Ching He Huang,
KOMPAS.com – Dibandingkan koki wanita, koki pria memang terbukti lebih sering wara-wiri di layar televisi. Namun di tengah "serbuan" para koki pria ini, nama Ching He Huang masih berkibar dan memiliki banyak penggemar setia. Buktinya, sampai saat ini, ia masih memiliki acara memasaknya sendiri, Restaurant Redemption yang tayang di Asian Food Channel.

Koki perempuan keturunan Inggris-China ini terpilih menjadi duta makanan China modern. Dalam melaksanakan tugasnya ini, Ching, sapaannya, "mengajarkan" bahwa memasak makanan China ini sangat menyenangkan, mudah dan juga sehat.

Kecintaannya pada masak-memasak juga diwujudkan dalam berbagai buku resep masakan yang mudah dibuat. Sampai saat ini ia sudah menulis banyak buku resep masakan China modernnya sendiri. Buku-bukunya ini juga mendapatkan apresiasi positif dan berbagai penghargaan seperti Gourmand World Cookbook Awards 2009-2010 dan tahun 2013, NAMIC Vision Awards Winners-Lifestyle Category 2011, Best Food Broadcast Award for BBC, Best Culinary Host nominee for Cooking Channel's tahun 2013 lalu. Ia juga menerima penghargaan Daytime Emmy in 2013, sebagai best culinary TV host di Amerika.

Seperti apa sih sosok Ching He Huang?

Berikut wawancara eksklusif Kompas Female dengan Chef Ching He Huang.

Kompas Female (KF) : Sejak kapan sih suka dunia masak-memasak?
Ching He-Huang (CHH) : Sejak kecil. Nenek lah yang menginspirasi saya untuk belajar memasak. Beliau mengajarkan saya memasak sejak saya kecil dan masih tinggal di rumah keluarga saya di Taiwan Selatan. Ibu juga mengajarkan saya tentang filosofi dasar makanan China. Saya dibesarkan dalam  keluarga yang sangat suka memasak, setiap hari selalu menikmati makanan yang freshly cooked.

Tetapi ilmunya sangat berguna. Saat berusia lima tahun, keluarga saya berimigrasi ke Afrika Selatan. Di sini semuanya serba berbeda, mulai dari diet, menu makana  dan iklim. Lalu, ketika umur saya 11 tahun, keluarga kami harus pindah ke London.

Orangtua saya memiliki bisnis sendiri dan ibu sering sekali bepergian. Hal ini membuat saya harus memasak makanan keluarga seorang diri. 

KF    : Kapan mulai serius menjajaki profesi sebagai seorang koki?
CCH : Sebelumnya saya tidak pernah berpikir akan merintis karier di industri kuliner, apalagi menjadi seorang chef. Dua hal tersebut tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Semuanya terjadi secara bertahap, namun benar-benar menekuninya bisa dibilang sewaktu saya lulus kuliah. Memilih untuk menjadi pengusaha seperti orangtua, saya pun memulai bisnis katering sendiri, Fuge.

Sepuluh tahun kemudian, saya mulai memberanikan diri untuk merambah dunia kuliner entertainment, sembari menulis dan merilis buku buku. Tahun 2005, saya mendapatkan program memasak di televisi bertajuk Ching's Kitchen, yang mengusung makanan China modern. Terus berlanjut hingga sekarang, kini saya membintangi acara televisi Restaurant Redemption.

Tahun 2006,  saya mulai menulis buku China Modern, Chinese Food Made Easy (2008) yang dibuat berdasarkan acara televisi berjudul sama, dan Ching's Chinese Food in Minutes (2009), Chinese Fast Food 2011, dan Exploring China: A Culinary Adventure (2012).

KF  : Kenapa memilih masakan China sebagai spesialisasi Anda?
CHH: Saya suka semua jenis makanan. Namun background saya adalah masakan khas China. Masakan China tradisional ini, kemudian saya kemas dengan lebih modern, sehingga menjadi masakan China fusion. 

KF   : Apa menu andalan Anda?
CHH : Signature dish saya adalah Wonton Noodle Soup. Membuatnya sangat mudah dan menyenangkan. Selain itu wonton ini juga bisa diolah menjadi banyak masakan, misalnya Sichuan Wonton in Chili Oil, Dim Sum Siumai, atau sup kaldu dengan wonton tanpa mi.

KF    : Apa yang menjadi inspirasi Anda saat menciptakan resep baru?
CHH : Bagi saya memasak merupakan sebuah proses kreatif. Anda tidak bisa begitu saja menghasilkan resep istimewa setiap saat. Ketika menciptakan resep, saya sering membayangkan apa sih makanan yang orang ingin santap, bagaimana skill chef, biaya yang dibutuhkan dan efektivitas dapurnya sendiri.

Ketika memasak, saya selalu berpikir dan bertanya, "Apakah makanan ini enak?" "Apakah ini menu terbaik yang bisa saya buat?" Kalau memang enak dan luar biasa, maka ya sudah biarkan saja. Tetapi kalau ini bukan yang terbaik yang bisa Anda buat, maka ubahlah resepnya dan temukan elemen-elemen yang bisa membuat makanan ini jadi sempurna.

Salah satu filosofi yang saya pegang sebagai basic setiap kali memasak adalah adanya keseimbangan dalam makanan. Metode Yin dan Yang yang diajarkan ibu saya ini dasarnya adalah menyeimbangkan kedua bahan makanan yang panas dan dingin dalam satu masakan sehingga terciptalah komposisi yang seimbang, sehat, dan lezat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *