Kalbe Farma Incar Penjualan Minuman Energi Tumbuh 20%

Manajemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memperkirakan ada pertumbuhan penjualan sebesar 20% didukung dari ajang piala dunia yang akan berpengaruh pada penjualan minuman energi.

Direktur Keuangan PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius menuturkan, masyarakat Indonesia memiliki antusias tinggi saat ajang perhelatan akbar sepak bola dunia. Hal itu akan berdampak terhadap konsumsi minuman energi.

“Memang ada (kenaikan konsumsi) karena itu momen aktivitas sepak bola, masyarakat Indonesia antusias sepak bola,” kata  Vidjongtius   dalam acara Investor Day, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (7/5/2014).

Dalam momen ini, Kalbe Farma tidak tinggal diam, perseroannya melakukan berbagai macam promosi, tidak hanya iklan saja. Akan tetapi juga acara pendukung, seperti pertandingan fustsal dan jalan santai.

“Kami manfaatkan momen ini adalah Extrajoss, biasanya momen ini sepanjang tahun ada aktivitas tidak hanya promosi tapi akan juga tersebar lainnya. Kami lakukan aktivitas berhubungan dengan sepak bola, turnamen futsal, kami selenggarakan, bukan hanya sarana promosi membangun aktivitas sepak bola,” paparnya.

Dengan begitu,  Vidjongtius memperkirakan pertumbuhan penjualan minuman energi Kalbe Farma bisa tumbuh 20% pada 2014.

“Biasanya ada promosi pemanfaatan even biasanya penjualan lebih baik itu terjadi, pertumbuhan tahun ini kurang lebih pertumbuhan 20% untuk produk yang memanfaatkan momen itu,” pungkasnya.

Perseroan mencatatkan penjualan bersih naik 16,51% menjadi Rp 4,06 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2014. Laba perseroan tumbuh 11,04% menjadi Rp 493,10 miliar pada kuartal I 2014 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 444,06 miliar. (Pew/Ahm)

Doyan Minuman Energi Cek Efeknya Bagi Tubuh


Minuman energi bisa memberikan dorongan pada hari Senin pagi Anda. Namun, minuman tersebut hanya memiliki efek sementara, menurut sebuah ulasan yang dipublikasikan pada jurnal Frontiers in Public Health.

Setelah mengulas berbagai macam studi terkini yang berkisar pada risiko yang berkaitan dengan minuman energi, peneliti menyimpulkan: ada dampak serius dan menyeluruh dari minuman berenergi terhadap kesehatan tubuh.

Minuman energi bisa mengacaukan siklus tidur, meningkatkan berat badan, dan bahkan membuat tekanan darah meningkat tajam. Namun, bukti keseluruhan menyatakan, mereka juga mengarah kepada penyalahgunaan zat, kesehatan mental, risiko diabetes yang lebih besar, gigi keropos, dan juga kerusakan pada ginjal.

Mengejutkan rasanya mengetahui luasnya dampak kesehatan minuman berenergi pada tubuh, ujar penggagas studi, Josiemer Mattei, Ph.D., seorang asisten profesor nutrisi pada Harvard T.H. Chan School of Public Health pada Mens Health, dilansir Minggu (17/12/2017).

Bisa dibilang yang menjadi penyebabnya adalah kandungan manisnya, ujar Mattei. Tipikal minuman energi mengandung gula tambahan yang sangat tinggi, sirup jagung tinggi fruktosa, dan pemanis buatan.

Faktanya, rata-rata setiap 500 ml/16.9 ons bisa mengandung secara kasar 54 gram gula, menurut temuan ulasan tersebut. Rekomendasi Asosiasi Jantung Amerika jauh lebih rendah, yaitu tidak lebih dari 36 gram per hari untuk para laki-laki.

sumber : liputan6.com

Dibanding Minuman Energi, Minuman Olahraga Lebih Baik


Pro dan kontra minuman berenergi yang tinggi kafein terus mendapat perhatian khusus dari ahli kesehatan di negara maju. Bahkan menurut sebagian para ahli, minuman bernergi dapat membahayakan jantung karena mengandung tinggi kafein.

Consumer Reports dan Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika (FDA) mencatat, minuman berenergi mengandung  500 miligram kafein per kaleng atau botol dibandingkan dengan 100 mg dalam secangkir kopi asli. Belum lagi, banyak minuman berenergi tidak menyertakan tingkat kafein secara akurat.

“Orang-orang dengan kelainan jantung benar-benar harus menghindari semua minuman energi,” kata ahli jantung di University of North Carolina, Kevin R. Campbell , MD, seperti dilansir Everydayhealth, Senin (28/4/2014)

Kevin menyampaikan, orang-orang yang minum dengan dosis tinggi kafein dan memiliki penyakit jantung, dapat mengalami gangguan irama jantung yang mengancam jiwa. Disamping itu, taurin dalam minuman energi juga dapat membebani jantung karena membuat detak jantung tidak teratur dan kematian mendadak.”

