Jennifer Dunn Akui
JAKARTA, KOMPAS.com – Artis Jennifer Dunn mengaku berat saat harus menjalankan hukuman delapan bulan penjara. Hukuman ini adalah tuntutan jaksa penuntut umum yang bisa saja dikabulkan oleh majelis hakim pada sidang putusan nanti.

"Ya berat lah ya, kalau menjalani delapan bulan itu tidak mudah lah. Tidak seperti hari-hari kita satu hari di luar," ujarnya usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Bahkan, setelah mendengar pembacaan tuntutan itu Jennifer merasa tubuhnya masih bergetar. Meski demikian, ia tetap merasa bersyukur.

Baca juga: Jennifer Dunn Minta Maaf Pada Suami dan Berjanji Akan Bertobat

"Speechless sih, sampai enggak bisa ngomong. Yang jelas sih alhamdulillah karena ini buat aku mukjizat sekali ya. Aduh enggak bisa ngomong. Aku masih getar," ungkapnya.

Sebelumnya Jaksa Umum Nova membacakan tuntutannya atas Jennifer Dunn.

"Menuntut supaya majelis hakim pengadilan negeri jakarta selatan memutuskan. Satu, menyatakan terdakwa Jennifer dunn alias Jeje terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba golongan 1 untuk diri sendiri. Sebagai sudah diatur Pasal 127 ayat 1 huruf a, UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika," ujar Nova.

"Menjatuhkan hukuman kepada Jeje alias Jennifer Dunn dengan pidana penjara selama delapan bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," imbuhnya.

Selanjutnya, sidang akan dilanjutkan dengan mendengarkan pembelaan dari Jennifer Dunn yang akan digelar pada 31 Mei 2018 mendatang.

Inilah Restoran Terfavorit di Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com – Wisatawan di Asia Tenggara menyatakan bahwa mencicipi kuliner lokal asli selama liburan penting atau sangat penting. Mereka yang menyatakan hal tersebut adalah 82 persen dari responden yang mengikuti survei terbaru dilakukan oleh TripAdvisor.

TripAdvisor mengungkap nama-nama restoran paling atas yang menyajikan kuliner populer di Asia. Hal ini berdasarkan ulasan dan opini dari wisatawan TripAdvisor, dengan kriteria kualitas dan kuantitas ulasan untuk periode 1 Mei 2013 30 April 2014.

Sepuluh dari restoran terbaik di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Tiongkok, India, Jepang dan Korea menyajikan masakan lokal yang telah dikenal, menurut ulasan dan opini wisatawan di seluruh dunia.

Kalau berkaitan dengan makanan, wisatawan TripAdvisor telah mengulas dan memberikan penilaian mengenai restoran terbaik untuk menikmati kuliner Asia yang populer, kata spokesperson TripAdvisor Jean Ow-Yeong seperti termuat dalam keterangan tertulis.

Bali memiliki jumlah pemenang paling banyak dengan 9 dari 10 restoran dalam daftar untuk Indonesia dan satu pemenang dari Yogyakarta. Berada paling atas di daftar adalah restoran Merah Putih di Kerobokan Bali yang terkenal karena resep masakan Indonesia tradisional dan kontemporernya yang disajikan di restoran berdesain cantik. Satu pengulas TripAdvisor mengatakan bahwa, Kami sangat terkesan dengan kualitas makanan yang disajikan. Kombinasi menarik dan makanan yang lezat di restoran yang mengesankan. Cobalah!

Berada di posisi kedua adalah Warung Little Bird, mendapatkan penghargaan dari wisatawan Pantai Sanur karena harganya yang terjangkau. Satu pengulas TripAdvisor memuji, Harganya sangat masuk akal untuk restoran kecil lokal Indonesia. Semua yang kami pesan sempurna dan memiliki intisari dan rempah khas Bali.

Daftar 10 restoran Indonesia teratas  di Indonesia.
1. Merah Putih Restaurant, Kerobokan, Bali
2. Warung Little Bird, Sanur, Denpasar, Bali
3. Bambu Restaurant, Seminyak, Bali
4. Kesuma Restaurant, Yogyakarta
5. Warung Apple, Singaraja, Bali
6. Putus Wild Ginger, Ubud, Bali
7. Gabah Restaurant & Bar, Kuta, Bali
8. Cafe Harmony Amed, Amed, Bali
9. Komang Johns Caf, Amed, Bali
10. Padi Organic, Ubud, Bali

Sebagai sumber perjalanan, TripAdvisor menampilkan restoran untuk setiap destinasi dan preferensi makan malam selain variasi akomodasi dan daftar obyek wisata. Ada lebih dari 2,3 juta restoran di dunia di dalam TripAdvisor. Serta lebih dari 406.260 restoran di Asia termasuk lebih dari 13.665 restoran di Indonesia

Kuliner Asia yang paling dicari di TripAdvisor adalah masakan Tiongkok, diikuti oleh India, Jepang, Thai, Vietnam, Indonesia, Korea, dan Malaysia. Polling situs TripAdvisor dilaksanakan mulai tanggal 22 Juli 13 Agustus terhadap 1.033 wisatawan di Asia Tenggara termasuk Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. (*)

Icip-Icip Makanan Raja Yogya (3)
TAK pernah terlintas di benak BRAy Hj Nuraida Joyokusumo, satu saat bakal disunting pangeran Keraton Yogya. Toh, perempuan kelahiran Balikpapan 4 Oktober 1961 ini, bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan adat-istiadat keraton. Termasuk mempelajari tata cara, sesaji, hingga masakan kesukaan Sultan.

