beberapa kedutaan di Jakarta.

Untuk lidah orang Indonesia, sajian masakan Caffe Italia memang agak aneh, tetapi tambahan minyak zaitun dicampur cabai tumbuk atau cabe kering dipadu saus akan memberikan sensasi di lidah. Makanan utama, seperti Lamb Shank yang terbuat dari kaki belakang kambing yang empuk karena dimasak selama empat jam, akan bertambah nikmat oleh tambahan cabai tadi.

Makanan lain, Pizza Mediterranea, disajikan tipis dengan bagian pinggir garing. Semula rasa asin mendominasi karena unsur anchories, semacam ikan teri khas Italia di dalam pizza. Namun, begitu ditambah cabai kering dengan minyak zaitun, rasanya amat berbeda. Terasa pas dan nikmat di lidah.

Tobias Angkawidjaja, eksekutif muda peserta kursus bahasa Italia yang sering makan malam di sana, menyatakan cocok dengan sajian Caffe Italia. Cocok di lidah saya, terutama saya tambahkan minyak zaitun campur cabai, kata Tobias menunjukkan cairan minyak zaitun dicampur cabai.

Soal selera memang tak bisa diperdebatkan. Jika Anda suka makanan Italia yang sedikit dimodifikasi dengan lidah kita, datang saja ke Nuzzys Mousse and Resto di Tribeca Park Central Park Mall, Jakarta Barat.

Berlokasi di sisi taman dalam lingkungan mal yang baru dibuka, Nuzzys kerap menjadi tujuan mahasiswa kongkow sambil ngenet (istilah bermain internet) pada siang hari. Pemilik resto, Adrianus Eka Saputra (21), memilih interior lebih meriah ketimbang Caffe Italia. Resto yang mengandalkan chef Jimmy Enggelete menyajikan puluhan menu masakan dan minuman yang selalu baru. Biar pengunjung tak bosan dengan menu lama, kata Sugema Nagasakti, Public Relation Nuzzys.

Menu andalan resto tersebut antara lain Deep Blue Sea Mussel berbahan kerang hijau dibalut tepung plus keju dan bahan lain yang disajikan panas- panas. Kelembutan daging kerang dengan rasa gurih akan membuat lidah Anda menari.

Jenis masakan lain, Paela, sejenis dengan resotto (nasi Italia), dan Canelloni. Masakan terakhir terbuat dari lembaran pasta yang digulung daging ayam, jamur, dan krim. Begitu Canelloni tersaji di meja, sebaiknya segeralah menyantapnya sebab sensasi gulungan pasta dipadu cabe kering dan minyak keburu hilang ketika masakannya dingin.

Adrianus yang menghiasi resto dengan kartun ciptaannya bernama Nuzzy (cerminan ia dan tiga adiknya) menjamin rasa masakan dan minuman di restonya cocok di lidah orang Indonesia sebab chef Jimmy yang pernah bekerja di kapal pesiar menambah sedikit rempah ke dalam menu mereka.

Anak muda berstatus mahasiswa penggemar makanan Italia itu fasih sekali menjelaskan rasa dan jenis makanan Italia. Saya mencari makanan Italia ke Napoli hingga ke daerah yang tak banyak diketahui turis. Untuk jenis piza, saya mencarinya ke New York, katanya.

Ia lalu membeli resep masakan Italia dari negara asalnya. Bersama Jimmy, Adrianus memodifikasi berbagai rasa makanan dan minuman yang unik dan tak tersedia di tempat lain.

Anda tertarik? Isilah akhir pekan ini dengan menyantap aneka makanan tersebut. (Soelastri Soekirno)

Resep Praktis Makan Pagi untuk Keluarga
TANYA :

Ibu Sari, saya seorang ibu dan bekerja di kantor. Setiap pagi sebelum berangkat saya memasak untuk keluarga. Mohon diberikan tips praktis resep masakan yang sesuai untuk keluarga dan si kecil yang belum genap 2 tahun (perempuan) dan susah sekali makan. Anak saya tidur 2 kali di siang hari, yakni jam 10 kemudian bangun jam 12  untuk makan siang,  dan tidur kembali jam 2 siang untuk bangun jam 4 sore mandi dan makan sore.  Terima kasih sebelumnya atas jawaban yang diberikan.

(Indah, 29, Karawang)

JAWAB :

Ibu Indah yang baik,

Tips praktis resep masakan yang sesuai untuk anak dan keluarga untuk menu makan pagi adalah memilih menu satu masakan yang terbuat dari berbagai  jenis bahan makanan sehingga tetap bervariasi dan nutrisinya tercukupi. Satu menu tersebut sudah mengandung zat tenaga (karbohidrat), zat pembangun (protein) dan zat pengatur (vitamin plus mineral).