Para ahli pun mengungkapkan alternatif minuman manis yang cenderung lebih baik seperti Gatorade, Powerade serta Vitamin Water. Menurut ahli kesehatan, jenis minuman ini tidak mengandung kafein tinggi dan justru sebaliknya dapat menggantikan cairan tubuh dengan tambahan natrium, kalium dan magnesium yang hilang selama olahraga.

“Minuman olahraga pada dasarnya kebalikan dari minuman energi yang mengandung kafein tinggi. Kafein pada minuman berenergi, bekerja sebagai diuretik yang bisa meningkatkan rasa buang air kecil, menurunkan kadar natrium, kalium dan magnesium dalam darah. Namun salah satu kerugian minuman olahraga yaitu tinggi gula,” kata Ahli jantung di Intermountain Medical Center di Murray, Utah, T. Jared Bunch, MD.

sumber : Liputan6.com

Bahaya Terbesar Minuman Energi Pada Remaja dan Dewasa Muda


Minuman energi di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia saat ini tumbuh sangat pesat dan digemari banyak orang. Hal ini terjadi karena kesegaran, kenikmatan dan diyakini karena manfaatnya. Secara ilmiah sampai sejauh ini manfaat terapinya belum terbukti. Dibalik kenikmatan tersebut ternyata menyimpan bahaya besar. Bahkan dalam penelitian terakhir yang diungkapkan dalam jurnal kesehatan Pediatric mengungkapkan pada anak, remaja dan dewasa muda yang mengkonsumsi minuman energi secara berlebihan mempunyai dampak berbahaya dapat memicu jantung berdebar, kejang, stroke dan kejadian meninggal mendadak. Tetapi justru kelompok usia tersebut selama ini adalah bagian besar penikmat minuman energi. Penelitian menunjukkan tidak ada batas aman bagi bagi usia tersebut.

Bisnis minuman energi telah tumbuh demikian cepat di berbagai negara di dunia. Di Amerika telah terjual hampir 9 juta dolar pada tahun 2011. Sekitar sepertiga remaja dan dewasa muda secara rutin mengkonsumsinya. Menurut hasil berbagai survey minuman energi dikonsumsi oleh sekitar 30-50%remaja dan dewasa muda. Di Amerika pada tahun 2007 dilaporkan sekitar 5448 orang mengalami overdosis kafein, 40% di antaranya 46% terjadi pada usia di bawah 19 tahun. Bahkan beberapa negara dan negara bagian di Amerika terjadi perdebatan dalam pembatasan penjualan dan iklan produk tersebut

Seringkali ditemukan kandungan kafein yang tinggi atau bahkan jumlahnya tidak diketahui. Minuman ini dilaporkan oleh berbagai asosiasi kesehatan dunia mempunya dampak kesehatan yang serius khususnya pada anak, remaja dan dewasa muda dengan gejala kejang, diabetes, kelainan jantung, gangguan emosi dan gangguan perilaku..

Minuman Energi

Minuman energi adalah jenis minuman ringan yang diharapkan dapatmenambah energi dan kekuatan seseorang yang meminumnya. Bagi beberapa kalangan, minuman energi diminum dengan tujuan untuk mencegah kelelahan dan kantuk. Di Indonesia minuman energi digolongkan sebagai minuman kesehatan. Tetapi sebaliknya, di luar negeri khususnya Amerika Serikat minuman energi digolongkan sebagai minuman ringan. Hal ini terjadi mungkin karena sampai saat ini dampak dan manfaat bagi kesehatan pada minuman energi tidak terbukti secara ilmiah.

Umumnya, minuman energi dipasarkan dalam kemasan botol kecil yang siap minum. Dalam perkembangannya di Indonesia dilakukan ide kreatif untuk mengganti dengan kemasan sachet. Ide cemerlang ini dipelopori olehExtra Joss, dengan tujuan menekan harga jual. Ternyata minuman energi yang lebih laku dipasarkan adalah dalam bentuk sachet yang harus dicampur dengan air, biasanya air mineral, sebelum dikonsumsi. Saat awal peluncurannya, Extra Joss terkenal dengan frasa dalam iklannya di televisi, Ini biangnya, buat apa botolnya! yang sangat merekat erat dalam hati pengguna minuman energi, dan langsung mengubah peta pemasaran minuman energi di Indonesia yang saat itu didominasi merk asing, seperti Kratingdaeng, Lipovitan dan M-150. Selanjutnya beberapa merk domestik mengikuti produk sachet Extra Joss seperti Hemaviton Jreng, Kuku Bima Ener-G dan sebagainya.

Kandungan dalam minuman energi yang utama adalah air, gula atau kafein. Kandungan lain ditambahkan secara bervariasi berupa taurine, ginseng, ginkobiloba, guarana, vitamins, teh hijau, zat pewarna, zat perasa dll. Daftar minuman energi merek asal lokal Indonesia adalah Enerjos, Extra Joss, Fit-up, Hemaviton Jreng dan Kuku Bima Ener-G. Minuman energi merek luar negeri yang beredar di Indonesia di antaranya adalah Lipovitan, M-150, Panther, Kratingdaeng atau Redbull, dan Rock Star

Dampak Pada Anak dan Remaja

Penelitian terkini seperti yang dilaporkan sebuah jurnal kedokteran Pediatrics yang dilansir secara online pada tanggal 14 Februari 2011 menyebutkan tidak ada batas aman dalam mengkonsumsi minuman energi bagi anak, remaja dan dewasa muda. Penelitian pada orang yang mengkonsumsi minuman energi secara berlebihan dapat memicu jantung berdebar, kejang, stroke dan kejadian meninggal mendadak.