Setiap hari, kata Nuraida saat berbincang dengan tabloidnova.com, semua peristiwa budaya dan adat keraton yang wajib dilakukan dan dilihatnya di lingkungan keraton, Saya catat dalam ingatan. Juga kalau saya harus menemani suami menghadiri acara jamuan makan besar bersama mendiang Sri Sultan HB IX di ruang pribadinya di Gedong Jene, Keraton Yogya.

Tiap kali ada jamuan, kisahnya, selain ada makanan yang disajikan dari dapur keraton, para istri juga membawa satu set hidangan kesukaan Sri Sultan dengan warna piring yang berbeda. Nah, karena ibu mertua saya sudah meninggal, sayalah yang bertugas memasak dan mengirimkan hidangannya. Semua hidangan itu dimakan Sri Sultan meski sedikit-sedikit. Ida pun masih ingat, HB IX maksimal hanya makan 7 suapan setiap kali makan.

Dari hanya mencatat di ingatan, ibu tiga anak ini tergerak mengumpulkan resep-resep masakan, minuman, dan kudapan kesukaan ayah mertuanya. Nara sumber saya, para abdi dan sesepuh keraton yang paham betul soal masakan kesukaan Sultan. Para abdi, kan, rutin menyediakan makanan kesukaan Sultan. Mulai dari masakan kesukaan Sultan HB I hingga Sultan ke-IX.

Menu untuk harian, jelas Ida, berbeda dengan menu untuk acara ulang tahun harian yang jatuhnya setiap 35 hari. Ada pula masakan untuk acara ulang tahun yang jatuh setiap tahun dan masakan yang dimasak masing-masing istri Sultan. Semua itu dilakukan secara turun-temurun dan tak pernah ada dokumentasi tertulisnya. Saya pikir, sayang sekali kalau tak didokumentasikan.

Kini, sudah dua judul buku resep masakan khas keraton diselesaikan Ida. Yang satu tentang kue-kue unik, lainnya tentang warisan kuliner keraton. Hampir semua jenis masakan atau kue di keraton ada ceritanya.

Ada beberapa masakan keraton yang sebenarnya juga sudah familiar di tengah masyarakat. Misalnya gudeg. Tetapi gudeg kesukaan Sultan beda dengan gudeg yang dikenal masyarakat. Bedanya, gudeg kesukaan Sultan rasanya gurih. Nangka mudanya dipotong besar-besar.

Lalu ada pula nasi blawong, yaitu nasi yang dimasak dengan rempah-rempah. Karena hidangan ini khusus disajikan untuk Sultan, di buku saya tidak saya cantumkan resepnya.

Untuk menyusun semua resep masakan, kue, dan minuman kesukaan Sultan, Ida mengaku memerlukan waktu cukup lama. Untuk mendata saja, sekitar dua tahun. Ada sekitar 100 resep tapi belum bisa semuanya dipublikasikan.

Icha Irawan, Berbagi Resep karena Rindu Masakan Indonesia
JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu pengguna Instagram, Icha Irawan, melalui akunnya, @icha.irawan, kerap berbagi resep masakan Indonesia.

Resep-resep yang dibagikannya kerap menjadi rujukan dan dipraktikkan para pengikutnya yang kini mencapai lebih dari 119.000.

Dari Sidney, Australia, tempat bermukim, Icha berbagi resep-resep itu. Berawal dari kerinduannya akan masakan Indonesia…

Kepada Kompas.com beberapa waktu lalu, Icha berbagi cerita. 

Resep yang dibagikan oleh Icha sangat beragam, mulai dari olahan ikan, tempe, mi, kepiting, donat, minuman-minuman segar, dan sebagainya.

Resep yang ia bagikan sebagian besar adalah makanan-makanan khas Indonesia.

Unggahan foto masakannya terlihat begitu lezat dan menarik, dan mendapatkan respons positif.

doc. Icha Irawan Salah satu postingan hasil makanan Icha Irawan di Instagram.

Berawal karena rindu jajanan Indonesia

Ibu dua anak kelahiran Bontang, Kalimantan Timur ini mempunyai hobi memasak sejak kecil.

Hobi memasaknya semakin berkembang setelah ia menetap di Sidney pada 2013 hingga kini.

Inspirasi jenis masakannya muncul karena merindukan masakan Indonesia.

"Hampir sebagian inspirasi saya itu berdasarkan kerinduan saya akan jajanan-jajanan khas di Indonesia. Dari situ saya mengingat kembali rasanya dan bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalam makanan tersebut. Saya pun selalu mencari-mencari inspirasi cara membuat/menyajikannya supaya persis mirip dari berbagai sumber Youtube atau Google. Lalu semua itu saya aplikasikan ke dalam masakan saya sampai semua detilnya," kata Icha kepada Kompas.com, Selasa (3/7/2018).