Dengan mempertimbangkan gigi geligi anak yang baru tumbuh dan pencernaan yang belum optimal, beberapa hal perlu diperhatikan yaitu :

    pilih sayuran yang muda, potong kecil-kecil
    buah yang matang dan manis
    daging atau ayam yang empuk atau pilih daging cincang

Berikut contoh menu praktis makan pagi :

    Bubur Havermut + susu kacang atau susu sapi dan potongan buah   
         (papaya, pisang, melon atau manga)
    Scramble egg+keju dan sosis atau orak arik telur + nasi atau roti
    Bihun goreng ayam cincang dan buncis muda
    Mie Goreng bakso+telur dan wortel
    Sup sayuran + ayam dan nasi
    Miesoa, brokoli, ayam cincang dan kentang
    Nasi goreng telur dadar iris dan toge

Contoh : Resep orak-arik telur untuk 3 porsi
Zat gizi perporsi: Energi: 260 kkal; Protein:  14 gram, Lemak: 20 gram dan Karbohidrat : 5 gram

Bahan:
    Telur 3 butir
    Susu cair 100 ml
    keju 2 cm  atau 30 gram potong dadu
    sosis 2 buah potong bulat tipis
    margarin 1 sendok makan
    merica sedikit/sejumput

Cara membuat:
    Kocok telur dan tambahkan susu cair
    Panaskan margarin di teflon, tumis sosis hingga matang.
    Tambahan kocokan telur buat seperti dadar kemudian diaduk hingga matang, masukkan keju potong dan sedikit merica
    Sajikan hangat dengan nasi putih atau roti tawar

Contoh jadwal makan untuk ananda
Makan Pagi   : jam 07.00 orak arik telur + Nasi atau Roti
Snack             :Jam 09.30 sebelum tidur: Susu 1gelas

Makan Siang : jam 12.15 Nasi dan sup sayuran+ayam
                       Jam 13.45 Susu 1 gelas

Snack Sore   : jam 16.15 : juice buah atau buah potong atau puding susu

Malam           : jam 18.00: Nasi dan ikan tenggiri goreng + sup sayuran
                       Jam 20.00 Susu 1 gelas

Terlampir adalah berbagai bahan makanan yang dapat digunakan untuk membuat menu makan pagi untuk anak dan keluarga

Rendang Ternyata Bukan Nama Masakan
KOMPAS.com – Setelah meluncurkan buku berisi kisah perjalanannya menelusuri asal-usul rendang di Sumatera Barat, Rendang Traveler, Reno Andam Sari tidak berhenti memperkenalkan rendang sebagai salah satu hidangan khas Indonesia. Apalagi sejak rendang terpilih sebagai makanan terlezat di dunia berdasarkan jajak pendapat dari CNNgo.com beberapa waktu lalu, orang Indonesia sebenarnya semakin mengapresiasi hidangan khas Indonesia. Hal ini menjadi kesempatan baik untuk terus melestarikan khasanah kuliner Indonesia.

Saat tampil sebagai pembicara dalam acara bincang-bincang seputar rendang, pengusaha Rendang Uni Farah ini selalu mengangkat tema "How Rendang Are You?". Sebab, menurutnya pengetahuan kita mengenai rendang memang belum begitu banyak. Buku yang mengulas tentang rendang bisa dibilang tidak ada. Ketika bicara buku tentang rendang, pasti yang tersedia adalah buku resep. Padahal rendang bukan sekadar resep masakan, tetapi juga merupakan salah satu warisan budaya yang sarat makna sosial budaya.

Salah satu yang belum banyak diketahui orang, misalnya, bahwa rendang bukanlah nama masakan. "Ada seorang chef yang bilang bahwa rendang itu teknik mengawetkan. Tapi, jadi awet itu sebenarnya bonusnya. Rendang itu sebenarnya teknik memasak, seperti halnya tumis, atau oseng-oseng, itu kan sebenarnya cara memasak," papar Reno, saat bincang-bincang di Rumah Inspirasi Martha Stewart Living di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rendang adalah teknik memasak dengan cara mengaduk terus-menerus dalam waktu lama, sampai menjadi kering. Warnanya pun menjadi coklat kehitaman. "Tetapi bahwa sekarang rendang disebut sebagai nama makanan, itu sah saja," katanya lagi.

Proses merendang, menurut Reno bisa sampai dua hari. Bila adonan santan dan bumbu yang diaduk belum sampai kering, dan baru menghasilkan kuah kental yang kecoklatan, itu belum bisa disebut rendang, melainkan kalio. Kalio bisa disebut sebagai proses menuju rendang.

Saat memasak rendang, lulusan jurusan desain grafis Universitas Trisakti ini selalu memakai kayu bakar. Memasak menggunakan kompor membuat pembakaran hanya terjadi di sekitar lingkaran pembakarnya. Sedangkan jika menggunakan kayu bakar, api bisa diatur ke segala arah dengan memindahkan kayu bakarnya. Jika api kurang besar, kayu bisa ditambahkan lagi. Dengan demikian, tingkat kematangannya lebih merata.

Meskipun begitu, memasak dengan kompor tentu tidak dilarang. "Soal rasa itu masalah selera. Hanya saja, kalau dengan kayu bakar, aroma bakarannya lebih tercium," katanya.

Rendang, seperti juga hidangan khas Minang lainnya, mengandung kolesterol tinggi karena menggunakan santan yang kental. Apalagi, masakan Minang juga banyak menggunakan bahan-bahan seperti tunjang atau kikil. Oleh sebab itu, masakan Minang selalu disajikan dengan mentimun. Mentimun ini fungsinya untuk menurunkan kadar kolesterolnya. Maka, saat menikmati rendang, lahap juga mentimunnya!