Peneliti tersebut mengidentifikasi penyebab utama yang memicu dampak kesehatan itu adalah kandungan kafein yang berlebihan. Pengaruh kafein mungkin menjadi semakin lebih kuat bila dikombinasikan dengan berbagai kandungan bahan lain di dalam minuman energi. Sehingga tampaknya dokter harus merekomendasikan kepada para orangtua bahwa sebaiknya melarang penggunaan minuman itu pada anak, remaja dan dewasda muda. Mungkin peringatan dan rekomendasi itu mirip dengan kasus rokok, alkohol dan narkotika.

Dalam penelitian menunjukkan beberapa bahan yang dikandung dalam minuman energi mengandung 14 kali lebih berkafein dibandingkan minuman jenis cola. Hal ini adalah sama dengan meminum tujuh cangkir kopi. Para peneliti memeriksa 28 merek minuam energi yang berbeda yang ada di pasaran dan berkesimpulan cukup mengejutkan

Seorang dewasa yang telah terbentuk dalam tubuhnya dapat toleransi dengan kafein mungkin bisa minum beberapa cangkir kopi sepanjang hari tanpa efek sakit. Namun, anak atau minum remaja setara dengan tujuh cangkir dalam satu pergi adalah tentu menyebabkan dampak kesehatan yang serius.

Beberapa laporan mengatakan bahwa minuman non alkoholik bila dicampur dengan alkohol akan berdampak buruk terutama pada keadaan kondisi kesehatan tertentu. Beberapa temuan mengungkapkanbeberapa kematian di Eropa remaja atau dewasa muda akibat minuman energi dicampur dengan minuman alkohol, atau yang memiliki kondisi seperti epilepsi yang mungkin meningkatkan risiko.

Minuman energi mengandung bermacam-macam zat perangsang, yang ketika dicampur bisa berbahaya bagi tubuh. Terlalu banyak mengkonsumsi kafein, yang perupakan kandungan utama dalam minuman energi dapat menimbulkan dehidrasi Ada beberapa catatan kematian seseorang setelah minum minuman energi secara berlebihan.

Sejauh ini menurut penelitian minuman energi tidak mempunyai manfaat efek terapi. Dan beberapa bahan kandungannya sedang diteliti dan belum mendapatkan persetujuan regulasinya. Efek farmakologi dari kandungan dalam minuman berenergi ada yang diketahui dan belum diketahui. Bila hal ini dikaitkan dengan laporan efek keracunan atau toksisitas meningkatkan kepedulian berbagai asosiasi kesehatan dunia terhadap potensi terjadinya efek samping yang serius dalam penggunaan menuman energi. Dalam jangka pendek membutuhkan kewaspadaan berbagai pihak tentang kemungkinan dampak minuman energi dalam masyarakat untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada para orang tua dan keluarga

Laporan yang diungkapkan the American Academy of Pediatrics dan dipakai sebagai pedoman bagi dokter bahwa minuman energi . Dokter gigipun mengungkapkan bahwa minuman energi juga telah merusak gigi remaja di austrakia. The Associated Press melaporkan sebanyak 677 kasus overdosis dan efek samping dicatat sejak bulan Oktober hingga Desember 2010 setelah dilacak oleh the American Association of Poison Control Centers. Sejauh ini dilaporkan 331 dalam tahun 2011 hingga bulan Februari dan sebagian besar diantaranya melibatkan anak dan remaja sebagian anak di bawah 6 tahun.

Dengan berbagai temuan ilmiah tersebut seharusnya mulai saat ini semua dokter dan orang tua merekomendasikan pelarangan mengkonsumsi minuman energi pada anak, remaja dan dewasa muda.Sebaiknya pemerintah melalui Kemenkes dan instansi terkait mulai memikirkan apakah iklan minuman energi yang mendominasi media cetak dan televisi dipertimbangkan penayangannya seperti halnya di beberapa negara bagian Amerika. Bujukan dan rayuan iklan sangat hebat dan menghipnotis keinginan dan nafsu untuk meneguk kesegaran dan manfaat minuman energi.

Di balik kenikmatan dan kesegaran tersebut ternyata menyimpan dampak bahaya kesehatan bagi usia tersebut, padahal selama ini manfaat kesehatannya belum terbukti. Semua pihak dan orang tua harus mulai bijak dan jangan mengabaikan temuan penting tersebut. Orangtua harus mengganti ketergantuan remaja dalam mengkonsumsi minuman energi itu. Penggantinya pilihlah jus buah segar dan bergizi yang sudah mulai banyak dibaikan dan ditinggalkan karena tidak praktis, lebih mahal dan rasanya kalah menantang

Sumber : Liputan6.com

Bahaya Minuman Energi Pada Remaja


Bertambah lagi bukti yang menyatakan bahaya konsumsi minuman energi pada kesehatan remaja. Minuman yang diklaim mampu mengatasi kelelahan dan rasa kantuk ini mengandung kafein dan taurin yang tinggi.