Selain itu, ia terinspirasi oleh ayah dan ibu mertuanya.

"Almarhum ayah saya adalah inspirasi terbesar saya juga. Karena Beliau pecinta kuliner. Dari kecil saya selalu diajak ke tempat makanan-makanan unik yang enak-enak yang tempatnya dari ujung ke ujung Jakarta. Beliau juga bisa masak. Satu lagi inspirasi memasak saya adalah ibu mertua saya, dari Beliau lah saya banyak belajar mengolah makanan dan menyajikan dengan benar dan enak," ujar Icha.

Memulai di Instagram

Awalnya, Icha hanya ingin mendokumentasikan foto masakan sehari-sehari yang dibuatnya.

Pertama kali, ia membagikan resep donat simpel dan empuk pada 2015.

Malam semuanyaa… Hari ini Saya lagi semangat2nya didapur. Tadi pagi udah lama gak bikin donat, akhirnya hri ini kesampaian bikin. Mau cerita sedikit ttg Si Donat ini yg saya beri nama Donat Empuk Momychaa. Pertama kali share foto dan resep donat itu di tahun 2015. Ingat bgt saat itu follower saya cm 400an orang. Ketika hari itu posting donat besok pagi nya kagett liat followers tembus 2K. Inilah awalnyaa Foto2 makanan Saya mulai dikenal orang. Resep donat ini pun sudah saya utak atik dr saya SMA, dlunya asal bgt gak pakai takaran main coba2 smua bahan saya beli yg kemasan Sachet main cemplung2. Awalnya kaya batu kerass hihii. Tapi karena Saya sukaa bgt sama donat dri TK. Saya kekeh coba trus dan coba trus. Akhirnya sampailah tercipta resep saya yg skr ini (bukan modifikasi resep orang lain). Rasanya sudah pas dgn resep ini gampang mudah dan cepat kalisnya. Banyak jg ibu2 bahkan adek2 yg masih kuliah dan SMA, laporan kesaya klo mereka sukses jualan donat dgn resep ini. Ada yg sampai bilang bisa melanjutkan sekolahnya. Alhamdulillah, terharuu sekali???? Ayo ibu- ibu yg ada didalam rumah jgn kecil hati jgn pernah berpikir klo sudah berumah tangga/ sudah punya anak lalu bakat kita akan terpendam. Itu salah besar. Dijaman skr ini bakat apapun bisa kita kembangkan menjadi bermanfaat buat diri sendiri maupun orang banyak. Ps : Resep ada di hashtag yaa #donatempukmomychaa Love Momychaa???? #dapurmomychaa #donatempukmomychaa

A post shared by ????Dapur Momychaa???? (@icha.irawan) on Jun 20, 2018 at 3:37am PDT

Sejak itu, followers-nya semakin bertambah dan masakannya semakin dikenal banyak orang.

"Awalnya saya tidak pernah menyangka akan diikuti oleh banyak ibu-ibu di Instagram. Mulanya saya hanya mendokumentasikan foto masakan saya keseharian. Lama kelamaan followers makin bertambah dan mereka hampir semua selalu meminta resep menu yang saya masak," kata dia.

Dari respons positif tersebut, Icha semakin semangat untuk membagikan resep-resep masakannya.

Ia ingin membantu ibu-ibu muda yang baru belajar memasak atau orang Indonesia yang tinggal di luar negeri agar bisa memasak masakan Indonesia dan mengobati rasa kerinduan akan Tanah Air.

Icha merasa senang ketika ada followers yang mencoba resepnya, kemudian membagikannya di Instagram dan men-tag akun pribadinya.

"Saya merasa sangat senang dan bahagia setiap hari ada puluhan ibu-ibu bahkan pelajar-pelajar remaja yang mengirim foto-foto masakannya di rumah yang berhasil menggunakan resep saya. Mendengar cerita mereka tidak jarang membuat saya sangat terharu," ujar Icha.

Membuka peluang bisnis orang lain

Selain membantu para ibu di rumah yang ingin menyajikan masakan lezat untuk keluarga, ia mengatakan, ada pula yang akhirnya berbisnis dengan memasarkan donat yang dibuat dari resepnya.

"Banyak dari mereka (followers) yang sukses berjualan dengan resep saya. Sampai ada 1 mahasiswi yang bilang bahwa dia bisa melanjutkan kuliahnya dengan berjualan donat resep saya bersama ibunya. Saya enggak menyangka ternyata apa yang saya bagikan di Instagram saya bukan sesuatu hal yang kecil, tapi sangat berdampak besar untuk orang lain bahkan untuk keluarga/rumah tangga lain," kata Icha.

Saat ini, Icha sedang menyelesaikan proses pembuatan buku resep hasil masakannya.

Hindari Gorengan, Rahasia
KOMPAS.com – Jangan bicara soal tubuh proporsional dengan Ali Larter jika masih melajang. Karena, baginya, seorang perempuan akan punya tantangan lebih besar dalam memperoleh tubuh ideal saat sudah menjadi ibu, yaitu usai melahirkan dan punya anak.

Kenapa demikian? Karena tidak mudah bagi dia untuk menurunkan berat badan seketika usai melahirkan. Apalagi sewaktu mengandung, ia mengalami kenaikan berat badan hingga 20 kilogram.

"Banyak yang bilang dengan menyusui berat badan akan menyusut, tetapi itu hanya isapan jempol belaka. Bayangkan kalau tubuh saya naiknya 20 kilogram, mesti ada upaya lain untuk bisa ramping kembali," ujarnya, seperti dikutip dari laman The Daily Mail.

Ali lalu memberi bocoran rahasia rampingnya dalam wawancara khusus untuk majalah Health edisi September 2013. Siapa saja yang melihat tubuh idealnya di sampul majalah tersebut pasti akan iri karena Ali bisa kembali tampil seperti saat belum hamil.

Salah satu kiat suksesnya adalah dengan menghindari makanan gorengan. Ali yang juga hobi memasak memanfaatkan waktunya sebagai ibu dengan bergulat di dapur untuk berkreasi makanan sehat. Hasilnya, selain tubuh yang ideal, Ali juga merilis buku masak pertamanya, yang diberi judul Kitchen Revelry: A Year of Festive Menus from My Home to Yours.

"Setelah anak lahir, saya merasa betapa banyak waktu yang sudah saya habiskan untuk shooting, dan sekarang saya benar-benar menikmati waktu di dapur, dan memasak. Jadi, kenapa tidak menjadikan (kumpulan resepnya) buku," ujar dia menjelaskan.

Ada sekitar 100 resep masakan yang dituangkan Ali dalam buku ini. Dia juga memberi tips, selain asupan makanan sehat, ibu muda yang ingin kembali ke bentuk tubuh semula mestilah berolahraga dengan rajin.

Dia sendiri melakukan olahraga  minimal empat kali dalam seminggu. Meksi jadwalnya padat, ia menyempatkan diri untuk bisa konsisten. Setidaknya berlari-lari kecil di atas treadmill dalam durasi minimal satu jam. Untuk bisa kembali ramping dan mendapatkan bentuk tubuh ideal, kata dia, memang perlu usaha.

Henry Alexie Bloem,
HENRY Alexie Bloem (46), pria asal Pulau Bali ini, tak pernah bercita-cita menjadi koki atau chef profesional. Namun, belakangan ini, dia justru berusaha terus-menerus membuat masakan tradisional Indonesia bisa diterima dunia dan berkolaborasi dengan masakan negara lain.

Jangan menyerah dan tetap kreatif dengan resep-resep tradisional! Itulah cara Bloem menyemangati teman-teman sesama chef sekaligus anggota Asosiasi Chef Indonesia, terutama saat mereka menjadi koki di negeri orang.

Bagi Bloem, kutak-katik resep Indonesia menjadi lebih bergaya pada meja jamuan internasional adalah perjuangan. Ini sama dengan saat dia berjuang agar para koki bisa memperkenalkan masakan khas yang sebenarnya kepada para penikmat masakan.

Rendang ya rendang, betutu ya betutu, gudeg ya gudeg. Saya selalu memberikan makanan (kepada konsumen) dengan resep aslinya. Pedas, manis, asin, itu pembawaan yang khas tradisional masing-masing daerah, kata Bloem, pertengahan Mei lalu.

Menurut dia, masakan tradisional memiliki kekuatan pada rasanya. Soal penampilan di atas piring saji, lanjut dia, adalah persoalan kreativitas masing-masing koki.

Pria yang memiliki segudang pengalaman dan penghargaan ini berprinsip, menghargai masakan tradisional asli Indonesia adalah dengan tidak menambah atau mengurangi rasanya. Itu juga merupakan bagian bagaimana dia memberi pesan kepada para penikmat masakan tradisional, khususnya orang asing, agar menghargai Indonesia dari masakan.

Jika kita mengurangi rasa pedas, manis, atau rempahnya hanya karena alasan (konsumennya) orang asing, saya tidak setuju. Saya menganggap koki itu tidak memperkenalkan Indonesia yang sebenarnya, tutur dia.

Sejarah masakan

Bloem juga tidak asal belajar bumbu-bumbu asli khas masakan bangsa sendiri. Dia juga berusaha mempelajari sejarah berbagai masakan tradisional. Alasan Bloem yang juga Ketua Asosiasi Chef Indonesia ini, menikmati masakan tradisional akan lebih nikmat dan menyenangkan jika kita tahu sejarahnya.

Dia bangga jika bisa menyajikan masakan tradisional dengan tak hanya bercerita apa saja bumbunya, tetapi juga menceritakan kisah di balik masakan itu sendiri. Ini menjadi nilai tambahnya.

Menurut dia, seorang koki profesional dituntut tak hanya mengerti cara memasak. Mereka pun harus paham manajemen dapur hingga persoalan bertutur dengan kru, serta bertatap muka dengan para penikmat masakan hasil olahannya.