Para peneliti dari The University of Waterloo melibatkan lebih dari 2.000 partisipan berusia 12 hingga 24 tahun yang diwawancarai tentang konsumsi kopi dan minuman berenergi. Walau sama-sama mengandung kafein, tetapi karena jumlahnya sangat berbeda tentu perbedaan efeknya juga signifikan.

Pada peminum kopi, ada 36 persen yang mengalami efek samping. Sedangkan mereka yang mengkonsumsi minuman berenergi, ada 55 persen yang mengalami efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.

Efek samping tersebut mulai dari gangguan denyut jantung menjadi lebih cepat (tachycardia) yang dialami seperempat responden dan seprempat lainnya memiliki masalah tidur.

Seperlima dari mereka mengatakan menderita sakit kepala setelah menenggak minuman energi. Keluhan lain adalah mual dan muntah atau diare (5 persen), sakit dada (4 persen), serta hilang kesadaran (0,2 persen). Namun, hanya 5 persennya yang mengatakan akan mencari bantuan medis untuk mengatasi efek berbahaya tersebut.

Walau penelitian tersebut hanya dilakukan dalam skala kecil namun, hal ini mendukung studi lainnya tentang bahaya konsumsi minuman berenergi, dibandingkan minum kopi murni.

Minuman berenergi tak hanya mengandung kafein dan gula dalam kadar tinggi, tapi juga stimulan lainnya yang bisa bekerja terpisah atau melengkapi kafein.

Kandungan-kandungan yang biasa ditambahkan, antara lain taurine dan ekstrak guarana, dua stimulan “alami”.

Kandungan dalam minuman energi mungkin tak terlalu asing, tapi kita tidak bisa mengasumsikan mengerti bahaya minuman ini hanya karena kita tahu bahaya kafein. Keduanya tak bisa digeneralisasi.

“Taurine dan guarana memiliki efek sendiri, misalnya taurine memiliki efek merusak dan bisa menyebabkan aritimia atau gangguan irama jantung, yang juga menjadi efek konsumsi kafein,” kata penulis penelitian.

Penelitian ini bukan yang pertama kali. Pada 2011 jurnal Pediatrics mempublikasikan penelitian yang menemukan bahwa konsumsi minuman dengan kadar kafein dan taurine yang tinggi bisa menimbulkan masalah jantung dan diabetes.

Sebuah penelitian lain juga mengungkapkan bahwa konsumsi taurine dan kafein, baik masing-masing maupun bersamaan, bisa menimbulkan efek berlebihan pada pertumbuhan otak remaja.

Peneliti menyimpulkan, dibutuhkan pembatasan umur yang aman untuk mengkonsumsi minuman berenergi dan memperketat peringatan bahayanya. Selain itu, orangtua juga wajib mengingatkan anak-anaknya akan bahaya minuman ini.

Sumber : Kompas.com

Bahaya Minuman Energi Bagi Anak


Minuman energi biasanya menjadi minuman pokok di kalangan mahasiswa dan anak-anak klub. Sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal Pediatrics terbaru menemukan, minuman energi ini cenderung berbahaya bagi kesehatan anak-anak.Kandungan kafein dalam minuman tersebut malah membuat anak lelah.

Minuman ini memang dipasarkan untuk meningkatkan energi, daya tahan, dan meningkatkan kinerja. Namun minuman ini cenderung berbahaya bagi kesehatan, khususnya menghawatirkan bagi anak-anak dengan kondisi ADHD, diabetes, atau gangguan jantung.

Ketua Departemen Pediatri di University of Miami, Dr Steven Lipshultz, dan rekan-rekannya mengumpulkan semua penelitian mengenai efek kesehatan dari minuman energi dan menemukan bahwa tidak hanya 30% sampai 50% anak-anak yang mengonsumsinya. Sementara minuman tersebut dapat merugikan dengan tidak meningkatkan tingkat kinerja atau energi secara substansial.

Apa yang menjadi kekhawatiran dokter anak adalah kenyataan bahwa minuman energi yang diklasifikasikan sebagai suplemen, tidak mengikuti aturan Food and Drug Administration (FDA). Itu berarti mereka tidak mengikuti batas aman yang ditentukan FDA yang dapat berpotensi berbahaya bagi kesehatan, seperti kadar kafein (komponen utama minuman energi) yang harus diikuti.

Sebelum tahun 2010, pusat kontrol racun AS tidak melacak efek samping dari minuman energi khusus. Mereka hanya memonitor masalah yang timbul dari overdosis kafein. Ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup tinggi selama jangka waktu yang cukup lama, kafein dapat menyebabkan perubahan dalam aliran darah dan mengurangi sensitivitas insulin, yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur gula dari makanan.