Kelemahan chef Indonesia, kata Bloem, mereka umumnya kurang percaya diri untuk bertemu para penikmatnya. Sebagian mereka beralasan tak bisa berbahasa asing, sedangkan lainnya khawatir dikritik. Oleh karena itulah, dia berusaha mendorong teman dan para chef untuk berani bertemu para penikmat masakannya.

Semua itu bisa dipelajari. Industri kuliner itu menjanjikan jika kita mau sungguh-sungguh belajar. Saya tak ahli berbahasa asing, tetapi punya keberanian bertemu orang dari berbagai latar belakang. Saya juga senang membaca berbagai literatur (berkaitan dengan masakan, ungkap dia.

Alhasil, Bloem dipercaya menjadi chef di dalam dan di luar negeri. Dalam dunia masak-memasak, lanjut dia, kepercayaan itu penting. Bagaimana kita bisa memasak untuk banyak orang jika kokinya tidak dipercaya? ucap dia.

Belum ada standar

Bloem dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang menghargai dan mencintai masakan khas Bali. Berawal dari belajar dan berkuliah di Hotel and Tourism Training Centre PPLP Dhyanapura, Denpasar, pada 1989, talenta ayah empat anak ini mulai terasah.

Dia menilai pemerintah belum maksimal memperhatikan industri kuliner. Ini antara lain bisa dilihat dari belum adanya standar di berbagai hal, seperti sertifikasi dan kontrol kebersihan rumah makan.

Standar itu penting untuk masa depan kuliner di Indonesia agar tak dinilai asal-asalan. Di sini termasuk mengkritisi mudahnya makanan asing (khususnya makanan cepat saji) membuka gerai di banyak tempat di Tanah Air.

Oleh karena itulah, dia ingin masakan tradisional digarap secara profesional agar mampu bersaing di jagat kuliner dunia. Saya hanya bisa memberi semangat kepada teman-teman chef agar tak menunggu uluran tangan pemerintah.

Salah satu hal yang dia lakukan adalah memberi semangat 16 chef yang tengah berada di luar negeri untuk menjadi ambasador masakan Indonesia. Sebagai ambasador, dia berharap mereka minimal bisa menyajikan satu resep masakan khas Indonesia dalam menu makanan tempatnya bekerja.

Asosiasi yang saya pimpin ini nonprofit. Namun, saya dan para anggota ingin memberikan sesuatu bagi bangsa lewat masakan. Kami tak ingin muluk-muluk berpromosi, tetapi langsung melakukannya dengan aksi, tutur dia.

Anggota asosiasi berjumlah sekitar 1.800 orang dan tersebar di seluruh Indonesia dan di sejumlah negara. Bloem mengupayakan anggota bisa sejahtera, antara lain dengan mendirikan semacam koperasi. Dia menyadari tak semua wilayah di Tanah Air seperti Jakarta dan Bali.

Chef Indonesia sejati pantang menyerah. Kami pasti bisa memperkenalkan masakan tradisional Indonesia tanpa harus mengurangi rasa. Kami pasti bisa mengajak para penikmat untuk menghargai makanan kita, kata Bloem. (AYU SULISTYOWATI)

Gurihnya Ayam Tangkap Khas Tanah Rencong
KOMPAS.com Indonesia memiliki beragam jenis kuliner berbahan dasar ayam yang menggugah selera, salah satunya adalah kuliner khas Aceh, Ayam Tangkap. Hasan, seorang pemilik rumah makan terkemuka di Banda Aceh, mengungkapkan kepada Kompas.com rahasia di balik kuliner andalan yang satu ini.

"Ayam Tangkap ini berbeda dengan masakan berbahan dasar ayam lain, tapi tetap digoreng-goreng juga sih," ungkapnya saat ditemui di rumah makannya belum lama ini.

Untuk menciptakan sebuah cita rasa Ayam Tangkap, Hasan mengungkapkan bahwa pertama-tama ayam yang ditangkap adalah ayam kampung yang dipelihara secara alami sehingga tidak mengandung bahan kimia. Ayam tersebut kemudian dipotong kecil-kecil dengan ukuran paling besar 8 sentimeter.

Sebagai penyedap, berbagai rempah khas seperti bawang putih, ketumbar, dan air kelapa pun dilumuri ke seluruh permukaan ayam yang telah dipotong-potong tersebut. Untuk menyatukan cita rasa, Hasan mengukus ayam yang telah dibumbui tersebut selama 15 menit.

"Setelah bumbunya meresap, baru kita goreng," lanjutnya.

Pada resep selanjutnya, Ayam Tangkap tersebut menemukan ciri khasnya. Potongan daun kari dan daun pandan segar juga ikut dimasukkan bersama ayam hingga garing dan menghasilkan aroma yang menggugah selera.

Cukup digoreng selama lima menit, potongan kecil ayam beserta daun tersebut kemudian ditiriskan dan siap disantap. Aroma rempah sangat kentara ketika paduan unik tersebut disajikan di atas piring plastik. Hasan mengatakan, pada umumnya, para pencinta kuliner yang satu ini mengombinasikannya dengan sambal kecap yang telah dicampur dengan potongan bawang merah dan cabai hijau.

Benar saja, gurihnya ayam beradu dengan garingnya daun dan dipadukan dengan manis-pedasnya sambal kecap menciptakan sensasi baru bagi Anda pencinta olahan yang berbahan dasar ayam khas Aceh.

Nama Ayam Tangkap sendiri ternyata baru populer di kalangan masyarakat sekitar 6 hingga 8 tahun belakangan. Dinamakan Ayam Tangkap karena ayam yang dipilih merupakan ayam kampung yang dipelihara secara alami sehingga perlu ditangkap terlebih dahulu sebelum dinikmati. Meski baru populer beberapa waktu terakhir, Hasan mengaku, resep masakan itu sudah turun-temurun.

Nah, bagi Anda yang tengah berada di Aceh, jangan lewatkan pengalaman berharga mencicipi cita rasa khas tanah rencong tersebut. Di Banda Aceh, banyak rumah makan yang menyajikan kuliner tersebut dan hampir semuanya memiliki benang merah cita rasa yang sama.

DapurMasak.com, Jejaring Sosial untuk Pehobi Masak
JAKARTA, KOMPAS.com – DapurMasak.com keluar sebagai juara pertama dalam kompetisi perusahaan rintisan digital SparxUp 2012, dan berhak atas hadiah Rp 150 juta. DapurMasak adalah jejaring sosial untuk orang yang ingin belajar dan punya hobi memasak.

Perusahaan rintisan digital (startup) ini didirikan oleh Soegianto dan Didik Wicaksono sejak Desember 2011. Duo sahabat asal Jakarta ini mengaku, jadi hobi memasak sejak mendirikan DapurMasak.com.

Dua pendiri DapurMasak.com, Soegianto dan Didik Wicaksono

"Kami ingin turut melestarikan resep dan masakan khas Indonesia lewat jejaring sosial. Di sini pengguna bisa berbagi pengalaman memasak," kata Soegianto saat Malam Penganugerahan SparxUp 2012 di Plaza Bapindo Jakarta, Jumat (5/10/2012).

Saat ini DapurMasak masih berstatus beta. Namun, layanan ini telah dibuka untuk publik, dan telah memiliki 250 pengguna. Rencananya, jejaring sosial ini akan diluncurkan secara resmi pada akhir Oktober.

Sistem pertemanan DapurMasak mirip seperti Twitter, yakni menggunakan sistem follow dan follower. Pengguna dapat mempublikasi resep masakan beserta fotonya, meninggalkan komentar, dan "cook it". "Cook it adalah aktivitas jika resep seorang pengguna, digunakan oleh pengguna lain untuk memasak," jelas Didik.

Cook It  boleh dibilang sebagai fitur paling unik di DapurMasak. Fitur ini memungkinkan sesama pehobi masak untuk mencoba, dan bahkan memodifikasi, resep pengguna lainnya. "Pujian terbesar bagi seorang pembuat resep adalah ketika resep itu dimasak oleh orang lain," kata Didik.

Saat pengguna hendak menunggah foto masakan, tersedia fitur edit untuk mengatur kecerahan foto agar masakan makin sedap dipandang. Fitur lainnya, DapurMasak juga membuat sebuah gamification system melalui CookBadges dan CookPoints.

Nantinya, Badges ataupun Point tersebut bisa berpeluang mendapatkan penawaran tertentu dari DapurMasak, misalnya untuk membeli produk makanan tertentu di Sedapur, ditukar dengan alat masak tertentu hingga voucher makan di suatu restoran.

DapurMasak juga memiliki sistem pengelolaan oleh komunitas. Sebagian anggota aktifnya akan diminta untuk sukarela menjadi semacam moderator yang bertugas untuk menghidupkan komunitas tersebut.

Tentu saja, para pendiri ingin menambahkan fitur pada layanan mereka. Didik menjanjikan beberapa ftur yang akan dikembangkannya ke depan, seperti membagi kategori masakan berdasarkan daerah asal atau rasa khas masakan tersebut.

Tertarik untuk belajar masak? Yuk berjejaring sosial di DapurMasak.com!

Daftar Lengkap Resep
KOMPAS.com – The Pokemon Company baru saja merilis game Pokemon Quest untuk Android dan iOS. Game yang debut di konsol Nintendo Switch ini menonjolkan cerita petualangan ala role playing game (RPG) di dunia pokemon.

Salah satu bagian unik dari game tersebut adalah metode menangkap Pokemon memakai masakan. Jadi pemain tidak lagi perlu bertarung dengan pokemon idaman, tapi mesti mencarinya dengan  memakai resep makanan tertentu.

Total ada 18 resep masakan yang bisa dibuat oleh pemain dan masing-masing bakal memanggil jenis Pokemon berbeda. Namun saat awal memulai permainan, seluruh resep terkunci. Pemain mesti bereksperimen memakai benyak bahan berbeda agar bisa menemukan seluruh resep itu.

Jangan khawatir, Anda tidak harus berjuang kerasa dan berulang kali gagal untuk bisa melengkapi 18 daftar resep itu. Berikut ini, seagaimana KompasTekno rangkum dari IGN, Jumat (29/6/2018), daftar lengkap resep makanan pemanggil Pokemon tersebut.