Di Jerman, para pejabat kesehatan telah melacak efek bagi kesehatan dari minuman energi sejak tahun 2002. Efek samping minuman tersebut antara lain kerusakan hati, kejang, denyut jantung yang cepat, gangguan pernapasan hingga kematian.

Penemuan yang juga mengejutkan, bahwa pengawasan kandungan minuman energi kurang, yang memungkinkan produsen minuman energi untuk memasukkan bahan-bahan potensial lain dalam produk mereka. Berdasarkan label pada kaleng mereka, misalnya, beberapa minuman energi mengandung kafein dua kali lipat sebagai stimulan NoDoz, kandungan kafein melebihi tiga kali lipat yang ditemukan dalam soda berkafein.

Minuman energi juga terkadang tak menyebutkan zat tambahan lainnya seperti guarana, yerba mate dan biji coklat (kakao). Secara umum, kafein dapat mengganggu tidur anak-anak, dan menyebabkan gabungan masalah energi karena kurang tidur juga bisa membuat anak lebih lesu dan lelah.

Beberapa anak yang mengonsumsi minuman energi ini berisiko menimbulkan efek samping, seperti anak-anak yang memiliki attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan sedang pengobatan (mengonsumsi obat untuk terapi). Dengan tambahan stimulan dalam minuman berenergi terhadap obat-obatan, cenderung tidak dapat memproduksi efek yang diinginkan untuk meningkatkan konsentrasi.

Anak-anak dengan diabetes juga harus berhati-hati minum terlalu banyak minuman energi, karena beberapa dari minuman mengandung gula dan bahan-bahan lain yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam gula dan tingkat insulin.(HealthTime/MEL)

Bagaimana Minuman Energi Menyebabkan Gangguan Ginjal


Semakin tahun gangguan ginjal baik yang bersifat akut maupun yang kronik kejadiannya semakin meningkat. Walaupun perkembangan tekonologi kedokteran, penelitian obat-obatan terbaru dan ilmu terapi makin meningkat tahun ke tahun, tetapi kasus gangguan ginjal selalu saja ada bahkan meningkat.

Pada kasus penyakit ginjal kronik, banyak penyebab terjadinya kekronikan pada penyakit ginjal tersebut. Karena gula darah yang tidak terkontrol, tekanan darah yang tinggi, batu ginjal, infeksi ginjal dan lainnya. Sebagai seorang dokter, menanyakan riwayat penyakit kepada pasien adalah suatu keharusan untuk memberikan terapi yang tepat. Kadang pada penderita penyakit ginjal kronik dengan usia yang masih muda, seringkali ditanyakan riwayat mengonsumsi minuman berenergi. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk menggali informasi apakah penyebab penyakit ginjal kronik tersebut karena dari pengaruh minuman berenergi tersebut. Tapi pernahkah terpikir dari jalur manakan penyebab kerusakan ginjal? Apakah kandungan dari minuman berenergi tersebut langsung merusak ginjal? Ataukah efek secara tidak langsung? Kalau memang berbahaya, kenapa lolos penapisan dari Balai Pengawas Obat dan Makanan?

Memang hal tersebut masih terjadi perdebatan. Bukan hanya di masyarakat, tetapi juga dari kalangan medis. Tulisan ini tidak bertujuan untuk mencari pembenaran, hanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang minuman berenergi dan apakah terdapat gangguan secara langsung kepada ginjal yang berujung pada kerusakan ginjal permanen.

Salah kaprah sebutan minuman berenergi

Dalam banyak tulisan seringkali kita menuliskan kata minuman berenergi merujuk kepada minuman kesehatan yang beredar di Indonesia dengan tujuan meningkatkan energi, vitalitas dan kewaspadaan dari yang meminumnya. Sebenarnya istilah minuman berenergi tersebut kurang tepat karena jika diartikan adalah minuman yang mengandung energi yang akan meningkatkan energi yang meminum. Istilah yang tepat adalah cukup menyebutkan minuman energi karena arti sebetulnya, minuman ini mengandung zat-zat yang diharapkan dapat menimbulkan energi bagi peminumnya.

Zat utama yang harus terkandung pada minuman energi adalah air, gula atau penggantinya dan Kafein. Sedangkan tambahannya dengan dosis yang bervariasi antara lain taurin, ginseng, ginkobiloba, guarana, vitamin dan mineral. Dalam jurnal ilmiah menuliskan bahwa kafein merupakan sebuah antagonis reseptor adenosin, yang bekerja sebagai stimulan/perangsang sistem saraf pusat. Penggunaan terapeutik dalam dunia medis adalah sebagai kafein sitrat pada kasus bayi prematur untuk mencegah apneu (henti nafas) dan displasia bronkopulmuner. Efek yang diakui pada minuman energi adalah meningkatkan daya tahan tubuh terhadap latihan, meningkatkan kognisi (proses berfikir), mengurangi efek kelelahandan kurang tidur. Sedangkan efek samping (terkait reaksi idiosinkrasi dan efek jika dosis berlebih) adalah kegugupan, mudah tersinggung, cemas, insomnia, denyut jantung meningkat, berdebar-debar, sakit perut, muntah, kekakuan, kadar kalium darah rendah, gangguan mental status, kelumpuhan, halusinasi, peningkatan tekanan otak, bengkak otak, kejang, kerusakan serabut otot dan gangguan irama jantung.