Bahan Baku

Setiap kali menyelesaikan suatu chapter perjalanan di Pokemon Quest atau setelah memiliki capaian tertentu, pemain akan memperoleh berbagai benda. Salah satunya adalah benda bertipe baahan baku yang bisa dipakai untuk memasak.

Ada 14 tipe bahan baku memasak, yang kemudian diturunkan menjadi item-item berbeda.

1. Small : Tiny Mushroom, Bluk Berry, Apricorn dan Fossil
2. Precious : Big Root, Icy Rock, Honey, Balm Mushroom
3. Very Precious : Rainbow Matter
4. Mystical : Mystic Shell
5. Red : Tiny Mushroom or Big Root
6. Blue : Bluk Berry or Icy Rock
7. Yellow : Apricorn or Honey
8. Grey : Fossil or Balm Mushroom
9. Soft Things : Tiny Mushroom, Bluk Berry, Big Root, Honey or Balm Mushroom
10. Hard Things : Apricorn, Fossil or Icy Rock
11. Sweet Things     : Bluk Berry or Honey
12. Mushroom : Tiny Mushroom or Balm Mushroom
13. Mineral : Icy Rock and Fossil
14. Plant : Apricorn, Big Root

Dari bahan baku tersebut, pemain bisa meraciknya menjadi 18 resep masakan. Adapun jumlah bahan yang diperlukan ditulis dalam istilihat tertentu, yakni:

1. A whole lot : 4 slot
2. A lot : 3 slot
3. A few : 2 slot
4. A little : 1 slot

Berikut ini resep lengkap untuk memasak di Pokemon Quest:

  Nama Resep Bahan Pokemon
1 Mulligan Stew la Cube Whatever ingredients you like 5x item bahan baku apapun Mendatangkan Pokemon tipe tertentu secara acak
2 Red Stew la Cube A whole lot of red 4x bahan baku tipe Red Mendatangkan Pokemon tipe Red
3 Blue Soda la Cube A whole lot of blue 4x bahan baku tipe Blue Mendatangkan Pokemon tipe Blue
4 Yellow Curry la Cube A whole lot of yellow 4x bahan baku tipe Yellow Mendatangkan Pokemon tipe Yellow
5 Gray Porridge la Cube A whole lot of grey 4x bahan baku tipe Grey Mendatangkan Pokemon tipe Grey
6 Mouth Watering Dip la Cube A whole lot of soft things and a lot of blue 4x tipe Soft
3x tipe Blue Mendatangkan Pokemon tipe Air
7 Plain Crepe la Cube A lot of sweet things and a few gray 3x tipe Sweet
2x tipe Gray Mendatangkan Pokemon tipe Normal
8 Sludge Soup la Cube A whole lot of mushrooms and a lot of soft things 4x tipe Mushroom
3x tipe Soft Mendatangkan Pokemon tipe Poison
9 Mud Pie la Cube A few minerals and a whole lot of soft things 2x tipe Mineral
4x tipe Soft Mendatangkan Pokemon tipe Ground
10 Veggie Smoothie la Cube A whole lot of plants and a few soft things 4x tipe Plant
2x tipe Soft Mendatangkan Pokemon tipe Grass
11 Honey Nectar la Cube A whole lot of sweet things and a lot of yellow 4x tipe Sweet
3x tipe Yellow Mendatangkan Pokemon tipe Bug
12 Brain Food la Cube A lot of sweet things and a few hard things 3x tipe Sweet
2x tipe Hard Mendatangkan Pokemon tipe Psychic
13 Stone Soup la Cube A whole lot of hard things and a few minerals 4x tipe Hard
2x tipe Mineral Mendatangkan Pokemon tipe Rock
14 Light-as-Air Casserole la Cube A lot of minerals and a few plants 3x tipe Mineral
2x tipe Plant Mendatangkan Pokemon tipe Flying
15 Hot Pot la Cube A lot of mushrooms and a little red 3x tipe Mushroom
2x tipe Red Mendatangkan Pokemon tipe Fire
16 Watt a Risotto la Cube A whole lot of soft things and a lot of yellow 4x tipe Soft
3x tipe Yellow Mendatangkan Pokemon tipe Electric
17 Get Swole Syrup la Cube A lot of sweet things and a few mushrooms 3x tipe Sweet
2x tipe Mushroom Mendatangkan Pokemon tipe Fighting
18 Ambrosia of Legends la Cube A whole lot of mystical things 4-5x tipe Mystical Mendatangkan Pokemon dari kategori sangat langka

Ching He Huang,
KOMPAS.com – Dibandingkan koki wanita, koki pria memang terbukti lebih sering wara-wiri di layar televisi. Namun di tengah "serbuan" para koki pria ini, nama Ching He Huang masih berkibar dan memiliki banyak penggemar setia. Buktinya, sampai saat ini, ia masih memiliki acara memasaknya sendiri, Restaurant Redemption yang tayang di Asian Food Channel.