Dua zat tambahan yang hampir selalu ada pada minuman energi adalah Taurin serta Guarana. Efek Guarana pada minuman energi mirip seperti Kafein yaitu sebagai stimulan dan menurunkan berat badan. Taurin sendiri dipasarkan dengan tujuan untuk kesehatan mata dan sistem bilier (empedu) serta meningkatkan kontraktilitas jantung. Kedua zat ini secara umum dinyatakan aman oleh Food and Drug Administration (FDA) yaitu BPOM-nya Amerika Serikat.

Artinya jika minuman energi ini digunakan secara benar dan tepat, secara umum tidak akan merusak kesehatan. Benar dalam hal ini adalah mengonsumsinya tidak berlebihan. Tepat sendiri artinya diminum pada kondisi pada saat memang dibutuhkan. Misalnya saat memerlukan stimulasi karena harus bekerja ekstra, menjaga agar tidak mengantuk karena sedang menyetir, mengerjakan tugas lembur dan lainnya.

Benarkah menyebabkan gangguan ginjal?

Seperti yang dijelaskan di awal tulisan tadi bahwa kerusakan ginjal memiliki banyak penyebab. Dari karena kelainan anatomi karena aliran darah ke ginjal menurun, penyempitan pembuluh darah ke ginjal dan penyakit multikista di ginjal. Juga disebabkan karena faktor sistemik akibat kencing manis, darah tinggi, akibat zat dan obat-obatan yang merusak ginjal, Atau akibat gangguan pengeluaran karena batu ginjal/saluran kemih, pembesaran prostat dan keganasan.

Bagaimana dengan minuman energi? Kalau melihat dari penjelasan tentang kandungan di atas tadi, tidak ada secara spesifik yang mengatakan bahwa kandungan tersebut dapat merusak ginjal. Sehingga sulit secara ilmiah membuktikan bahwa minuman berenergi merusak ginjal. Namun jika melihat data empiris dan berdasarkan penuturan pasien penyakit ginjal kronik bahwa riwayat sering mengonsumsi minuman energi, sulit sekali menafikan bahwa ini merupakan salah satu penyebab terjadinya kerusakan ginjal.

Dalam sebuah jurnal dilaporkan sebuah studi terhadap 15 orang dewasa muda yang sehat, dilakukan percobaan dengan memberikan minuman energi 500 ml per hari dengan kandungan kafein 160 mg kafein dan taurin 2000 mg. Dilaporkan terjadi peningkatan rerata tekanan darah sistolik 9-10 mmHg dan peningkatan  rerata denyut jantung 5-7 denyut per menit setelah 4 jam mengonsumsi. Jurnal tersebut tidak melaporkan efek minuman berenergi tersebut terhadap ginjal.

Terdapat laporan penelitian oleh Alfiah Kurnia pada tahun 2002, laporan tersebut merupakan sebuah percobaan pemberian minuman energi merk tertentu pada tikus putih dengan dosis yang telah disesuaikan. Dari percobaan yang dilakukan dengan dosis yang berbeda-beda, dilaporkan bahwa pemberian minuman energi merk tertentu dosis 0.05 mg/kg/hari tampak tikus tersebut menjadi lebih hiperaktif dibandingkan dengan tikus kontrol (tidak diberikan minuman energi). Pada pengamatan selanjutnya, pada kelompok perlakuan (tikus yang diberikan minuman energi) dengan dosis yang diberikan 0.05 mg/kg/hari selama 35 hari menyebabkan kerusakan glomerulus dan kapsula bowman di ginjal tikus. Glomerulus berfungsi untuk menyaring zat-zat racun dan sampah yang harus dibuang bersama urin. Kerusakan ini menyebabkan racun ginjal meningkat dan tentunya menyebabkan penyakit ginjal.

Kalau dianggap bahwa percobaan pada tikus ini terjadi juga pada manusia, maka kejadian kerusakan ginjal akan terjadi pada manusia sekitar 3 tahun setelah mengonsumsi minuman energi tersebut tiap hari. Perbandingan usia tikus dan manusia adalah 2 tahun banding 60 tahun.

Konsumsilah dengan bijak

Minuman energi merupakan suplemen untuk membantu seseorang yang sedang membutuhkan mood booster untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tentunya efek yang menguntungkan yang diperlukan dalam hal ini, sehingga seseorang yang mengonsumsi mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Jadi yang perlu diingat bahwa minuman energi bukan suatu tren atau suatu kebiasaan yang harus dikonsumsi secara rutin. Tetapi minuman energi adalah suatu suplemen yang diminum saat diperlukan dengan indikasi yang tepat serat tidak berlebihan.

Kafein dalam penelitian menyebabkan peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Efek pada ginjal, peningkatan tersebut akan menyebabkan tekanan aferen (tekanan darah sebelum memasuki glomerulus) meningkat, sehingga menyebabkan stres glomerulus yang mana bila terjadi terus menerus menyebabkan kerusakan glomerulus dan berakibat kerusakan fungsi ginjal. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan terhadap tikus putih yang akhirnya menyebabkan kerusakan ginjal.