Koki perempuan keturunan Inggris-China ini terpilih menjadi duta makanan China modern. Dalam melaksanakan tugasnya ini, Ching, sapaannya, "mengajarkan" bahwa memasak makanan China ini sangat menyenangkan, mudah dan juga sehat.

Kecintaannya pada masak-memasak juga diwujudkan dalam berbagai buku resep masakan yang mudah dibuat. Sampai saat ini ia sudah menulis banyak buku resep masakan China modernnya sendiri. Buku-bukunya ini juga mendapatkan apresiasi positif dan berbagai penghargaan seperti Gourmand World Cookbook Awards 2009-2010 dan tahun 2013, NAMIC Vision Awards Winners-Lifestyle Category 2011, Best Food Broadcast Award for BBC, Best Culinary Host nominee for Cooking Channel's tahun 2013 lalu. Ia juga menerima penghargaan Daytime Emmy in 2013, sebagai best culinary TV host di Amerika.

Seperti apa sih sosok Ching He Huang?

Berikut wawancara eksklusif Kompas Female dengan Chef Ching He Huang.

Kompas Female (KF) : Sejak kapan sih suka dunia masak-memasak?
Ching He-Huang (CHH) : Sejak kecil. Nenek lah yang menginspirasi saya untuk belajar memasak. Beliau mengajarkan saya memasak sejak saya kecil dan masih tinggal di rumah keluarga saya di Taiwan Selatan. Ibu juga mengajarkan saya tentang filosofi dasar makanan China. Saya dibesarkan dalam  keluarga yang sangat suka memasak, setiap hari selalu menikmati makanan yang freshly cooked.

Tetapi ilmunya sangat berguna. Saat berusia lima tahun, keluarga saya berimigrasi ke Afrika Selatan. Di sini semuanya serba berbeda, mulai dari diet, menu makana  dan iklim. Lalu, ketika umur saya 11 tahun, keluarga kami harus pindah ke London.

Orangtua saya memiliki bisnis sendiri dan ibu sering sekali bepergian. Hal ini membuat saya harus memasak makanan keluarga seorang diri. 

KF    : Kapan mulai serius menjajaki profesi sebagai seorang koki?
CCH : Sebelumnya saya tidak pernah berpikir akan merintis karier di industri kuliner, apalagi menjadi seorang chef. Dua hal tersebut tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Semuanya terjadi secara bertahap, namun benar-benar menekuninya bisa dibilang sewaktu saya lulus kuliah. Memilih untuk menjadi pengusaha seperti orangtua, saya pun memulai bisnis katering sendiri, Fuge.

Sepuluh tahun kemudian, saya mulai memberanikan diri untuk merambah dunia kuliner entertainment, sembari menulis dan merilis buku buku. Tahun 2005, saya mendapatkan program memasak di televisi bertajuk Ching's Kitchen, yang mengusung makanan China modern. Terus berlanjut hingga sekarang, kini saya membintangi acara televisi Restaurant Redemption.

Tahun 2006,  saya mulai menulis buku China Modern, Chinese Food Made Easy (2008) yang dibuat berdasarkan acara televisi berjudul sama, dan Ching's Chinese Food in Minutes (2009), Chinese Fast Food 2011, dan Exploring China: A Culinary Adventure (2012).

KF  : Kenapa memilih masakan China sebagai spesialisasi Anda?
CHH: Saya suka semua jenis makanan. Namun background saya adalah masakan khas China. Masakan China tradisional ini, kemudian saya kemas dengan lebih modern, sehingga menjadi masakan China fusion. 

KF   : Apa menu andalan Anda?
CHH : Signature dish saya adalah Wonton Noodle Soup. Membuatnya sangat mudah dan menyenangkan. Selain itu wonton ini juga bisa diolah menjadi banyak masakan, misalnya Sichuan Wonton in Chili Oil, Dim Sum Siumai, atau sup kaldu dengan wonton tanpa mi.

KF    : Apa yang menjadi inspirasi Anda saat menciptakan resep baru?
CHH : Bagi saya memasak merupakan sebuah proses kreatif. Anda tidak bisa begitu saja menghasilkan resep istimewa setiap saat. Ketika menciptakan resep, saya sering membayangkan apa sih makanan yang orang ingin santap, bagaimana skill chef, biaya yang dibutuhkan dan efektivitas dapurnya sendiri.

Ketika memasak, saya selalu berpikir dan bertanya, "Apakah makanan ini enak?" "Apakah ini menu terbaik yang bisa saya buat?" Kalau memang enak dan luar biasa, maka ya sudah biarkan saja. Tetapi kalau ini bukan yang terbaik yang bisa Anda buat, maka ubahlah resepnya dan temukan elemen-elemen yang bisa membuat makanan ini jadi sempurna.

Salah satu filosofi yang saya pegang sebagai basic setiap kali memasak adalah adanya keseimbangan dalam makanan. Metode Yin dan Yang yang diajarkan ibu saya ini dasarnya adalah menyeimbangkan kedua bahan makanan yang panas dan dingin dalam satu masakan sehingga terciptalah komposisi yang seimbang, sehat, dan lezat.