Yang harus diberikan garis bawah adalah peningkatan tekanan darah tersebut karena efek dari kafein yang terkandung dari minuman energi. Artinya, segala sesuatu yang memiliki kandungan kafein tentunya juga memiliki efek seperti yang dituliskan di atas tadi. Kopi dengan kandungan kafein yang tinggipun tentunya menjadi tidak baik ketika diminum secara berlebihan.

Hal lain yang perlu diperhatikan bahwa pasien dengan tekanan darah tinggi ketika mengonsumsi minuman energi yang mengandung kafein tentunya akan meningkatkan tekanan darahnya, pada pasien kencing manis akan menyebabkan gula darah meningkat karena metabolisme yang tinggi, dan pada pasien sumbatan saluran kencing karena batu atau pembesaran prostat akan menyebabkan ginjal menjadi tambah bengkak karena kafein menyebabkan produksi urin meningkat namun tidak bisa keluar akibat tertahan sumbatan.

Sebenarnya minuman energi tidak menyebabkan kerusakan ginjal secara langsung, tetapi minuman energi akan memacu kerusakan ginjal melalui proses sistemik yang ada di dalam tubuh dan juga karena adanya penyakit yang mendasari terlebih dahulu.

Jangan takut mengonsumsi minuman berenergi, tapi dengan catatan tidak berlebihan dan minum ketika diperlukan saja. Jika memang berbahaya BPOM tentu sudah menarik peredarannya di Indonesia. Minuman energi bukan untuk diamalkan, bukan untuk menyediakan energi tubuh, bukan untuk meningkatkan kesehatan, tetapi dia bertindak sebagai stimulasi mengubah energi siap saji yang sudah ada di dalam tubuh kita. Minumlah ketika Anda butuh.

Salam sehat,

dr. Meldy Muzada Elfa

Awas, Bahaya Laten Minuman Energi!


Minuman energi tengah populer di kalangan konsumen. Sebuah penelitian di University of Texas Medical School di Houston, Amerika Serikat, memberikan peringatan soal bahaya laten di balik suplemen itu. Katanya, wasapadai kandungan kafein dalam minuman itu yang lebih banyak dibandingkan kafein dalam secangkir kopi.

Kafeina atau kafein adalah senyawa alkaloid xantina berbentuk kristal yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretik ringan. Kafeina merupakan obat perangsang sistem pusat saraf pada manusia dan dapat mengusir rasa kantuk untuk sementara waktu. Zat psikoaktif itu paling banyak dikonsumsi di dunia.

Seperti dilansir jurnal Mayo Clinic Proceedings, apabila kafein digabungkan dengan bahan-bahan kimia lain, misalnya alkohol, akan menghasilkan resiko tinggi bagi penggunanya. “Minuman energi memiliki gula sebanyak seperempat cangkir dan dengan kafein lebih banyak dibandingkan dalam secangkir kopi,” kata John Higgins, pimpinan penelitian itu.

Menurut penelitian itu, kandungan kafein minuman energi berkisar antara 70-200 miligram per 16-oz. Sebagai perbandingan, secangkir kopi 8-oz memiliki kandungan kafein berkisar antara 40 hingga 150 miligram dan tergantung pada proses penyeduhannya.

“Banyak minuman energi tidak mencantumkan kandungan bahan-bahan kimia lainnya pada labelnya, seperti guarana stimulan herbal, asam amino taurin, rempah-rempah, mineral, dan vitamin yang memungkinkan berinteraksi dengan kafein,” kata Higgins kepada Reuters Health.

Penelitian itu juga menemukan efek dari interaksi yang dapat memengaruhi denyut jantung, tekanan darah, bahkan keadaan mental. Terutama, bila minuman energi yang disertai kandungan alkohol dikonsumsi dalam jumlah besar. Hasil penelitian menunjukkan, peningkatan tekanan darah dan detak jantung pada orang dewasa. Efek lebih serius lagi, serangan jantung, kejang, dan kematian anekdot.

Menurut Higgins, Norwegia, Denmark, dan Perancis telah melarang minuman energi Red Bull menyusul uji-klinis terhadap tikus. “Setelah ditambahkan taurin, hewan itu memperlihatkan perilaku aneh, termasuk kecemasan dan melukai diri sendiri,” katanya.

Untuk para konsumen nonatlet, Higgin menganjurkan, untuk meminum tidak lebih dari satu botol per sehari. “Jangan pernah dicampurkan dengan alkohol. Minum banyak air setelah berolah raga,” katanya. “Orang dengan hipertensi tidak boleh mengonsumsi minuman energi. Dan penderita penyakit jantung harus berkonsultasi dengan dokter mereka sebelum menngonsumsi minuman energi.”

Sumber : Liputan6.com

Anak Sekolah Dilarang Konsumsi Minuman Energi


Minuman energi kini dilarang diedarkan di sekolah-sekolah di negeri Inggris, khususnya di Kota London.

Menurut pejabat kesehatan berwenang, minuman energi yang saat ini jumlahnya sangat banyak mengandung gula dan kafein dengan kadar sangat tinggi. Ini mampu membuat seorang anak jadi lebih hiperaktif dan sulit dikendalikan.

Satu kaleng 500 ml minuman energi itu mengandung lebih dari 13 sendok teh gula dan 160 mg kafein, yang jumlahnya hampir sama seperti mengonsumsi empat kaleng minuman bersoda.

Kemarin, Senin (20/1/2014), penasihat pemerintahan John Vincent meminta masyarakat agar mulai menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman energi, terlebih untuk anak-anak di bawah usia 16 tahun.

“Minuman energi secara efektif dikatakan bentuk lain dari obat-obatan,” kata Vincent seperti dilansir laman Daily Mail, Selasa (21/1/2014).

Untuk mengampanyekan ini, Vincent direkrut langsung oleh pemerintah untuk meningkatkan gizi yang cocok untuk disajikan anak-anak. Terlebih, saat ini, jumlah obesitas mulai mengalami peningkatan.

“Minuman ini memiliki efek yang sangat merusak kemampuan anak-anak dalam berkonsentrasi,” kata Christoper menjelaskan.

Di pihak lain, The Food Standards Agency (FSA) mulai menyuarakan kepada para orangtua untuk membatasi asupan minuman yang tinggi kafein pada anak-anaknya.

Juru bicara FSA menyebutkan, konsumsi minuman energi pada anak-anak menyebabkan efek jangka pendek yang sangat berbahaya. Anta lain peningkatan rangsangan, iritabilitas, kegugupan atau kecemasan.

Menurut penelitian yang dilakukan FSA, diketahui beberapa anak lebih memilih mengonsumsi minuman energi untuk sarapan daripada semangkuk sereal yang sudah jelas sangat bagus untuk kesehatannya.

Sebuah survei yang diterbitkan pada musim gugur menemukan fakta bahwa satu dari 20 remaja pergi ke sekolah dengan membawa sekaleng minuman berenergi.

(Adt/Abd)

Baca juga:

Minuman Energi Bisa Bikin Gigi Rontok
Berlebih Konsumsi Minuman Energi, Ini Akibatnya!
Minuman Energi, Ini Lho Isinya!

5 Masalah Kesehatan Yang Ditimbulkan Minuman Energi


Anda patut berhati-hati memilih jenis minuman. Misalnya saja alkohol, soda, atau minuman berenergi. Kali ini, My Health Daily News akan fokus pada minuman energi dan efek sampingnya bagi tubuh. Simak penjelasannya berikut ini.

BERITA TERKAIT
Tak selamanya mengurangi konsumsi garam bermanfaat untuk kesehatan, ini buktinya
10 Alasan untuk tak mengonsumsi buah bit secara berlebih
10 Do’s & don’t’s untuk kulit tubuh ekstra kering

Masalah jantung
Kandungan kafein dan komposisi tidak sehat lainnya pada minuman energi adalah pemicu tekanan darah dan mempercepat detak jantung seseorang. Minuman energi juga merusak keseimbangan garam dalam tubuh sehingga dikaitkan dengan kondisi arrhythmia atau detak jantung yang tidak teratur.

Risiko keguguran
Dampak lain dari kafein dalam minuman energi juga tidak bagi bagi wanita, terutama mereka yang sedang hamil. Pasalnya sebuah penelitian menyebutkan kalau konsumsi sebanyak 200 miligram atau lebih kafein dalam sehari mampu meningkatkan risiko keguguran. Meskipun ada penelitian lain yang membantah pernyataan tersebut, pihak American College of Obstetricians and Gynecologists menyarankan wanita hamil sebaiknya membatasi konsumsi kafein sebanyak 200 miligram saja dalam sehari.

Ketergantungan
Beberapa orang dengan cerobohnya gemar mencampur minuman berenergi dengan alkohol untuk diminum. Padahal kebiasaan tersebut memicu ketergantungan terhadap alkohol lebih parah daripada biasanya.

Risiko kecanduan obat-obatan
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mahasiswa tahun kedua yang suka menikmati minuman energi membuat mereka lebih banyak mengonsumsi obat-obatan tanpa resep pada tahun ketiga. Hal ini disebabkan oleh anggapan oleh anak muda kalau minuman energi dan obat-obatan tanpa resep yang sebenarnya terlarang itu dianggap aman. Padahal kenyataannya tidak sama sekali.

Membuat bodoh
Terakhir, masalah kesehatan yang ditimbulkan minuman energi adalah membuat peminumnya menjadi bodoh. Bagaimana bisa? Rupanya konsumsi kafein berlebihan membuat seseorang mengalami kerusakan kognitif otak dan berisiko besar untuk gagal saat menjalani ujian.

Sayangnya, beberapa minuman energi tidak mencantumkan berapa banyak kafein yang ada di dalamnya. Maka dari itu sebaiknya Anda lebih baik mengurangi kebiasaan menikmati minuman energi sebelum mengalami beberapa masalah kesehatan yang sudah disebutkan di atas.